Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
33 tahun ???


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, pernikahan Debora dan Frisya pun telah dilaksanakan. setelah itu Brenda dan Gun Woo memberikan selamat pada Debora dengan hangat sedang dengan Mas Frisya, Nampak sekali penyesalan di mata mas Frisya, Brenda tahu jika Gun Woo sedang memperhatikan nya. maka Brenda mencoba untuk biasa saja dan beramah tamah sewajarnya pada Frisya.


Frisya yang melihat ekspresi Brenda pun bertambah kecewa.


Setelah memberikan ucapan selamat, Gun Woo dan Brenda segera turun dan mencoba makanan catering yang bisa saja jadi pilihan saat resepsi pernikahan mereka.


"Hmm, Nyummy... cake ini enak bang.. " ucap Brenda sambil menyuapi Gun Woo.


"Hm.. agak pahit tapi ya.." sahut Gun Woo.


"Yaa, itu kan Dark chocolate bang.. pahit dikit tapi enak ngets.. pengen deh ini ada diresepsi kita ntar.." ucap Brenda terkekeh sendiri.


"Ini nihh enak... Nasi padang.." ucap Gun Woo terpotong.


"Aahh, gakk.. gakk.. namanya aja udah nasi padang tapi kita nyatanya gak dipadang.. gak ahh boong tuh.." sahut Brenda.


"Ya kali Brend kalo pengen nasi padang harus pergi ke padang dulu.." keluh Gun Woo.


"Hahaha.. " tawa mereka pecah.


Dari kejauhan sepasang mata memperhatikan mereka, di tengah kerumunan para undangan, Brenda dan Gun Woo menjadi pusat perhatian, karena ketampanan kecantikan mereka sangat serasi.


Frisya, yang sedari tadi memperhatikan Brenda dan Gun Woo, turun dari pelaminan dan menyapa mereka langsung.


"Apakah kalian menikmati pesta ini.." ucap Frisya.


"Yaa.. cukup menginspirasi untuk bakal Resepsi pernikahan kami nanti" ucap Gun Woo.


"Apakah kau baik baik saja mas Frisya ?? mengapa turun dari pelaminan secepat ini ?? " tanya Brenda.


"Yaa.. aku harap seperti itu, mengapa kalian belum menikah ??" tanya Frisya.


"Ayah ku sakit " ucap Gun Woo


"Aku ikut sedih untuk itu Gun Woo." ucap Frisya.


"Aku sangat menghargai itu.." ucap Gun Woo sambil menatap lekat lekat mas Frisya.


"Malam ini kau sangat berbeda Brenda.. sangat menawan." ucap Frisya mencoba menggoda Brenda sambil menyentuh pinggang Brenda.


Gun Woo yang menyadari itu, menyeritkan dahi


"Ah, tentu saja.. apa kau tahu.. Gun Woo itu selalu ingin memberitahukan pada dunia tentang betapa cantik wanitanya.." ucap Brenda sambil melepas tangan mas Frisya.


"Baiklah Friss kurasa, kami sudah cukup lama disini.. Aku dan Brenda harus segera pulang, ya kan sayang ( mengecup rambut Brenda) Kau tahu, ayah ku keadaannya sudah mulai membaik jadi pernikahan kami juga tidak akan lama lagi, kuharap kau datang, seperti yang kami lakukan hari ini.. Benarkan sayang.." ucap Gun Woo pada Frisya sambil melirik Brenda.


"Bye mas Frisya SaMaWa yaaa sama Debora" Ucap Brenda


"Berbahagialah selalu Friss, agar orang lain juga bisa tetap bahagia bersama mu." ucap Gun Woo.

__ADS_1


"Ah, sudah pergilah kau terlalu banyak bicara.." ucap Frisya ketus.


Gun Woo dan Brenda segera pergi menuju mobil mereka.


***Dalam mobil Gun Woo.


Brenda mengelus keningnya seperti orang yang merasa pusing.


"Mas Frisya udah bahagia Brendaa.. yaa.. bener... kamu juga harus bahagia..." pikir Brenda sambil mengelus dahinya.


"Ada apa Brend ?? Kamu mikirin Frisya ??" tanya Gun woo.


"Emh, gak kok bang.. cuman kok abis makan coklat tadi kepala ku pusing ya.." ucap Brenda berbohong lagi, yang sebenarnya lagi kepikiran Frisya.


"Sabar ya sayang.. kita sebentar lagi akan bahagia juga seperti nereka.. percayalah.." ucap Gun Woo.


"Iya aku percaya... " ucap Brenda.


Sebulan setelah pernikahan Frisya dan Debora, keadaan ayah Gun Woo memburuk, keadaannya semakin buruk, sehingga Brenda dan Gun Woo harus menunda rencana pernikahan mereka.


