Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Jawaban dan Jadian .


__ADS_3

Keesokan harinya...


Brenda berada di Hoki Grup, untuk menyelesaikan beberapa berkas pekerjaannya.


Tiba tiba handphone Brenda bergetar..


Drrrrrrtttt... Drrttt...


"Apa nanti malam kau ada waktu ?" Kai


"Pukul berapa ?" Brenda.


"Setelah aku menyelesaikan show ku... " Kai


"Kita pergi kemana ?" Brenda


"Oh, ayolah nanti malam adalah hari Valentine.. apakah kau akan terus bekerja ?" Kai.


"Baiklah, akan aku usahakan malam ini.." Brenda.


"Aku menanti kabar darimu.." Kai


" 😊 " Brenda..


*****


"Apa ini ? dia tersenyum ?? " ucap Kai..


*****


"Hari ini aku akan memberikan jawaban pada mas Frisya dan Kak Sadid.." ucap Brenda sedih.


"Oh, iya.. aku akan menghubungi dokter Andri terlebih dahulu.." ucap Brenda.


****


"Halo..." suara dokter Andri.


"Selamat pagi dokter ?" ucap Brenda


"Brenda... apa ini kamu ?" tanya dokter Andri.


"Iya, ini saya Brenda..." ucap Brenda


"Apa kau masih di Rio ? mengapa tidak menemui ku nak.?" tanya dokter Andri.


"Maafkan aku lupa dengan janji ku hari itu.." ucap Brenda


"Baiklah mungkin lain kali, kita bisa minum kopi bersama." ucap dokter Andri.


"Iya, dokter Andri sebenarnya ada yang ingin saya tanyakan pada anda.." ucap Brenda


"Hm.. ada apa ?" tanya dokter Andri..


"Tentang kak Sadid, apakah dokter sudah mengetahuinya ?" tanya Brenda


Dokter Andri menghela nafas panjang...

__ADS_1


"Ya.. aku sudah tahu.." pungkas dokter Andri.


"Lalu ? apa dokter akan diam saja ?" tanya Brenda


"Dia sudah besar nak... terakhir kali, dia mengatakan jika akan melamar mu dan kembali hidup dengan benar.." ucap dokter Andri.


"Maaf, tapi sepertinya aku tidak bisa.." ucap Brenda sambil menitihkan air mata.


"Tadinya aku berpikir kau tidak akan mengetahuinya, tapi ternyata sebaliknya..itu hak mu untuk menolak apa yang tidak kamu sukai.." ucap dokter Andri.


"Maafkan saya..." ucap Brenda


"Aku pernah memintanya untuk pergi berobat ke psikiater, tapi dia menolak dan bersikeras bahwa kau adalah obatnya.. " ucap dokter Andri sedih.


Brenda tidak sanggup mendengar ucapan dokter Andri dan langsung menutup telponnya.


"Malang sekali... maafkan aku kak Sadid.. mungkin bukan aku jodoh mu.." ucap Brenda


"Aku harus segera menyelesaikan masalah ini, dan pergi dengan Kai, sebelum aku menjadi gila.." ucap Brenda


****


Brenda mengirim pesan pada Frisya dan Sadid.


"Aku menunggu, pukul 5 sore ini di taman anggrek " Brenda.


*****


"Akhirnya sampai juga hari yang aku tunggu.." ucap Frisya.


****


Dari sebelah timur terlihat mas Frisya yang keren dengan tubuh nya tinggi semampai.


Disebelah barat terlihat, Kak Sadid seorang pria manis dengan pesonanya.


"Sudah lama menunggu ? " tanya kak Sadid.


"Tidak, baru saja sampai.." ucap Brenda


"Baiklah.. aku tidak mau berbasa basi terlalu banyak, aku akan memberikan jawaban atas pertanyaan kalian.." ucap Brenda


Mas Frisya dan Kak Sadid melihat ku dengan tegang.


"Kak Sadid, aku mengenal kamu dengan baik... kamu adalah seorang dengan kepribadian yang bisa membuat orang merasa sangat nyaman saat bersama dengan mu, meski tidak bisa dipungkiri, aku sangat kecewa dengan kenyataan yang terjadi.." ucap Brenda sambil menitihkan air mata.


"Jangan menangis Bren.. apapun pilihan mu, aku tidak akan menyesalinya." ucap kak Sadid.


"Mas Frisya... aku sangat mengenal mu sejak kecil, kau adalah salah satu orang yang aku, aku senang karena kau memberi tahu tentang Kak Sadid pada ku... tapi aku juga kecewa, apa harus , menjatuhkan orang lain agar dirimu menjadi yang terbaik ?" ucap Brenda.


Sadid menatap Frisya, menyadari jika ini adalah ulah Frisya untuk menjatuhkannya dimata Brenda.


Frisya tertunduk malu mendengar apa yang diucapkan oleh Brenda.


"Tapi, sudahlah... bagaimana pun aku harus memberikan jawaban atas pertanyaan kalian.." ucap Brenda


Suara Brenda bergetar...

__ADS_1


"Kak Sadid dengan berat hati, aku tidak memilih mu, dan aku memilih bersama mas Frisya... maafkan aku.. " ucap Brenda sambil menangis.


"Kumohon hentikan jangan menangis.." ucap Sadid.


"Meskipun tidak memilih mu kak... Tapi aku akan membantu mu untuk sembuh.." ucap Brenda


"apa kau yakin Bren ??" tanya sadid.


"aku ingin kau sembuh kak, masih banyak yang lebih baik dari ku.. " ucap Brenda


"Terimakasih... Aku akan berusaha untuk sembuh.." ucap Sadid.


"Baiklah, aku tidak ingin mengganggu kalian, aku akan segera pergi.." ucap Sadid.


Brenda berdiri, memeluk Sadid.


"Aku akan segera mengabari mu, berhati hatilah di jalan.." ucap Brenda


"Aku akan menanti kabar darimu.." ucap kak Sadid.


"Selamat untuk mu Fris..." ucap Sadid sambil mengulurkan tangannya.


"Terimakasih.." ucap Frisya.


"bye..." ucap Sadid melambaikan tangan.


Setelah Sadid pergi...


"Brenda.. aku sangat senang hari ini, aku sudah menantinya lama sekali.." ucap Frisya


"Aku senang mendengarnya.." ucap Brenda


"Jadiii... apakah kita sudah bisa dikatakan sebagai pasangan kekasih ?" tanya Frisya.


"Tentu... tapi... " ucap Brenda


"Apa Bren, katakan ?" tanya Frisya


"Aku tidak ingin berlama lama menjadi kekasih mu mas, aku ingin segera untuk menikah.." ucap Brenda


Frisya terkejut...


"Kau bahkan siap untuk menikah ?" tanya Frisya


"Tentu... Apakah kau belum mas ?" tanya Brenda


"Tidak, bukan begitu.. aku.. aku tidak percaya haha.. ini membuatku sangat bahagia.." ucap Frisya kegirangan.


"Kita akan berpacaran dalam 1 bulan dan segera bertunangan, dan segera menikah.." ucap Brenda


"Aku akan menuruti segalanya.. aku berjanji akan membuat mu bahagia bersama ku.." ucap Frisya.


"Aku percaya pada mu.." ucap Brenda.


"Baiklah, kita pergi ke suatu tempat ya.." ucap Frisya


"Ayo.. tapi aku harus pulang pukul 8 karena sudah ada janji.." ucap Brenda

__ADS_1


"Baiklah, aku mengerti.." ucap Frisya


*******


__ADS_2