Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Frisya Sakit II


__ADS_3

Keesokan harinya..


Brenda sudah menghubungi dokter Andri sejak semalam untuk membuat janji.


Pukul 10 pagi Dokter Andri datang dan segera memeriksa Frisya.


"Sebelum anda melakukan pengobatan, tolong anda tanda tangan pada surat perjanjian ini.. " ucap Frisya


"Apa ini tuan ?" tanya Dokter Andri


"Silahkan anda baca " ucap Frisya


Beberapa saat kemudian.


"Ah, baiklah tuan... sebenarnya hal seperti ini sudah ada dalam kode etik profesi kami.. " ucap dokter Andri.


Aku tidak perduli, tanda tangan atau pergi.. " ucap Frisya


"Mas.... " ucap Brenda sambil melotot pada Frisya


"Baiklah tuan.. " ucap dokter Andri sambil menandatangani surat perjanjian agar tidak mengatakan apapun pada orang lain .


"Baiklah tuan, sekarang saya sudah mematuhi keinginan anda, bisa kita bicara sekarang sebagai seorang dokter dan pasien ?" tanya dokter Andri.


Frisya melirik Brenda..


"Ah, baiklah aku akan pergi... " ucap Brenda.


Setelah Brenda pergi, Frisya segera mengatakan segala apa yang terjadi padanya, semua keluhan dan apa yang dia rasakan.


Dokter Andri mengerti dengan keadaan yang Frisya alami, namun masih harus melakukan beberapa test..


Beberapa jam kemudian setelah melakukan beberapa rangkaian test, hasilnya akhirnya keluar.


Brenda dan Frisya duduk menunggu dokter Andri membaca hasil pemeriksaan.


Frisya merasa sangat tertekan dan gugup. Brenda merasakan apa yang dirasakan suaminya.


"Tenanglah sayang, saat semua sudah ketahuan akan mudah untuk kita mengobatinya.. " ucap Brenda menguatkan.


Frisya mengangguk.


"Baiklah, saya akan membaca hasilnya.. " ucap dokter Andri.


"Tuan Frisya, dari serangkaian test yang kita lakukan disini anda mengalami sakit impotensi, ini membuat anda mengalami hal hal yang selama ini anda keluhkan seperti anda mengalami ereksi yang lemah dll. " ucap dokter Andri.


"Apakah ini bisa diobati dokter ?" tanya Brenda


Frisya merasa wajahnya panas terbakar karena merasa malu. dia hanya bisa terdiam dan menunduk.


"Tentu nona Brenda... dengan obat obatan tentunya dan beberapa terapi yang bisa tuan Frisya lakukan dirumah.. " ucap dokter Andri.


"Syukurlah... " ucap Brenda


"Ini tidak patah tuan.. tolong jangan bersedih hati.. " ucap dokter Andri

__ADS_1


" Dokter, kapan kita bisa melakukan pengobatan ?" tanya Brenda


"Kita akan memulai pengobatan mulai besok, karena hari ini saya ada jadwal operasi. " ucap dokter Andri


"Baiklah dokter, terimakasih... " ucap Brenda


Frisya langsung pergi dengan wajah memerah.


"Maafkan suami saya.. " ucap Brenda


"Saya memahaminya nona Brenda." ucap dokter Andri.


"Saya pamit dulu.. " ucap dokter Andri.


"Terimakasih dokter, hati hati dijalan.. " ucap Brenda


***


Brenda pergi mendatangi suaminya...


"Sayang... aku senang sekali kamu akan segera sembuh.. " ucap Brenda


Frisya memalingkan wajahnya.


"Apa yang bisa mas banggakan... " ucap Frisya


"Maksud mas Frisya apa ?" tanya Brenda


"Mas impoten Brenda... impoten.. " ucap Frisya merasa frustasi.


"Kamu seharusnya bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik daripada aku.. " ucap Frisya


"Mas... kamu jangan ngawur yaa... hati hati saat berbicara, aku gak suka !!" ucap Brenda kesal.


"Mas merasa gagal... " ucap Frisya benar benar merasa terpuruk.


