Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
H-5 Kepulangan Gun Woo


__ADS_3

15 menit kemudian aku selesai mandi dan berganti pakaian, dan segera turun. Aku melihat Mas Frisya duduk sambil membaca koran dengan di temani secangkir kopi hangat.


"Uuh, dia sangat manis untuk ukuran seorang Pria dewasa." ucap ku dalam hati.


Mungkin karena pagi ini aku akan pergi kerumah mami, jadi jiwa manja ku menjadi jadi.


"Selamat pagi mas.." ucap ku seraya memeluk mas Frisya dari belakang.


"Selamat pagi.. apakah kau benar benar sudah mandi ??"


"Tentu saja.. apakah masih bau mas ??"


"Selalu dan sangat bauu.. membuat ku ingin selalu dekat dekat dengan mu.."


"Iihh.. udah yukk.. ntar kesiangan loh.." ucap ku


"Iyaa.. yuk cepet masuk mobil." balas mas Frisya.


Aku hanya tersenyum melihatnya nampak bahagia.


Ditengah perjalanan..


"Brenda.. kau tahu.. ini kedua kalinya kita pergi kesana berdua .. aku sangat bahagia.." ucap mas Frisya berbunga bunga.


"Iya mas Frisya aku juga sangat bahagia.." ucap ku seraya menggenggam tangan mas Frisya.


"Mungkin aku egois tapi jika boleh aku meminta.. tinggalkan gun woo dan menetaplah di sisi ku."


"Mass... mengapa kau merusak suasana.. tolong.. hari ini adalah milik kita, sebelum akhirnya ku putuskan untuk memilih siapa." ucap ku sambil menatap kaca mobil.


"Maafkan aku.. aku sangat Frustasi memikirkan hal ini."


Aku mencium lembut pipinya, berharap dia berhenti bicara.


"Gadis nakal.." ucapnya sambil tertawa.


"Mass.. kamu makin ganteng loh mas kalo lagi ketawa gini.."


"Iya, mas bisa ketawa lepas gini cuman sama kamu.. "


"Iih gombal dehh.. beneran.. "


Sepanjang perjalanan kami saling menggoda, bercanda dan tertawa bersama...


Tanpa terasa Kami sudah dekat dengan tujuan kami, mas Frisya mengajakku berhenti di suatu tempat yang menjual oleh oleh.


"mami suka kue balok ini.. kita beli 5 kotak ya mas.. " ucap ku pada mas Frisya


"sama buah persik ini dek.. mami juga suka.." sahut mas Frisya.


"Iya iya.. duuh hafal bener yakk.. "


"Iya dong, kesukaan mami mertua yaa, ga boleh di lewatin.."


Aku tersenyum mendengar ucapan nya.


"Mbakk.. mbakk... " panggil ku kepada pelayan yang ada di dalam toko.


"Iya mbak ada yang bisa saya bantu ??" ucap pelayan itu.


"Kue balok ini 5 kotak, dan buah persik ini 5 kilo yaa.."


"Baik mbak, mohon tunggu sebentar saya buatkan parcel buahnya." ucap pelayan itu dengan ramah.


Saat pelayan itu merapikan parcel yang kami belu dia menatap mas Frisya tanpa sengaja.

__ADS_1


"Mas, gak sekalian manisan mangganya ?? biasanya sekalian manisannya kalo beli.." ucap pelayan itu pada mas Frisya


"Ahh, itu iya. yaa.. bungkus juga 5 kilo mbak.." ucap mas Frisya agak gugup.


"Buat siapa mas ??" tanya ku


"Buat... yaa.. buatt.. ayah kamu.." jawab mas Frisya.


"Loh, emangnya ayah suka manisan mangga yaa... loh aku kok gak tahu.. ??"


"Yaa, ya udah lah Dekk... gak Perlu di bahas.. orang cuman manisan mangga doang lo.." ucap mas Frisya.


"Baiklah.. mungkin aku sedikit berlebihan.." pikir ku.


"Ini mbak uangnya.." aku menyerahkan uang pada pelayan itu.


"Duh mas.. baru kali ini kesini bawa pasangan.. istrinya yaa mbak ??" ucap pelayan itu lagi membuat ku kaget.


"eh. buu..." ucapan ku terpotong.


"Iya mbak, doain aja yaa semoga segera menjadi jodoh.." ucap mas Frisya sambil tertawa.


"Ehh ya ampun.. ketawanya.. sumringah banget.. apa baru jadian yaa.. atau sebentar lagi mau nikah yaa, iihh serasi bangett " ucapan mbak ini membuat mas Frisya menggila.


"Mbak ini bisa aja.. udah kan ya mbak.. makasih yaa.." ucap ku undur diri.


"Biasa mbak dia masih malu malu gitu.." ucap mas Frisya tertawa melihat wajah ku memerah.


"eh, mbak.. kembaliannya... " seru pelayan itu yang masih belum berhenti tersenyum.


"Udah deh mbakk.. ambil mbaknya.. makasih yaa.. " ucap ku sambil melambaikan tangan.


"Mari mbak.. " ucap mas Frisya.


