Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Kencan buta pertama


__ADS_3

Setelah bertemu dengan Debora aku langsung masuk ke dalam ruang kantor ku. aku pusing memikirkan hal ini. jadi aku berkirim pesan dengan Gun Woo.


"**Hai tuan seung gun woo, apa yang sedang kau lakukan ?? " Brenda


"Aku baru saja selesai meeting, ada apa ?? apa kau merindukan ku ??" Gun Woo


"Merindukan mu ?? Kau sedang berkhayal yaa.." Brenda


"Ya.. aku bahkan bisa berkhayal tentang mu semalaman." Gun Woo****


"Ahh, kau menggombal saja... Oh yaa, tebak apa yang baru saja ku dengar." Brenda


"Apa ?? Apakah seseorang mengajak mu berkencan Brenda ??" Gun Woo


"Darimana kau tahu ?? Tapi sayangnya bukan seseorang, tapi mereka semua yang ada bersama mu di perusahaan Hoki Grup dihari kaki ku terkilir." Brenda


"Lalu apa yang akan kau lakukan ??" Gun Woo


"Kau tahu... mereka bahkan mengancam, jika aku tidak berkencan dengan mereka, mereka akan memutuskan hubungan dengan Perusahaan Hoki Grup, bukankah itu konyol."


Brenda


"Tapi kau wanita ku Brenda... " Gun Woo


"Aku senang mendengar kau berkata begitu. tapi bagaimana lagi ??, bisakah kau mencarikan ku jalan keluar ?? jika kau punya .. hubungi aku, aku akan melanjutkan pekerjaan ku dulu." Brenda**


Gun Woo tidak membalas lagi pesan ku, "apakah dia marah ??, Entahlah..."


Aku melanjutkan pekerjaan ku yang terbengkalai beberapa minggu ini. tiba tiba dari luar ruangan ku terdengar suara keributan. Aku lekas keluar dan melihat apa yang terjadi.


Kulihat, Seorang Pria dan beberapa ajudan nya mencoba menerobos masuk ke ruangan ku namun Debora tidak mengijinkannya.


"Selamat pagi tuan ?? Ada yang bisa ku lakukan untuk mu ??" sapa ku ramah.


"Nona Brenda... Sudah lama aku ingin bertemu denganmu.." jawab pria itu


"Iya, kurasa banyak yang menunggu ingin ku temui akhir akhir ini. tapi kaki ku baru saja sembuh." ucap ku.


"Ah, aku sampai lupa memperkenalkan diri ku. Aku Ashlan, pemilik perusahaan Foody." ucap nya memperkenalkan diri.


"Senang bertemu denganmu tuan Ashlan. asisten ku akan segera membuat jadwal kita, jadi jangan marah marah lagi yaa..." ucap ku ramah dengan senyum menggoda , membuat siapapun yang melihatnya meleleh.


"Kau, asisten.. buat aku yang pertama bertemu dengan nona Brenda." seraya melempar segepok uang di meja Debora.


Dia berjalan pergi seraya melambaikan tangan dan tersenyum manis pada ku.

__ADS_1


Aku membalas lambaiannya dan balik tersenyum.


"Haaaaaaaaaaahhhhh..... Nona Brenda nafas ku hampir berhenti melihat mereka" Seraya Debora mengelus dadanya yang serasa sesak.


"Kau sudah bekerja dengan sangat baik Debora, aku kasihan padamu." haha. seraya aku cekikikan melihat tingkah Debora.


"Terimakasih Nona Brenda" Sahut Debora.


"Aissshh kau ini. Oh iya kau mulailah buatkan aku jadwal pertemuan dengan mereka. aku ingin ini segera selesai."ucap ku sedikit malas.


Seminggu kemudian Debora mengirimkan pesan email pada ku.


"Astaga, Seminggu berlalu kau baru saja selesai membuat jadwal ku ?? apakah sesulit itu ?" Ucap ku saat bertemu Debora.


"Maaf Nona Brenda, saya sangat pusing membuat jadwal ini, karena minggu minggu ini anda sangat sibuk dengan jadwal pembukaan cabang baru." sahutnya.


"Sudahlah, tidak apa apa." ucap ku seraya meninggalkan Debora.


