
****
3 Hari berlalu sejak Rama dirawat di rumah sakit, Frisya mencoba menghubungi Brenda namun tidak bisa. Frisya mendatangi Barra Hotels, namun Brenda sudah check out 2 hari yang lalu.
Frisya segera mengutus orang untuk mencari tahu dimana keberadaan Brenda. Hingga akhirnya Frisya tahu jika Brenda sudah pulang ke tanah air.
"Bagaimana bisa kau pergi tanpa memberi kabar pada ku Bren ?" tanya Frisya.
Frisya terduduk di kursi depan Ruangan Rama. Rama datang dengan duduk di kursi roda.
"Apa yang terjadi padamu Friss ?? mana Brenda ??" tanya Rama
"Brenda sudah pulang.." ucap Frisya.
"Lalu ? apakah kau sudah mengatakan perasaan mu padanya ?" tanya Rama
"Menurut mu ? apa aku akan menyia nyiakan kesempatan ?" ucap Frisya
"Lalu apa jawabnya ?" tanya Rama
"Entahlah.. mungkin dia sudah tidak mencintai ku." ucap Frisya dengan mata berkaca kaca.
"Tidak Fris, jangan menyerah semudah ini... aku tahu Brenda mencintai mu.. hanya saja tidak mudah untuk Brenda, untuk jatuh cinta lagi setelah luka yang sangat dalam harus dialaminya." ucap Rama.
"Lalu apa yang harus aku lakukan ? aku tidak bisa melakukan apapun.." ucap Frisya
"Susul dia Friss... aku janji akan segera datang dan membantu mu.." ucap Rama.
"Kau benar... aku akan segera menyusulnya." ucap Frisya
******
Hari itu juga Frisya segera memerintahkan untuk pengawalnya menyiapkan pesawat jet pribadinya, untuk pergi ke tanah air setelah sekian lama baru kali ini dia kembali.
Beberapa jam kemudian Frisya tiba.
Frisya segera mendatangi rumah Brenda, sayangnya Brenda sudah pindah ke rumahnya yang baru.
Frisya memilih untuk pulang dan menyuruh pengawalnya untuk mencari tahu dimana rumah Brenda yang baru.
"Sial bahkan saat sudah disini pun aku tidak bisa menemui dia dengan mudah." ucap Frisya sambil meremas gelas di tangannya hingga pecah dan tangannya terluka.
Seorang pelayan yang melihat apa yang dilakukan Frisya langsung menghubungi Rama.
__ADS_1
"Astaga !! bayi besar itu tidak bisa membuat ku tenang sebentar saja." ucap Rama kesal.
*****
Beberapa saat kemudian pengawal Frisya sudah menemukan alamat Brenda sekarang.
Frisya hendak langsung berangkat untuk pergi ke rumah Brenda, Sayangnya telepon dari Rama membuat Frisya menghentikan langkahnya.
"Apa maksudmu untuk aku jangan menemui Brenda dulu ? lantas untuk apa aku kemari ?" tanya Frisya dengan nada tinggi.
"Friss dengarkan aku, dua hari yang lalu Debora bertemu dengan Brenda... Debora mengungkapkan semua tentang dirimu, dan sekaligus meminta Brenda agar kembali pada mu..." ucap Rama
"Lalu ? Apa yang Brenda katakan ?" tanya Frisya
Rama menceritakan segalanya yang dia dengar dari Debora, hal itu membuat hati Frisya pedih. Frisya merasa Gun Woo adalah seorang pria yang sangat beruntung karena memiliki kekasih seperti Brenda, bahkan kematian tidak menghapus rasa cintanya pada Gun Woo.
"Hai bayi Besar !! kau mendengar ucapan ku atau tidak ??" ucap Rama dari seberang telepon.
