
Sayangnya ini terlalu nikmat untuk mereka lepaskan. Tanpa mereka sadari 30 menit berlalu, hingga suara mobil pun tidak mereka indahkan...
Perlahan langkah itu semakin mendekat... mendekat dan....
Dan kemudian bik Sari langsung mengetuk pintu, membuyarkan apa yang sedang mereka berdua lakukan.
Kai malu setengah mati setelah apa yang dilakukan bik Sari.
"Ada apa ?" tanya Brenda enteng pada bik Sari.
"Maafkan saya tuan dan Nona Brenda, tapi ini gawat darurat, di depan ada tuan Frisya nona Brenda.." ucap bik Sari gemetaran.
"Benar kah ? Ak..." ucapan Brenda terputus, Kai berdiri mematung... entah dia merasa seperti kehilangan muka saat itu.
"Kamu kenapa Brenda ?" tanya mas Frisya yang sudah berdiri di pintu kamar.
"Ah, tidak... aku hanya sedikit pusing dan Kai menolong ku.." ucap Brenda meyakinkan mas Frisya.
"Benarkah ? Terimakasih Kai, kamu sudah menjaga kakak ipar mu dengan baik." ucap Frisya
Kai hanya bisa mengangguk, wajahnya terasa panas, pikirannya kacau saat mengingat bagaimana bik Sari bisa masuk begitu saja dan menghentikan mereka.
"Kak, sepertinya kakak sudah tidak sibuk.. aku pulang saja.." ucap Kai.
"Ah, tidak Kai, aku hanya berkunjung sebentar untuk bertemu Brenda.." ucap Frisya
"Baiklah aku akan menunggu di bawah." ucap Kai.
*****
"Apa kamu sakit sayang ?" tanya Frisya sambil memeluk Brenda dalam dekapan hangatnya.
"Tidak, sepertinya hanya kelelahan sedikit " ucap Brenda menyentuh pipi Frisya.
Mata mereka berdua bertemu cukup lama.
"Aku rasa aku masih mencintai mu mas Frisya.." ucap Brenda dalam hati.
"Wah, sayang sekali mas mu ini lagi gak punya banyak waktu.." ucap Frisya sambil mengecup bibir Brenda.
"Apa kamu sudah akan berangkat ?" tanya Brenda
"Hmm... ( melihat jam tangan ) 10 menit lagi mas berangkat.." ucap Frisya
__ADS_1
"Kamu udah makan ? makan dulu yuk mas.. kamu jangan sampai telat makan loh.." ucap Brenda
"Aku tidak sabar untuk menunggu dimana setiap hari saat kamu akan mengatakan itu pada ku.." ucap Frisya
"Ih... apaan cobaa.. ihh ngehalu yaa.." ucap Brenda
"Setelah bertunangan, mas ingin ngajak kamu liburan, kita pergi menengok ayah.. gimana ?" tanya Frisya
"Terimakasih, kamu sangat pengertian mas Frisya.." ucap Brenda
"Mas Frisya harap kamu selalu bahagia disamping mas.." ucap Frisya
"Itu pasti... hehe.." ucap Brenda.
"Kamu sangat manis Bren, Mas tidak akan pernah menyakiti mu.." ucap Frisya
"Berhenti mengucapkan kalimat kalimat aneh mas.." ucap Brenda
"Kamu juga harus bahagia bersama dengan ku.." ucap Brenda
Tiba tiba suara handphone berdering...
Drrrt.... Drrrrtt... Drrrrt....
"Kau sangat cerewet Ram. ya, aku akan segera datang.." ucap Frisya
"Pergilah... permudah sedikit pekerjaan Rama.." ucap Brenda
"Eh, kamu tidak boleh perhatian pada orang lain selain aku.." ucap Frisya
"Idih... cemburu sama Rama ??" tanya Brenda.
"Apa tidak boleh ?" tanya Frisya
"Tentu tidak boleh.." ucap Brenda
"Mengapa ?" tanya Frisya
"Karena seumur hidup ku aku tidak akan memilih pria seperti Rama, dia bukan tipe ku..hahaha " ucap Brenda
"Astaga gadis ini kalo ngomong, nyakitin juga yaa.. hahaha.. baguslah jika memang kamu sudah sadar sejak awal." Ucap Frisya.
"Udah gih berangkat..." ucap Brenda
__ADS_1
"Ah, disini sangat nyaman, mas enggan pergi.." ucap Frisya manja.
"Idih.. ayo cepat berangkat ayo.." ucap Brenda sambil Frisya masih memeluk Brenda berjalan keluar kamar.
saat melewati Kai.
"Apa ini... Frisya sangat memuakkan.." ucap Kai kesal.
"Hm... Kalian sudah seperti pengantin baru.." ucap Kai.
"Hahaha, aku sampai lupa jika yang jomblo masih disini.." ucap Frisya
"Kau memang sangat menyebalkan.." ucap Kai.
"Baiklah dek mas Frisya berangkat dulu, besok berdandanlah dengan sangat cantik, mas tidak sabar untuk besok.." ucap Frisya
"Kai, kakak berangkat dulu, hati hati tolong jaga kakak ipar mu.." ucap Frisya
"Bisa diatur kak.." ucap Kai.
"Iya.. iyaa... bye mas Frisya.." ucap Brenda
****
"Kai, aku bersiap dulu sebentar" ucap Brenda sambil kembali pergi ke kamarnya.
Kai masih tetap terngiang tentang apa yang terjadi tadi, bahkan Brenda memperlakukan dia seperti tidak ada yang terjadi diantara mereka, namun rasa malu Kai pada Bik Sari cukup membuatnya sedikit frustasi.
"Haaah ~~~ Bagaimana bisa aku tidak mendengar suara orang datang " keluh Kai sambil mengacak acak rambutnya.
"Tuan Kai..." ucap bik Sari mendekati Kai.
Kai langsung salah tingkah dibuatnya.
"Ah, bik..." ucap Kai.
"Soal tadi..." ucapan bik Sari terpotong.
"Ah, soal tadi saya bisa jelaskan.. " ucap Kai.
"Tuan, saya hanya ingin menyampaikan... bahwa saya hanyalah pembantu nona Brenda, jadi melindungi nona Brenda dari hal hal yang merugikannya itu adalah kewajiban saya, selebihnya saya tidak pernah melihat ataupun mendengar apapun mohon tuan Kai bersikap biasa saja pada saya.." ucap bik Sari menjelaskan dan menenangkan Frisya.
"Oh, begitu... Baiklah, terimakasih bik.. beruntung Brenda memiliki bibik.." ucap Kai.
__ADS_1
*****