Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Permintaan Ayah


__ADS_3

"Frisya, dia sebenarnya adalah mantan suami ku mbak, kami baru saja menikah dan hal buruk diluar kuasa kami hingga terjadi perceraian dan dia masuk ke dalam penjara." Jelas Brenda.


"Lalu, mengapa nyonya bisa sesayang itu padanya mbak ?" Tanya mbak Naning lagi.


"Dulu mami dan ayah juga adalah orang tua asuh mas Frisya, Mami dan Ayah sangat menyayanginya, jadi mungkin mendengar mas Frisya masuk penjara membuatnya shock meskipun dihadapan ku mereka terlihat baik baik saja saat itu." Jelas Brenda.


"Apa harus kita mempertemukan mereka dengan mas Frisya itu mbak ?" Tanya mbak Naning.


"Tidak, mungkin masih ada jalan lain." Ucap Brenda.


"Apa mbak ?" Tanya mbak Naning penasaran.


"Kita bawa saja dulu ke rumah sakit, bagaimanapun mereka harus segera mendapatkan perawatan." Lanjut Brenda.


"Apa kita harus memaksa mereka agar mau masuk mobil dan dibawa ke rumah sakit mbak ?" Tanya mbak Naning lagi.


"Kita panggil ambulans saja, bagaimana ?" saran Brenda.


"Boleh juga mbak." Ucap mbak Naning setuju.


***


Malam harinya....


Mbak Naning memasak untuk makan malam dibantu oleh Brenda.


Mami berjalan ke dapur dan duduk di kursi.


"Kamu masak Brenda ?" Tanya Mami.


"Iya mi, bantuin mbak Naning." Sahut Brenda.


"Oh ya mi, ayah kok belum bangun... udah malem loh." Ucap Brenda.


"Mami bangunkan dulu ya sebentar." Ucap Mami sambil beranjak pergi.


Beberapa saat kemudian...


"Brenda !!!!! Naning mbak !!!!!" Suara mami berteriak histeris.


Brenda dan Naning langsung berlarian ke kamar mami dan melihat apa yang terjadi.


"Ada apa mami ?" Tanya Brenda panik.


"Ayah mu tidak bergerak sama sekali." Mami menangis.


Brenda langsung shock dan mengambil handphonenya segera meminta bantuan ambulans.


5 menit kemudian ambulans datang dan segera membawa ayah pergi ke rumah sakit. Sedang Mami, Brenda dan Naning pergi ke rumah sakit dengan naik mobil Brenda.


Tak lama kemudian Mami pingsan didalam mobil.

__ADS_1


"Nyonya, anda kenapa nyonya..." Naning panik.


"Astaga, mami juga pingsan, sabar mi, kita akan segera sampai." Ucap Brenda yang mulai ketakutan.


10 menit kemudian Brenda sampai dirumah sakit dan segera meminta bantuan suster untuk membawa Maminya untuk mendapatkan perawatan.


Beberapa saat kemudian Ayah dirawat diruang ICU sedang Mami masuk UGD.


Naning mengusap punggung Brenda.


"Sabar ya mbak, semua pasti ada hikmahnya." Ucap Naning melihat kesedihan Brenda.


2 jam kemudian Mami sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap.


"Brenda, kamu nangis nak ?" Tanya Mami.


"Nggak mi, Brenda hanya terharu akhirnya mami baik baik saja." Lanjut Brenda.


"Maaf ya nak, mami merepotkan kamu." Lanjut Mami.


"Nggak mi, Brenda malah senang karena Brenda ada saat mami membutuhkan Brenda seperti ini." lanjut Brenda.


"Bagaimana dengan ayahmu ?" Tanya Mami.


"Entahlah mi, seperti, ayah masih dalam penanganan dokter, jangan dipikirkan ya, nanti mami jadi makin sakit." ucap Brenda perhatian.


"Bagaimana kabar Frisya ?" Tanya mami.


"Mami dengar dia sudah keluar dari penjara." Lanjut Mami.


"Iya, mami benar... Apa mami merindukan mas Frisya." Ucap Brenda.


"Apa mami ingin mas Frisya kemari ?" Tanya Brenda.


Belum sempat menjawab, tiba tiba Naning masuk dan memanggil Brenda.


"Ada apa mbak ?" Tanya Brenda.


"Tuan mbak, tuan sudah sadar." Lanjut Naning


"Ya sudah, kamu temani mami dulu aku temani ayah." Ucap Brenda.