"Hai.. mas.. Frisya... tatap mata ku.. Jika kamu merasa gagal karena impotensi, apa menurut mu aku pantas untuk kamu tinggalkan ?" tanya Brenda sambil menangis.


"Jangan menangis.. " ucap Frisya


"Kamu ternyata selama ini tidak benar benar mencintai ku, sekarang aku tahu itu.. " ucap Brenda


"Tidak seperti itu... " ucap Frisya


Brenda pergi mengambil pakaian dan memasukkannya dalam koper.


"Kamu mau pergi kemana Bren ?" tanya Frisya


"Aku mau pulang ke rumah mami, aku rasa aku perlu menenangkan diriku dulu disana.. " ucap Brenda


"Lalu ? kamu mau meninggalkan ku ?" tanya Frisya


" Susul aku saat kamu sudah sembuh... aku melakukan ini karena aku merasa kamu sudah keterlaluan.. " ucap Brenda


Frisya terdiam...

__ADS_1


Brenda pergi..


Brenda sebenarnya tidak pergi ke rumah Mami, dia hanya menginap di hotel, karena menganggap mungkin suaminya butuh waktu untuk sendiri...


Keesokan harinya...


Dokter Andri benar benar datang untuk mengobati Frisya. Namun ditolak oleh Frisya.


Beberapa hari berlalu...


Brenda terus memantau keadaan Frisya yang masih bersikeras tidak mau untuk berobat.


Frisya juga terus menghubungi Brenda, namun Brenda enggan untuk mengangkat teleponnya.


"Kau tahu Bren, ini bahkan lebih sulit... " ucap Frisya kesal pada dirinya sendiri.


Beberapa hari Berlalu, Frisya merasa menyerah dwngan keadaan dimana dia juga harus terpisah dengan Brenda.


Hari ini, Frisya menghubungi dokter Andri untuk melanjutkan pengobatannya. Frisya juga mengirimkan pesan pada Brenda.


" *Aku menyerah... Aku rasa aku berada di titik terlemah ku, ketika aku dikhawatirkan sedang aku masih tetap dengan keegoisan ku, hingga harus berakhir dengan perginya cinta ku.. Brenda... hari ini mas akan melakukan pengobatan seperti yang kamu inginkan, pulanglah sayang, tidak bisa lagi mas melanjutkan hidup sehari lagi tanpa kamu.. " Frisya.


"Sungguh ? Aku sangat bangga dengan keputusan mu.. aku akan segera pulang.. " **Brenda***


Frisya merasa senang dengan balasan pesan dari Brenda, Dokter Andri sudah memberikan beberapa resep obat untuk Frisya dan memberikan beberapa olahraga ringan yang bisa membantu penyembuhan sakit yang dialami Frisya.


Beberapa jam kemudian Brenda datang.


"Sayang... " ucap Frisya sambil memeluk Brenda erat..


"Kangen banget yaa.. " ucap Brenda


"Apa kamu tidak kangen sama mas mu ini ?" tanya Frisya sambil cemberut.


"Hahah kangen gak ya... " ucap Brenda sambil tertawa.


"Gimana kabarnya mami ? kamu bilang apa disana ?" tanya Brenda


" Idih, kamu percaya kalo aku pulang ?" tanya Brenda


"Maksud kamu dek ?" tanya Frisya


"Mas percaya aku bakalan bisa ninggalin suami ku sendiri yang lagi sakit ?" tanya Brenda


"Jadi kamu gak bener bener pulang ?" tanya Frisya


"Ya nggak lah mas... aku nginep di Metro Hotel kamu... " ucap Brenda


"Kamu bisa cek sendiri disana.. " ucap Brenda


" Astaga... mas sampai frustasi mikirin gimana bisa mas ditinggalin saat sakit seperti ini.. " ucap Frisya


"Hehe.. maaf ya sayang... aku seneng kamu udah mau menjalani pengobatan.. cepat sembuh.. " ucap Brenda


Frisya mencium kening Brenda.

__ADS_1


***


__ADS_2