
Melihat Brenda sudah hampir menangis karena menyadari kesalahannya, Gun Woo langsung memeluknya erat.
"Maafkan aku..." ucap Brenda lirih.
"Ini salah ku sayang.. aku yang seharusnya meminta maaf padamu sayang.."
"Tidak... ini sangat memalukan... aku bahkan tidak mau mendengarkan penjelasan mu bang.. hiks hiks hiks.." ucap Brenda
" Mellyta sebenarnya adalah teman lama ku, dia terlalu banyak di tuntut oleh orang tuannya, dia hanyalah alat bagi orang tuannya, itu semua membuatnya di selimuti banyak skandal."
"Apakah kamu pernah menyukainya.. ??" tanya Brenda.
"Tidak !!... Mellyta dibentuk dengan mental yang buruk.. aku tidak bisa menyukai wanita seperti itu."
" Terimakasih.... aku tidak salah memilih mu bang.." ucap Brenda.
"Sekarang tersenyumlah atau aku akan menciumi mu tanpa ampun.." ucap Gun Woo.
Cup
Brenda malah mencium Gun Woo terlebih dahulu.
"Sayang ku... Telfon mami mu biar datang kemari besok ya.. kita akan bicarakan pernikahan kita dengan matang besok."
"Iihh.. yang ngebet pen nikah sama aku.." ucap Brenda menggoda.
"Emang kamu gak ???" tanya Gun woo.
"Enngggaaakk... Engga Nolak maksudnya hehehe..." ucap Brenda sambil terkekeh.
"Hmm.. sini biar ku peluk.. tolong jangan pergi seperi ini lagi.. atau aku akan gila atau bahkan aku akan tiada saat kamu menghilang." ucap Gun Woo.
Brenda masuk dalam dekapan Gun Woo.
"Masalah Datang silih berganti bang... Semoga ini menguatkan cinta kita.." ucap Brenda.
"Jika kau mempercayai ku, aku pasti akan kuat menghadapi masalah apapun." ucap Gun Woo.
"Hmmm.. abang.. co cuittt.. " ucap Brenda sambil memonyongkan bibirnya.
Gun Woo membalas bibir Brenda dengan sebuah ciuman panas.. Brenda yang sangat merindukan Gun Woo juga membalasnya dengan ciuman panas.
Perlahan Gun Woo mengangkat tubuh Brenda ke atas ranjang, hanya suara desahan dari cumbuan mesra mereka yang terdengar..
Bik Sari yang hendak membawakan kopi, terhenti dan kembali turun agar tidak mengganggu Nonannya.
"hmm.. mereka berdua adalah pasangan yang unik.. semoga mereka bisa cepat cepat menikah dan mendapatkan momongan, agar rumah ini bisa ramai dengan tuan dan Nona muda." ucap Bik Sari.
**** Saat waktu makan siang.
__ADS_1
"Sayang... makan di luar yuk.. sebagai ganti kita gak jadi makan kemarin." ucap Gun Woo.
"Ayukk... aku lapar nih.. aku lagi pengen ngabisin duit kamu bang buat traktir aku makan yang banyak." ucap Brenda.
"Iya sayang abisin semuanya.. sama bangunannya boleh kok.." ucap Gun Woo bercanda.
"Ya kali aku apaan bang.. makan tembok.. " ucap Brenda sambil manyun.
Gun Woo tertawa melihat tingkah laku Brenda.
*** 10 menit kemudian mereka sampai di restaurant Angela.
"Yuk turun sayang ku... silahkan.." ucap Gun Woo.
Semua orang yang ada restauran itu menatap ke arah Brenda dan Gun Woo karena mereka berdua yang romantis.
"Kamu mau makan apaan sayang.." tanya Gun Woo.
"Aku mo pesen... ehmmm.... Nasi goreng, ayam goreng, jamur goreng, bebek goreng, bebek panggang Nasi lemak, Ayam ungkep, ayam mentega, udang goreng, udang bakar, udang mentega, puyuh bakar, puyuh goreng. masing masing 15 porsi, dibungkus... terusss... Sate kambing sama lontong nya 1 porsi makan disini.. oke.. cepet yaa mbak.." ucap Brenda.
