
"Nina ?? Boleh aku antar kamu pulang ??" tanya Hakim.
"Boleh akhi.." ucap Nina
"Bisakah kamu berhenti memanggil ku Akhi, kita kan sudah saling mengenal.." ucap Hakim.
"Lalu ?? Nina harus panggil Akhi apa ??" tanya Nina.
"Panggil Aa saja bagaimana.." ucap Hakim
"Aa ?? hmm.. boleh juga lebih akrab yaa." ucap Nina.
*****
Seminggu kemudian....
"Nina... Kamu siap ??" tanya Produser
"Oke, persiapan.. satu menit lagi... 3.. 2.. 1.. take !!" ucap Produser
Nina mulai mengawali acaranya di tv, bukan lagi sebagai bintang tamu, tapi kini dia memiliki acaranya sendiri.
2 jam berlalu... Acara Nina Show ON MY WOW selesai.
Semakin lama Hakim semakin sering memperhatikan Nina, Dan sering mencari kesempatan untuk berbincang dengan Nina sekalipun tidak pernah berduaan.
"Perasaan ku semakin menggebu pada Nina... Apakah dia memiliki perasaan yang sama dengan ku ??" tanya Hakim pada dirinya sendiri.
3 Bulan kemudian...
Sampailah pada suatu ketika, saat acara Nina Show ON MY WOW sedang tayang di menit 01:45:10 tiba tiba...
Tubuh Nina melemas, Nima duduk seperti kehilangan keseimbangan, tubuhnya terhuyung ke kanan dan ke kiri membuat semua Kru dan penonton menjadi cemas.
"Nina.. kamu gak papa ?? Nina " Ucap Hakim panik melihat wanita yang disukai terlihat sakit.
"Mbak nina.. halo.. mbak dengar suara saya ??" tanya Seorang kru.
__ADS_1
Tiba tiba, tubuh Nina kembali tenang, kemudian Nina menatap kearah orang orang disekitarnya...
"Kalian siapa ?? Mengapa aku disini ??" tanya dia.
Ternyata itu adalah Brenda, ini diluar dugaan Brenda tersadar disaat saat seperti ini, ini kacau !!!
Brenda keluar gedung dengan menangis dia merasa dipermainkan oleh dirinya sendiri.
Hakim juga tidak mengerti tapi dia tidak tinggal diam, dia mengikuti wanita yang dikenalnya sebagai Nina Syafilah itu.
Brenda segera menghentikan taxi dan segera naik untuk pulang.
Mobil Hakim pun mengikuti dari belakang.
"Nona ?? apakah anda membutuhkan bantuan ??" tanya Sopir taksi.
Brenda tidak menjawab dia hanya menunjukan alamat rumahnya.
30 menit kemudian Taksi berhenti di depan suatu rumah.
"Rumah ini?? bukankah ini rumah Bre Bre siapa gitu ya??" tanya Hakim, karena Dia tidak pernah mengantarkan Nina pulang kerumah ini. dan seorang wanita yang bernama Bre yang pernah diantarkan kemari.
Hakim menunggu di depan rumah Brenda karena tidak mungkin dia masuk begitu saja.
Brenda selama menjadi Nina, tidak pernah pulang kerumahnya, dia tinggal di sebuah apartemen mewah milik nya.
Mami yang sudah lama tidak bertemu dengan anaknya menangis tersedu sedu karena bisa melihatnya kembali..
"Ninaa... mami kangen nak.. jangan pergi lagi.." ucap Mami.
Brenda mendengar itu semakin frustasi, dengan kasar Brenda membuka cadarnya dan jilbab miliknya
"Mami... ini Brenda... huhuhu... cukup dia mempermainkan Brenda mi.." ucap Brenda menangis tersedu sedu karena marah pada dirinya sendiri.
"Dia bahkan membuat mu tidak pulang berbulan bulan nak.." ucap Mami
"Tolong Brenda Mii.. Brenda bisa bisa gila.." ucap Brenda.
__ADS_1
Ayah yang mendengar langsung memeluk Brenda dan meminta maaf karena membiarkan Brenda mengalami ini sendiri.
Mereka bertiga menangis tersedu sedu, Brenda semakin bingung dan putus asa.
"Nak.. temen mami anaknya adalah seorang psikiater.. kamu mau kan mami ajak kesana ??" tanya Mami
Brenda hanya mengangguk, Kemudian Brenda Berdiri dan pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya.
Saat Brenda mengganti pakaiannya, tiba tiba suara bisikan bisikan yang tidak dia ketahui asalnya, mendengung di telinganya.
"Sudahh pergilah dengan damai Brenda.... untuk apa hidup di dunia yang kejam ini.. kembalilah pada Gun woo.. hidup damailah dengannya.. dia sudah menunggu mu terlalu lama.."
"Tidak... Gun Woo sudah mati.. tidak ada orang mati yang menunggu orang hidup !!! mereka sudah memiliki kehidupan mereka sendiri..!! ucap Brenda berteriak.
"Sudahh...jangan melawan lagi... pergi.. pergi.. segera.."
Dada Brenda terasa amat sesak pikirannya amat buntu, tidak bisa berpikir jernih...
Kepala nya mengalami sakit yang luar biasa .
Brenda berjalan ke arah meja rias nya, melihat wajah cantiknya, dan mulai membuka laci dan mengambil sebuah gunting.
"Apakah ini akan sakit ?? " tanya Brenda
"Apakah akan lama sakitnya ??" tanya Brenda lagi.
Di bawah Mami yang mulai curiga karena Brenda tak kunjung datang kembali ke bawah, mulai cemas. dan segera menyusul ke kamar Brenda
Benar saja Mami dan Ayah Brenda mendapati anaknya yang hendak bunuh diri.
"Brenda.... hentikann...!!!" ucap Mami.
Brenda menghentikan langkah nya dan melihat ke arah gunting.
"Nak.. tolong Mami.. kamu adalah matahari kami.. jika sampai terjadi sesuatu maka kami akan hancur, tidak bisakah kamu memikirkan kami, jodoh kamu masih ada nak.. ini belum berakhir..." ucap Mami.
"Brenda.. Ayah bertahan hidup hanya untuk matahari Ayah... hiduplah lebih lama nak.. untuk mendapatkan kebahagiaan mu.."
__ADS_1
Perlahan ayah mendekati Brenda dan merebut gunting dari tangan Brenda. Brenda seperti sudah tidak bisa lagi berkata kata ataupun mengeluarkan air mata.
******