Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Kenangan masa yang sulit.


__ADS_3

"Lalu ?? yang ku perbuat adalah semakin membuatnya kesal di kantor.." ucap ku dalam hati..


"Mami, sudah ya.. Frisya baik baik saja.. ku mohon.. sudahi ya.. Brenda sudah cukup shock.." ucap mas Frisya.


"Nak.. kamu memang baik luar dalam.. Mami akan mendukung apapun keputusan kamu.. asal jangan tinggalkan Mami dan ayah ya.."


"Frisya, bawa Brenda pergi dulu.. biar dia tenang dulu." ucap Ayah.


"Kamu terlalu memanjakan gadis itu yah.. "


"Sudah mii.. sudah cukup yaa.. semoga Brenda segera sadar dan berubah pikiran."


"Dek... ikut mas yuk.." mas Frisya merangkul ku berjalan keluar rumah menuju mobil.


Saat berjalan melewati pintu aku menatap ke arah mami yang menangis di pelukan ayah.


Sebesar itu cinta mami untuk mas Frisya.


"Dek.. maafin mami yaa.. mami hanya terbawa emosi.." ucap mas Frisya.


Mas Frisya mengajak ku pergi melihat air terjun yang tedapat di dekat rumah mami.


"Ya ampun indah banget.... " ucap ku.


"Iya indah seperti kamu dek.." ucap mas Frisya.


Aku menatapnya sayu, mata ku sembab karena lama menangis.


"Sudah.. jangan di pikirin mami mu itu sayang banget sama kamu kok..." jelas mas Frisya.


"Malam ini aku ingin menginap di hotel saja mas.." ucap ku.

__ADS_1


"jangan.. pulang saja.. kamu kan rumahnya disini, ngapain ke hotel ??" tanya mas Frisya


"Kamu tau sendiri gimana ucapan mami tadi sama aku.. itu nyakitin banget tauu.. aku tau aku salah.. tapikan aku anaknya.." ucap ku nyerocos.


"Brenda.. apa kamu suka yaa di sebut gadis kecil di usia mu ..???"


"lah, itu juga.. selalu gadis kecil, aku ini gadis dewasa mas... kam gak lihat ini unur aku dan tampilan aku.. sangat meremehkan aku tau gak.." ucap ku dengan wajah sebal.


"Kalo kamu malu, disebut gadis kecil.. tunjukan pada mereka.. bukan malah lari dan semakin membenarkan sebutan gadis kecil itu.." ucap mas Frisya.


"Maksudnya mas ??"tanya ku.


"Brenda.. kamu pikir mami mu marah itu di buat buat kah ?? Kau bahkan tidak tahu apa saja yang sudah dialaminya hingga dia marah seperti itu."


"tapi kan aku anaknya mas.." bela ku.


"Karena kau anaknya dia semakin kecewa.. biar aku ceritakan sekelumit masa sulit mami mu.. Dulu, Ayah mu pernah jatuh di kamar mandi, setelah di periksa dokter ternyata itu menyebabkannya pembengkakan di saraf otaknya yang menyebabkan terjadinya pembekuan darah di otak. mungkin mami mu punya biaya untuk hidup mereka, tapi tidak punya uang untuk membayar operasi yang harus di jalani ayah mu.." jelas mas Frisya.