Aku menelfon Gun Woo yang beberapa hari ini tidak menghubungi ku.


"Ya Brenda "


"Hai tuan Gun Woo... Apakah kau masih sangat sibuk ???" tanya ku.


"Kenapa?? apakah kau sudah sangat merindukan ku ??" jawabnya sambil tertawa.


"Brenda... Kelak aku akan menikahi mu, jadi aku harus lebih bertanggung jawab pada perusahaan ku. Bagaimana aku bisa jadi seorang yang pantas untuk mu, ketika kemampuan memimpin perusahaan ku jauh di bawah mu."


"Yaa, baiklah aku akan mencoba mengerti. oya.. mulai besok aku akan mulai berkencan dengan mereka."


"Sungguh ??"


"Tentu.. ini pasti melelahkan."


"Berjuang lah, setelah itu kita akan meresmikan hubungan kita sebagai tunangan, apakah kau setuju ??"


"Baiklah... segera selesai kan pekerjaan mu, aku akan segera menyelesaikan urusanku, temui aku saat kau ada waktu."


"Tentu saja Brenda... Aku sangat merindukan mu."


"Aku juga... "


Telfon pun mati, perasaan ku cukup lega saat mendengar kami akan bertunangan setelah aku menyelesaikan urusanku dengan para pria itu.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Aku pergi menuju Restaurant untuk bertemu dan makan siang.


"Selamat siang Nona Brenda, Aku Rajes.. akhirnya kita bisa bertemu." Sapanya sambil memberikan bucket bunga .


"Selamat siang juga tuan Rajes, ya aku senang akhirnya kita bisa bertemu." sahut ku dengan sedikit kaget melihat ketampanan nya, Astaga...


Lelaki dengan tinggi 187 cm, dengan bulu mata lentik senyum yang sangat menusuk.


"Sebelumnya ijinkan aku memperkenalkan diri. Aku adalah Rajes Malhotra, perusahaan ku banyak bergerak di bidang pertelevisian, dan aku blasteran India-Manado." jelasnya.


"Aahh, tampan sekali.. sangat menggoda, aku tidak tahu bahwa akan bertemu dengan orang seperti ini, pantas saja Gun Woo sibuk membuat dirinya menjadi seorang yang layak"


Ucap ku dalam hati.


"Senang bertemu dengan anda tuan Rajes." ucap ku sambil senyum senyum.


Kami berbincang sampai hari menjelang sore ternyata Rajes, adalah seorang pria yang menyenangkan dan sangat menarik.


Rasanya waktu terlalu cepat berlalu .


"Wahh, ternyata kamu seorang wanita yang menyenangkan Brenda" ucapnya sambil menyentuh hidung ku.


"Iih, genit dehh colek colek hidung aku. Mahal tauuuukk... " ucap ku cekikikan.


"Berapa kiranya aku harus membayar ??" ucap nya sambil menatap ku dalam.


"Astaga... berhentilah sekarang jika tidak ingin patah hati karena ku." sahut ku dengan senyum simpul.


"Astaga kau terlalu terang terangan Brenda." sahut Rajes.


"Ahh kurasa waktu sudah mulai malam, kita pulang yukk.."


"Brenda, aku tahu ini sangat tidak masuk akal, tapi bolehkah aku meminta mu menikah dengan ku ???"


" Aaiisshh Rajes Kita baru bertemu beberapa jam yang lalu mana mungkin aku tiba tiba akan menikah dengan mu secepat ini ??"


"Kau masih akan berkencan dengan mereka, daripada harus terus berkencan bukankah lebih baik segera menikah saja ??"


"Maaf, tapi aku harus profesional... aku harus menepati janji ku untuk berkencan dengan mereka dan baru mengambil keputusan."


"Baiklah jika itu mau mu, semoga saja kita berjodoh.. aku pergi dulu Brenda.." seraya mencium tangan ku.


"Terimakasih untuk makan siangnya, saat ada waktu aku akan balik mentraktir mu Rajes."


Setelah itu aku pulang, aku menolak ketika Rajes hendak mengantar ku pulang.

__ADS_1


********


Bersambung...


__ADS_2