Kami melanjutkan perjalanan kami yang tinggal sedikit.


"Apa ?? kenapa diam aja ?? kamu marah dek ??"


"Gak mas.. aku cuman lagi mikir.. kamu kok bisa kenal kayak akrab gitu sama mbak itu.. padahal bukannya kamu kerja mulu ya.."


"Aku juga harus menikmati hidup ku Dek.. terkadang aku harus berkunjung untuk memastikan sesuatu.."


"Oh, begitu..." ucap ku singkat.


Saat sampai di tengah hutan pinus, mas Frisya berhenti di pinggir jalan.


"Mass.. masih jauhh.. kok berhenti di sini sih.. kamu mo pipis yaa.."


"Enak aja kalo ngomong..." ucap mas Frisya sewot.


"Lantas, mau apa ??" tanya ku.


"Aku seneng banget tauu, pas dia bilang kita itu serasi sebagai pasangan ..."


"Lalu ??"


Cup..


Mas Frisya mencium bibir ku dengan lembut. aku seperti di hipnotis... maniss sekali... Karena keenakan aku terus diam dan memejamkan mata.


"Yuk.. kita lanjut jalan ya dekk.. bentar lagi sampai.." ucap mas Frisya membubarkan aku yang terlena.


"Iih, jahat amat siih... enak enaknya di ajakin jalan.. " ucap ku cemberut.


"iya ntar lagi deh mas janji..." ucap mas Frisya.

__ADS_1


"Ih, bisa aja.."


1 jam kemudian kami sampai...


"Yee.. udah sampekk.. yuk mas turun.."


"Turun ?? emmh.. mas capek.." ucap nya dengan mengelus punggung ku lalu menyenderkan kepalanya pada pundak ku .


"Yaudah.. ayo turun.. ntar istirahat di kamar.."


"Sama kamu yaa.." ucap mas Frisya.


"Ih ngawur.. ketahuan ntar di kawinin paksa ntar kita.."


"Aku siap nikahin kamu kapan aja, dan aku siap hamilin kamu kapan pun." ucap mas Frisya.


"Hadeuhh keumaat dahh.. ya dah kalo gak mauu, biar aku yang turun duluan.. bye.."


Aku segera turun dan diikuti oleh mas Frisya.


"Dekk oleh olehnya jangan lupa.."


"Ihh kan ada mas.. aku gak kuat.. berat tauuk."


"Iya ya... biar mas mu ini yang bawa, untung mas suka olahraga jadi gak lembek."


"Mamii... aku datang.. mami.. " tingg tungg seraya memencet tombol bell rumah.


(Mas Frisya menelfon seseorang)


"Halo, iya tante.. aku sama Brenda baru aja sampai.. tanye dimana ?? Ooh masih kondangan yaa.. okey.. okey.. biar aku sampaikan sama Brenda tante."


"Mami mas ?? kemana katanya ??"


" Ada hajatan di desa sebelah, jadi tante lagi nolongin disana gitu, jadi kita disuruh masuk aja dulu.. kuncinya di bawah koset depan pintu masuk."


"Ahh iya mas.. ini yaa.. yuk masuk...aku udah capek.."


"Ayo mas Frisya juga capek.."


Aku segera membersihkan tubuh ku dan berganti pakaian, lalu duduk didepan tv bersama mas Frisya.


Diam diam mas Frisya merangkul pinggul ku dan meraba ** ku dari samping. dengan posisi tetap menatap televisi. Aku tidak mau kalah aku dengan terang terangan menyentuh, dan memijit mijit ***** mas Frisya yang memakai celana kolor itu.


"Idiih mesum mulu kalo sama mas Frisya dehh.." ucap ku dalam hati.


Mas Frisya perlahan sudah melepaskan tangannya dari pinggul ku.


Karena aku sedang serius menonton tv, dan jari ku bermain diatas ***** mas Frisya yang mulai menegang, hingga membuat ku tidak sadar pintu rumah di buka.


Akhirnya, Mami melihat apa yang aku lakukan pada mas Frisya. Tiba tiba...


"Aduuhh...(aku merasa rambut ku di jambak) eh.. mami... kapan pulang mii.."


"Ngapain ?? lagi ngapainn tangan kamu ??" sambil menunjuk tangan ku yang masih ada diatas junior mas Frisya .


"Ehh.. aduuh.. ini tangan kok.. aduuh gak sengaja mii.." aku gelagapan, aku juga mengingat bila tangan mas Frisya tadi merangkul pinggul ku, tapi saat kulihat sudah tidak, malah mas Frisya sudah tertidur disamping ku.


"Mangkannya cepet nikah.. udah waktunya tuh kamu.." ucap mami menegur.


"Ehm, gara gara ms Frisya nihh.. iih nyebelinn.." ucap ku sambil menatap mas Frisya.


Tiba tiba mas Frisya membuka mata nya.


"Haha lagi dong dek, junior ku candu nih sama tangan kamu, apalagi bibir kamu.."

__ADS_1


"iih ngerjain aku mulu dehh.. ." kesal ku.


*********


__ADS_2