Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Parrr


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Frisya mulai memacu mobilnya sambil menatap Brenda sejenak dari kaca spionnya.


Setelah mengantarkan Frisya, Brenda, Mami dan Ayah segera masuk.


"Bren hari ini kamu mau ngapain ?" Ucap Mami.


"Brenda akan berjalan jalan disekitar sini mam, Brenda ingin melihat keadaan sekitar." Ucap Brenda


"Berhati hatilah nak, jangan pulang terlambat." Ucap Mami.


"Ya mam, Brenda berjanji." Sahut Brenda.


Beberapa saat kemudian Brenda sudah pergi dan menghubungi orang orang yang dia sebar untuk mencari pemilik tanah dimana dia akan membangun perumahan.


Setelah itu tiba tiba suara handphone berdering.


"Kaiii... !!" Seru Brenda.


"Kau dimana ? Ada apa sebenarnya dengan mu ?" Ucap Kai panik.


"Aku berada dirumah mami, tempatnya jauh dari kota, ada apa memangnya Kai mengapa kau terdengar begitu panik ?" Ucap Brenda


"Bagaimana aku tidak panik, pagi ini tiba tiba aku mendengar jika Hoki Grup kepemilikannya sudah bukan lagi milik mu, tapi milik Frisya, apa yang dia lakukan padamu ?" Ucap Kai khawatir.


"Tidak, dia tidak melakukan apapun padaku aku memang menjanjikan semua itu pada Frisya." Ucap Brenda.


"Memang apa yang dia lakukan ?" Ucap Kai.


"Sudahlah Kai, biarkan saja..." Ucap Brenda


"Lalu kamu sekarang ada ditempat orang tua mu dan apa yang akan kamu lakukan disana ?" Tanya Kai.


"Yaa, apapun Kai, aku disini bisa berkebun aku bisa pergi ke sawah, menjadi buruh disawah pun akan aku jalani." Ucap Brenda menggoda Kai sambil menahan tawa.


"Buruh sawah !!! Brenda tidak.. tidakk... itu tidak boleh terjadi, aku akan pergi menjemput mu sekarang juga tolong beritahu aku dimana posisi keberadaan mu.." Ucap Kai Panik.


"Sudah, aku baik baik saja tidak perlu kemari." Lanjut Brenda.


"Brenda mengapa kau begitu tega padaku, tolong katakan padaku dimana kau sekarang ?" Desak Kai.


"Cari tahu sendiri, aku menunggu mu." Ucap Brenda.


"Astaga gadis ini." Ucap Kai.


Kemudian Brenda segera mematikan Handphonenya. Kai merasa sangat kesal dengan apa yang Frisya lakukan, sore harinya Kai datang menemui Frisya dirumahnya.


Kai mengetuk pintu rumah Frisya, beberapa saat kemudian seorang wanita membuka pintu rumahnya.


"Siapa yang anda cari tuan ?" Ucap Wanita itu.


"Siapa lagi, segera katakan pada Frisya aku disini." Ucap Kai kesal.


Wanita itu segera kembali masuk dan mengatakan pada Frisya jika Kai ingin menemuinya. Dengan senang hati Frisya keluar dengan sikapnya yang cukup arogan.

__ADS_1


"Oww, aku terkejut ternyata kau yang datang." Ucap Frisya.


"Katakan padaku, mengapa kau melakukan hal seperti ini pada Brenda, mengapa semakin lama sikapmu persis seperti drakula yang meminum dara seseorang." Kesal Kai.


"Ahh, jadi tentang Hoki Grup... Jadi sebenarnya apa yang kau inginkan ?" Ucap Frisya.


"Kembalikan Hoki Grup pada Brenda, apa kau tidak tahu jika Hoki Grup adalah jiwa bagi Brenda." Ucap Kai.


"Lantas apa yang bisa kulakukan ? Brenda menyerahkan Hoki Grup padaku tanpa aku meminta apapun." Bangga Frisya.


"Mengapa kau semakin brengsek !!" Kecam Kai.


"Baiklah, begini saja... Duduklah terlebih dahulu." Ucap Frisya.


"Aku tidak sudi duduk bersama dengan pria penghisap seperti mu." Tolak Kai keras.


"Terserah padamu, tapi aku bisa mengabulkan keinginan mu untuk mengembalikan Hoki Grup pada Brenda." Jelas Frisya sambil menenggak minumannya.


Kai mendengarkan ucapan Frisya dengan seksama.


"Tapi dengan syarat." Ucap Frisya.


"Syarat ? Apa syaratnya ?" Ucap Frisya.


