
Saat Frisya membeli tiket, dan Brenda membeli popcorn dan minuman. Tiba tiba pandangan Brenda terpaku pada dua orang, yang mungkin mereka adalah pasangan kekasih...
"Kak... Sadid... !!!" ucap Brenda.
Sadid langsung menatap kearah suara..
"Bbrenda... " ucap Sadid terbata .
Brenda melihat kearah si wanita..
"Siapa wanita ini ?" tanya Brenda
Sadid menelan ludahnya dengan sulit.
"Ah, aku istrinya Sadid.. " ucap wanita itu.
"Istrinya ? kapan kalian menikah ?" tanya Brenda
Sadid terdiam tidak mampu menjawab pertanyaan Brenda.
"Sudah lama... " ucap wanita itu.
Brenda tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh wanita itu.
"Kak.. kita harus bicara !!" ucap Brenda sambil menarik tangan Sadid.
"Diam disini !!" ucap Sadid pada wanita itu.
*****
Sebuah lorong...
"Kak... tolong jelaskan pada ku siapa dia ? Menikah ? kapan kamu menikah.. lalu ? sedang apa kamu disini ? Bukankah kamu sedang.. " ucapan Brenda terpotong.
"Bren... maaf, maafkan aku... " ucap Sadid sambil menitihkan air mata.
"Minta maaf untuk apa ?" tanya Brenda
"Mungkin kamu lupa, dulu kamu dan Frisya pernah datang kerumah sakit, saat pergelangan tangan mu terluka, saat itu sebenarnya aku sudah mengatakan jika aku sudah menikah, tapi mungkin karena banyak hal yang terjadi membuat mu lupa dengan ucapan ku saat itu. " ucap Sadid sambil menunduk, terlihat ada hal yang begitu sulit bagi Sadid untuk mengatakan hal ini pada Brenda.
"Lalu ? maksud kamu melamar aku, kamu mau membuat ku jadi istri kedua mu.. tega kamu kak.. " ucap Brenda kesal
"Tidak bukan itu, bukan seperti itu.. " ucap Sadid merasa semakin sulit menguasai dirinya..
"Lalu ? apa video itu hanya kebohongan ? untuk apa ? apa kamu berniat menyakiti ku ?" tanya Brenda sambil menitihkan air mata.
Sadid menatap Brenda, dia melihat air mata Brenda jatuh.
__ADS_1
"Ja jangan menangis... aku akan menjelaskannya.. " ucap Sadid.
"Aku... aku tidak sungguh sungguh menikah Brenda.. " ucap Sadid.
Brenda menatap Sadid.
"Tunggu, dengarkan aku dulu.. " ucap Sadid.
"Video itu... video itu benar adanya, aku sakit Brenda... tapi aku sakit karena kamu, dan aku berusaha untuk sembuh dengan kembali jatuh cinta pada mu... " ucap Sadid.
"Lalu ? Bukankah seharusnya kamu berobat ?" tanya Brenda
"Aku menjalaninya selama 2 bulan... sangat sulit keluar dari dunia hitam ini... " ucap Sadid sambil berjongkok dan menutupi wajahnya.
"Semuanya seperti tekanan dari segala arah, semuanya serasa mencekik ku... Aku kesakitan, tidak ada yang mengerti aku.. " ucap Sadid.
"Lalu kemudian, dia datang.. " ucap Sadid..
"Nona itu ?" tanya Brenda
"Dia mendukung ku untuk sembuh, dia juga tidak memaksa ku untuk membuat ku harus berubah." ucap Sadid.
"Lalu ?" tanya Brenda
"Lalu aku merasa seperti mendapatkan kembali kehidupan ku... aku memiliki semangat baru dan bahkan memiliki tujuan untuk hidup. " ucap Sadid
"Lalu ? kalian menikah dan hidup bahagia ?" tanya Brenda
Sadid kembali menatap Brenda dalam.
"Lalu kami, menikah..... lagi.. " ucap Sadid.
"Owh, jadi sebenarnya kalian sudah pernah menikah lalu berpisah dan sekarang sudah menikah lagi begitu ?" Brenda.
"Apa sulit memahami cerita ku ?" tanya Sadid
"Tolong kak jangan berbelit belit, aku tidak mengerti.. " ucap Brenda
"Jadi... sebenarnya, aku menikahi seorang pria, bukan seorang wanita, dan pernikahan yang lalu pun sama, aku menikahi seorang pria.. " ucap Sadid sambil memejamkan mata, terlihat sangat berat apa yang dia ungkapkan kala itu.
Brenda kaget, entah mengapa hatinya terasa sakit.
"Tapi sungguh, aku meninggalkannya demi kamu.. aku benar benar bersungguh sungguh untuk sembuh, namun sayangnya nasib berkata lain, kamu bersatu dengan Frisya sedang aku kembali pada dunia kelam ku.. " ucap Sadid
"Maaf Brenda mengecewakan mu, aku tidak sanggup menjalani pengobatan.. sungguh itu sulit.. " ucap Sadid sambil hendak berlalu.
Brenda menahan tangan Sadid.
__ADS_1
"Maafkan aku... ini semua terjadi karena kesalahan ku, seharusnya pria sebaik dirimu tidak aku sia siakan... " ucap Brenda sambil memegang erat tangan Sadid.
"Jangan katakan itu, kau membuat ku malu.. " ucap Sadid
Sadid melihat kearah pasangannya, disana Sadid melihat Frisya kebingungan mencari Brenda.
"Kembalilah, Frisya sudah mencari mu... " ucap Sadid
Brenda memeluk Sadid dengan hangat, Pasangan Sadid menatap mereka dengan tatapan mengerti saat dia menatap mata Sadid.
"Aku berharap kalian akan jadi pasangan paling bahagia... setelah banyak hal yang kalian alami.. " ucap Sadid
Brenda mengangguk, entah kata apa yang mungkin harus Brenda katakan, ini sungguh menyedihkan.
"Aku pergi dulu.. " ucap Brenda sambil beranjak pergi.
Brenda melewati gadis yang bersama dengan Sadid tadi, Brenda kehabisan kata katanya.
Brenda melihat Frisya dengan wajah kesal karena tidak kunjung menemukan Brenda dimana pun.
Brenda menarik nafas panjang, untuk memperbaiki moodnya, sebelum kembali menyapa suaminya.
"Sayang.... " ucap Brenda sambil menutup mata Frisya dari belakang.
"Astaga gadis nakal, darimana saja.. " ucap Frisya sambil menggigit hidung Brenda.
"Duh sakit... " ucap Brenda
"Darimana saja ?" tanya Frisya
"Dari toilet.. " ucap Brenda
" Tadi mereka bilang toilet wanita kosong.. " ucap Frisya
" Hahaha, mengapa kamu percaya... " ucap Brenda
"Apa kamu berpikir seharusnya mas mu ini masuk ke dalam toilet wanita ?" tanya Frisya
"Haha, mungkin.. lagian mudah percaya seperti itu kan bukan gaya kamu sayang.. " ucap Brenda
"Ahh.. inikan hal yang harus di tolelir sayang.. sudah ayo masuk film sudah akan dimulai.. " ucap Frisya
"Iya mas ayo masuk.. " ucap Brenda
Dari kejauhan Sadid hanya bisa menatap kemesraan Brenda dan Frisya, air matanya kembali mengalir deras.
Wanita yang sesungguhnya seorang pria itu hanya bisa terdiam dan menyentuh pundak sadid dengan hangat.
__ADS_1
*******