"Lalu... apa kau memiliki rencana ?" tanya Frisya
"Tentu... aku sudah memikirkannya, tunggu aku kita akan melakukan operasi Cinta untuk mu dan juga Brenda.." ucap Rama
"Baiklah aku menunggu mu, datanglah 1 jam dari sekarang.." ucap Frisya
"Astaga gilaaaa.. kau ini... dengar aku hanya bisa naik kelas bisnis dan itu pun tetap memakan waktu yang lama, kau bahkan tidak menawarkan jet mu untuk ku, itupun harus memakan waktu berjam jam sebelum aku sampai." ucap Rama kesal.
Rama hanya menggelengkan kepalanya dan segera mematikan teleponnya.
*****
Keesokan harinya pengawal Frisya mengatakan jika lusa Brenda akan pergi ke suatu tempat persemayaman pukul 10 pagi.
Rama datang pukul 9 pagi bersama dengan Debora dan beberapa pelayan dan langsung disambut oleh Frisya.
"Selamat datang datang kembali teman ku Rama.. bagaimana kabar mu." ucap Frisya sambil tersenyum menyeringai.
"Hm.. senyuman mu itu bahkan membuat ku lebih takut daripada biasanya." ucap Rama.
"Sudahlah... aku menunggu mu di ruang kerja ku.." ucap Frisya.
*****
Ruang kerja Frisya.
__ADS_1
"Apa kau benar benar belum menemui Brenda Friss ?" ucap Rama.
"Ya.. aku bahkan menuruti ucapan mu, apakah kau tidak percaya pada ku ?" tanya Frisya
"Wah, hebat baru kali ini kau mementingkan akal daripada ego mu Fris.." ucap Rama
"Sial kau.. cepat katakan apa rencana mu.." ucap Frisya
"Fris.. kau tahu jika Brenda sudah pernah kehilangan, dan itu benar benar menyakiti perasaannya, jadi kau yang harus berusaha membangun kembali rasa cinta dihati Brenda, aku yakin jika Brenda masih sangat mencintai mu, hanya saja dia takut untuk kehilangan lagi dan memilih untuk tidak merasakan cinta lagi." ucap Rama
"Caranya ?" tanya Frisya
" Apakah kau sudah bilang jika kau mencintai Brenda saat di Rio ?" tanya Rama.
"Tentu.. aku bahkan mengatakannya berkali kali pada Brenda." ucap Frisya
"Brenda kini bukan Brenda yang dulu Friss, dia sudah pernah mengalami hal yang sulit dalam hidupnya, jadi menurut ku dia pasti mencari pasangan yang mampu mengerti hatinya, bukan hanya mampu mengucapkan kata cinta untuknya. " ucap Rama
"Seperti itu... " ucap Frisya.
"Mulai sekarang, berhenti untuk mengatakan cinta pada Brenda... buat dia jatuh cinta pada mu, seperti pertama kali kau datang kembali dalam hidupnya sebagai Frisya, bukan Rakhman." ucap Rama
Mendengar ucapan Rama seperti ada harapan di hadapan Frisya.
"Terimakasih... aku akan melakukan semuanya seperti yang kau katakan." ucap Frisya
"Tapi Fris, ada sedikit masalah.." ucap Rama.
"Apa " tanya Frisya
"kau masih suami orang lain... aku rasa itu pasti juga membuat Brenda berpikir dua kali untuk mencintai mu.." ucap Rama.
"Ah, kau benar... setelah aku menceraikan Debora pastikan kalian berdua akan menikah.." ucap Frisya sambil tertawa.
"Mengapa kami menikah ?" tanya Rama
"Sudahlah jangan terlalu naif, aku tahu sejak lama, kau sering memperhatikan Debora dengan diam diam.. " ucap Frisya
"Sudahlah.. selesaikan dulu masalah mu, baru membahas tentang ku.." ucap Rama
"Tentang ku.. hahaha... Baiklah jika itu mau mu.. kau kabari saja dulu Debora, dan segera ajukan gugatan ke pengadilan " ucap Frisya.
"Baiklah.." ucap Rama.
__ADS_1
*****
**************