Naning mengangguk.


Beberapa saat kemudian Brenda menemui ayah diruang ICU.


"Ayah, apa kabar ? Brenda kangen deh..." Ucap Brenda manja.


"Ayah baik baik saja sekarang, kamu bagaimana nak ?" Ucap Ayah.


"Brenda juga baik ayah, ayah mengapa semakin sering sakit ? Apa ada yang ayah inginkan ?" Tanya Brenda.

__ADS_1


"Sebenarnya ayah tidak menginginkan apapun nak, tapi melihat mami mu sedih ayah jadi seperti ikut sedih." Ucap ayah, pilu.


"Maafkan Brenda yah, Brenda tidak seharusnya melakukan hal seperti itu pada suami Brenda. Lagi sepertinya mas Frisya juga sepertinya tidak akan memaafkan Brenda." Ucap Brenda sedih.


"Nak, Brenda... tidak ada di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan, ayah memahami kemarahan kamu saat itu, karena kamu juga harus mengalami hal sulit akibat perbuatan Frisya saat itu." Ucap ayah penuh dengan kedamaian.


Brenda mengangguk sambil memeluk ayahnya yang terbaring tak berdaya itu.


"Tapi bolehkah ayah meminta sesuatu padamu nak." Ucap ayah.


"Brenda akan melakukannya apapun itu" Lanjut Brenda.


"Frisya bagi ayah dan mami dia bukan hanya anak asuh, tapi dia benar benar seperti putra kami sendiri, jadi mami mu merasa begitu terluka dengan apa yang Frisya alami dia juga sangat merindukan Frisya, jadi ayah mohon bawa Frisya kemari setidaknya buat dia menemui mami mu." Lanjut Ayah.


"Baik ayah, Brenda akan membawa Frisya kemari bagaimanapun caranya, Brenda berjanji." Ucap Brenda sambil memegang tangan Ayahnya.


"Tapi berjanjilah saat Frisya membawanya kemari ayah dan mami harus sembuh dan tidak akan sakit seperti ini lagi." Pinta Brenda.


Ayah hanya mengangguk.


Beberapa saat kemudian Brenda berpamitan pada ayahnya untuk pulang dengan maksud untuk menjemput Frisya untuk datang ke rumah sakit dan menepati janji yang Brenda buat dengan ayahnya.


Brenda kembali ke ruang Mami dirawat.


"Bagaimana keadaan ayah mu Brenda ?" Tanya Mami.


"Syukur Mami, ayah sudah baik baik saja Brenda juga sudah meminta agar mami dan ayah dirawat dalam satu ruangan." Lanjut Brenda.


"Terimakasih ya sayang, mami gak tahu harus bagaimana jika kamu tidak datang." lanjut Mami.


"Mami akan baik baik saja, ada mbak Naning dia bisa diandalkan." Ucap Brenda sambil menatap mbak Naning.


"Ini sudah pekerjaan saya mbak Brenda, saya akan menjaga tuan dan nyonya dengan baik." Ucap mbak Naning.


"Meskipun kita baru saja bertemu tapi aku bersyukur kamu berada disamping mereka orang terkasih ku." Ucap Brenda.


"Oh ya Mami, Brenda mendapatkan telfon mendadak ada masalah di perusahaan, jadi Brenda harus pulang malam ini, besok Brenda akan datang lagi." Ucap Brenda pamit.


"Kamu yakin Brenda ? Kamu kan sendirian..." Mami khawatir.


"Gak Mami Brenda sudah memesan sopir, jadi Mami tidak perlu khawatir Brenda baik baik saja." Ucap Brenda.


"Kamu memang tangguh Brenda." Lanjut mami.


"Mbak Naning aku minta tolong jaga benar benar mami dan ayah ku, aku mengandalkan kamu, aku akan berusaha untuk datang kemari lagi besok." Ucap Brenda sambil berbisik lirih.


"Mohon jangan khawatir mbak Brenda, saya akan melakukan yang terbaik." Sahut mbak Naning.


Brenda tersenyum mengangguk.


Beberapa saat kemudian Brenda pergi menuju tempat parkir dan segera memacu mobilnya untuk pulang.

__ADS_1


Sopir pesanan Brenda sudah menunggu di depan rumah sakit, setelah bertemu mereka langsung tancap gas dan pulang secepat mungkin.


__ADS_2