3 Bulan berselang, keadaan Ayah Gun Woo berangsur membaik, baru mereka akan membicarakan tentang pernikahan... ternyata Gun Woo harus kembali melakukan perjalanan bisnis selama 6 bulan.


6 Bulan berlalu... Gun Woo kembali setelah menyelesaikan pekerjaannya. Sayangnya perusahaan Brenda tiba tiba saja mengalami kebakaran yang membuat perusahaan merugi banyak, dan untuk memulihkan semuanya, Brenda kembali harus menunda rencana pernikahannya.


Brenda menelfon Maminya.


"Duh mii.. jangan keras keras.. ini telfon mi langsung ke telinga akuu.." ucap Brenda.


"Gadis nakal heii kamu sudah berumur berapa ??? apakah kamu tidak takut jadi Perawan Tua ???" Mami.


"Mami, iih apaan sih doain anaknya jelek iih.. " ucap Brenda.


"udah, biarin aja dulu Hoki Grup.. kalian nikah dulu yang penting... ntar penyelesaian Hoki Grup biar Gun Woo bantu mikir gitu.." ucap Mami.


"Ih mami, gakk.. aku bakalan menyelesaikan masalah ini dengan cepat lalu menikah dengan Gun Woo, hidup bahagia seperti seorang Princess.."


"Ngimpi kamu... coba kalo kamu nikah sama Frisya, pasti gak kayak gini ceritanya... " ucap mami.


"Mami, mas Frisya udah punya istri please yaa.. jangan ingatkan aku.."


"Ingat yaa.. umur kamu udah gak muda lagi.."


"Iya iya mii.. miss u.." ucap ku.


Tok.. tokk.. tokkkk...


"Nona Brenda ini saya meta.." ucap Meta.


"Masuklah.."

__ADS_1


"Nona, saya mendapatkan kabar jika ternyata pembakaran itu tidak ada unsur di sengaja, pelakunya sendiri yang menyerahkan diri nya langsung pada polisi." ucap Meta.


"Hm.. begitu..." ucap Brenda sambil melamun.


"Hanya begitu Nona ??? Hukumnya akan tetap berlanjut Nona ?? Nona Brenda ??" panggil Meta.


Dalam lamunannya Brenda kepikiran dengan apa yang tadi diucapkan oleh Maminya.


"Mami kok bisa banget ya bikin aku kepikiran gini... udah tua katanya.. emang berapa sih umur ku sekarang ??" keluh Brenda.


Meta yang melihat Nonanya melamun, tidak berani mengganggu lagi.


"Nona saya akan menyelesaikan masalah ini.. saya pergi dulu " ucap Meta.


Meta berjalan keluar dan melirik nonanya siapa tahu melamunnya sudah selesai. Namun sayangnya Nonanya masih belum berhenti melamun.


Di tengah lamunannya Brenda mengambil handphone dan mulai mengutak atiknya, ingin mengetahui berapa umurnya sekarang.


5 menit kemudian...


"Astaga... Mami benar... umur ku sudah 33 tahun... ini bukan umur yang muda untuk gadis seusia ku.." perasaan Brenda bergetar mengingat hal ini.


"Sepertinya sudah saatnya aku menikah.. Baiklah.. kita segera selesaikan masalah ini Brendaa.. dan segeralah pergi menikah dan bahagia bersama Gun Woo mu... " ucap Brenda pada dirinya sendiri.


Brenda segera menghubungi kepala bagian renovasi agar melakukan dengan secepat mungkin.. sementara Brenda sibuk dengan kerjasama barunya.


***** Di tempat Frisya.


Setelah pernikahan itu Frisya memperlakukan Debora dengan semena mena, membuatnya tidak bisa tidur di malam hari dan tidak bisa beristirahat di siang hari.


"Astaga ini benar benar neraka... apakah ada yang bisa melepaskan ku dari penderitaan ini.. huhuhu.." keluh Debora.


Frisya tidak berhenti berpikir...


Bagaimana bisa dia menikah lebih dahulu, padahal dia ingin menikah dengan Debora saat Brenda juga sudah menikah.


"Aaaahhhh... berantakan semuanya.." ucap Frisya sambil mengacak acak rambutnya.


"Sudahlah Friss.. jangan seperti itu . apalagi sampai menyiksa Debora seperti itu.. kasihan dia ." ucap Rama.


"Diamlah jika tidak bisa membantu.!!" ucap Friss kasar.


"Memangnya Brenda menyukaimu ?? sampai sampai kau memperlakukan Debora seperti itu, bukankah terakhir kali kalian bertemu dan tidak ada apa apa, atau terjadi sesuatu ??" ucap Rama.


"Ya.. kau benar.. kami bersenang senang bersama selama 2 hari.. aku berharap pernikahan ku masih lama dan aku masih bisa bersamanya lebih lama." keluh Frisya.


"Kau gila Friss.. " ucap Rama.


******

__ADS_1


__ADS_2