"Kau, apapun yang terjadi... Kau tidak akan pernah menikahi Brenda." Ucap Frisya.


"Memang kenapa jika aku menikah dengan Brenda itu tidak ada urusannya dengan mu!" Ucap Kai.


"Itu artinya Brenda tidak akan pernah mendapatkan Hoki Grup kembali." Ucap Frisya enteng.


"Aku tidak melakukan kesalahan apapun sialan !!" Ucap Frisya kesal.


Beberapa saat kemudian Kai pergi begitu saja dari rumah Frisya tanpa ada kesepakatan apapun yang terjalin diantara mereka.


Kai menghubungi seseorang.


"Bagaimana sudah kau temukan lokasinya ?" Ucap Kai.


"Tentu tuan, saya akan mengirim lokasinya." Ucap seseorang itu.


Beberapa saat kemudian.


"Astaga, bahkan perjalanannya membutuhkan waktu yang sangat lama." Keluh Kai.


"Aku tidak akan bisa berangkat sendiri, aku membutuhkan seorang sopir." Ucap Kai sambil memutar balik arah mobilnya kembali pulang.


Keesokan harinya...


Kai segera bergegas pergi menuju rumah Brenda. Dia ditemani seorang sopir, disisi lain Kai tidak mengetahui jika Frisya juga bermaksud untuk pergi untuk mengunjungi Brenda kembali. Frisya Berangkat saat sore hari sedang Kai saat pagi hari.


Saat tengah hari, Kai sudah sampai di tempat Brenda namun Kai tidak menemukan Brenda dirumahnya jadi dia memutuskan untuk menghubungi temannya untuk melihat dimana keberadaan ponsel Brenda saat ini.


Beberapa saat kemudian Kai sudah menemukan lokasinya dan segera pergi. Disana Kai melihat Brenda sedang berada dibawah terik sinar matahari dengan seorang pria seperti sedang melakukan survei lapangan. Percakapan mereka cukup serius membuat Kai enggan memotong pembicaraan mereka dengan menyapa Brenda.

__ADS_1


Setelah percakapan mereka selesai, Kai segera turun.


"Brenda !!" Seru Kai.


Brenda langsung menoleh kearah asal suara.


"Kaii !!" Seru Brenda sambil berlarian kecil menuju Kai dan berhenti memeluk Kai dengan hangat.


"Aku menemukan mu..." Ucap Kai.


"Aku senang melihat mu berada disini." Ucap Brenda.


"Apa yang kau lakukan disini ?" Ucap Kai.


"Aku akan membangun sebuah perumahan disini, ini sangat menarik perhatian banyak orang ditahun tahun sekarang." Ucap Brenda


"Tapi kau seorang CEO perusahaan besar Brenda." Lanjut Kai.


"Tapi Kai, perusahaan itu seperti kastil istana pasir, yang akan mudah hancur kapanpun." Ucap Brenda.


"Tapi kau belum berakhir." sela Kai.


"Sudahlah, kau dari perjalanan jauh jadi kita sekarang pulang dan kau harus makan sesuatu." Ucap Brenda.


"Terimakasih Brenda. Kau bahkan masih sempat memperhatikan orang lain." Ucap Kai.


"Aissh, apa yang kau katakan..." Ucap Brenda sambil menggandeng tangan Kai mesra.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di rumah Brenda.


"Selamat datang dirumah ku, ahh maksud ku rumah Mami ku." Ucap Brenda.


"Astaga, aku bahkan tidak membawa hadiah apapun bagaimana bisa aku bertemu calon ibu mertua." Ucap Kai.


"Apa yang kau katakan ?" Ucap Brenda terkekeh.


"Dimana mami dan Ayah mu ?" tanya Kai.


"Mereka sepertinya sedang pergi." Lanjut Brenda.


"Frisya menawarkan kesepakatan dengan ku." Ucap Kai.


"Kesepakatan apa ?" tanya Brenda.


"Dia akan mengembalikan Hoki Grup padamu dengan syarat apapun yang terjadi aku tidak boleh menikahi mu." Ucap Kai.


"Lalu kau mengiyakan permintaannya ?" Ucap Brenda.


"Tentu saja tidak !!" Ucap Kai keras.


"Ahh, kau ternyata masih ingin menikahi ku yaa..." goda Brenda pada Kai.


Kai tersenyum .

__ADS_1


"Kau pikir siapa di dunia ini yang ingin kehilangan kesempatan untuk memiliki mu ?" Ucap Kai.


Brenda tersenyum malu.


__ADS_2