"Haha, kau memang gadis kecil Bren... Sayangnya hidup tidak sebaik itu. ayah mu tidak sadar diri selama 6 bulan karena tidak punya biaya untuk di operasi, setelah uang Mami mu habis, dia mulai menjual rumah yang sekarang di tinggali... tapi sayangnya masih belum cukup untuk membayar biaya operasi ayah mu. Mami mu sudah sangat putus asa, dia tidak memiliki apa apa... lalu dia mendengar jika Cak Man, juragan sapi di desa sebelah adalah seorang rentenir yang sangat kaya dan akan meminjamkan uang dalam jumlah yang cukup besar. Mami mu tertarik.. namun sayangnya saat mami mu datang... Memang benar Cak man itu mau meminjamkan uang dalam jumlah yang cukup besar pada mami mu, tapi sayangnya sebagai gantinya, dia meminta mami mu atau kau akan menikah dengan dia. Hancur hati mami mu, kesulitan yang tidak berujung. bayangkan saja jika di memberikan dirimu.. bukankah itu hal konyol memberikan mu pada orang tua itu.. sedang jika mami mu memberikan dirinya bagaimana dengan ayahmu saat dia sadar.. Dia mencoba untuk menghubungi dirinu, tapi dia bilang kau bahkan tidak meresponnya... Mami mu menghubungi semua koleganya, tapi sayangnya mereka menghilang begitu saja. akhirnya, karena mami mu berpikir semua jalan tertutup untuknya, akhirnya dia memutuskan untuk kembali menerima tawaran dari juragan sapi tua itu.. namun saat dijalan mungkin mami mu kelelahan dan akhirnya tertabrak mobil ayah ku.. Itulah saat pertemuan pertama kami.. Dia tidak sadar selama dua hari.. setelah sadar mami mu menangis tersedu sedu menceritakan semua hal buruk yang terjadi pada nya... Aku membutuhkan sosok seorang Ibu, itu yang dikatakan ayah angkat ku.. jadi Ayah ku membantu mami mu dan berharap aku bisa mendapatkan sosok keluarga lengkap dari ayah dan mami mu, karena memimpin perusahaan bukan hanya dari ketegasan tapi juga dari hati. Beberapa bulan setelah ayah mu melakukan beberapa kali operasi lalu, kembali sadar dan sehat . Ayah angkat ku meninggal, aku mewarisi semua harta milik ayah angkat ku, aku tidak terlalu lama bersedih karena aku memiliki ayah dan mami di samping ku.. " panjang lebar dia menjelaskan keadaan mami di masa lalu.


"Benarkah itu ???" aku menangis sesegukan di pelukan mas Frisya.


"Jadi wajar jika mami mu, sangat menyayangi ku. soal dia ingin kau menikah dengan ku, itu adalah hak mu untuk menolak Brenda. Aku tetap akan menjadi anak mereka."


"Mas... ayo pulang... aku ingin bertemu mami.." ucap ku.


"Kau yakin Brenda ?? Apakah kau sudah lebih baik.. ??" tanya mas Frisya.


"Iya.. aku yakin.."


Aku dan mas Frisya, kembali pulang untuk segera bertemu mami. 5 menit kemudian kami sampai.

__ADS_1


Aku memasuki rumah langsung menuju kamar mami..


"Mami..." ucap ku saat memasuki kamar mami.


"Apa ?? kamu masih mau marah sama mami ??" tanya mami.


"Maafin Brenda mii.. hiks hiks hiks.. Brenda anak yang gak berguna buat mami sama ayah.." aku meminta maaf pada mami.


"Ini beneran kamu Bren ?? kamu ga papa kan ?? kamu gak sakit kan ??" ucap mami sambil memeriksa suhu tubuh ku..


"Ih mami.. beneran hiks hiks anaknya minta maaf malah di bercandain ihh.. nyebelin.." ucap ku


"Kamu banyak berubah sekarang yaa.." ucap mami sambil menitihkan air mata di tengah senyumnya.


"Maaf ya mii... aku terlalu sombong... hingga aku tidak sadar dengan yang terjadi pada Keluarga ku.." huhuhu..


"Lalu ?? bagaimana... dengan Frisya ku yang malang ?? tolong menikah lah dengannya.."


"Untuk itu.... bisakah kita membicarakan nya saat gun woo pulang mi ??"tanya ku.


"Baiklah mami juga ingin tahu seperti apa pilihan mu."


"Baiklah.. aku sayang mami.." ucap ku sambil memeluk mami.


"Dasar gadis nakal.." ucap mami sambil menyentuh hidung ku.


Ayah dan Mas Frisya mengintip dari balik pintu kamar .


"Mengapa ini sangat mengharukan nak.." ucap Ayah pada mas Frisya.


"Benar ayah... aku sangat bahagia melihat mereka berdua." ucap mas Frisya sambil menitihkan air mata.

__ADS_1


****\*


__ADS_2