Gun Woo hanya menatap Brenda dengan tatapan heran.. untuk apa dia memesan makanan sebanyak itu.
"Kamu lagi mau selamatan kah sayang ???" ucap Gun Woo.
"Hehe... gakkk... cuman lagi pengen bagi bagiin makanan aja ke anak panti sekalian biar mereka doain biar hubungan kita dan rencana pernikahan kita lancar gitu sayang.." ucap Brenda.
Beberapa menit kemudian makanan yang kami pesan sudah tiba.
"Bang.. makan yang banyak... biar gendutan dikit, kamu terlalu kurus untuk seorang Pria." ucap Brenda.
"Kamu juga dong.. gendutin dikit, jadi sama sama deh kita.." ucap Gun Woo.
"Aihh, kalo aku udah ada porsinya tahun" bela Brenda.
"Porsi apaan porsi makan kecil ini ??" tanya Gun woo
"Bukann.. ituloh sayang... kelak saat kita sudah menikah aku ingin memiliki 5 orang anak... jadi.. biarkan aku gemuk saat anak anak ku sudah berlima.. hehe.."
"Kamu sudah kepikiran sampai momongan ya sayang... hmm.. Sayang.. jadi gak sabar pingin cepet cepet hari H." ucap Gun Woo.
"Iya sama mas... semoga besok mami bener bener dateng yaa.." ucap Brenda khawatir.
"Sayang.. jika tidak ada aral melintang aku yakin mami kamu pasti datang.." ucap Gun Woo menenangkan.
Setelah makan siang, dan pesanan Brenda siap mereka segera pergi ke panti asuhan dekat rumah Brenda dulu.
Gun Woo baru kali ini melihat Brenda dengan sisi yang ini, biasanya dia melihat Brenda di kantor dengan sisi yang anggun, berwibawa, pintar juga tegas, saat di rumah Brenda terlihat sebagai gadis kecil yang manis dan manja, seperti anak kecil, kini Brenda terlihat amat Dewasa, sangat mengayomi dan bersahabat dengan anak anak panti asuhan ini.
"Bagaimana bisa kau memiliki banyak sisi Brenda... ??" tanya Gun woo dalam hati.
__ADS_1
Brenda dan Gun Woo sampai di rumah pukul 8 malam.
"Sayang... segera Masuk dan istirahat... aku mencintaimu.." ucap Gun Woo sambil mengecup kening Brenda.
"Iya bang.. aku juga mencintai mu.. " ucap Brenda.
Gun Woo segera pergi untuk pulang, sedang Brenda berjalan masuk seraya mengingat jika dia belum menghubungi maminya untuk datang kemari besok.
"wadidaww.. gaswat nih.. telfon mami dulu deh.." ucap Brenda.
( Tuutt.... ttuuuutt... ttuuttt........
Menyambungkan...... )
"Halo.. Siapa ini ??" tanya Mami Brenda, karena Brenda menelfon dari nomor Brenda yang baru.
"Mami... ini Brenda..." ucap Brenda.
"Kamu Bren, ganti nomor kamu ??" tanya Mami.
"Iya mii.. ituu.. handphone ku beberapa hari yang lalu hilang.. jadi aku gak bisa hubungin mami deh.." ucap Brenda menghayal.
"Lah, semalem yang nelfon mami siapa dong.."
"Gak tauu mii... orang iseng aja kali.." ucap Brenda.
"Hm.. Beneran ??? pake ngomong jangan datang dulu lagi.. kamu lagi ada masalah yaa sama Gun Woo ??"
"gak mii.. ooh iya.. besok mami kesini yaaa... ngurusin soal pernikahan aku sama Gun Woo."
"Tapi kali ini seriusan kan ??" tanya Mami.
"Iyaaa...besok paling lambat saat jam makan siang mami harus sudah sampai, oke.." ucap Brenda.
"Baiklah jika sudah fix kamu beneran mau nikah sama dia.."
"Makasih mami.. mami ku memang terbaiikkk..."
"Iya..iya.. yaudah tidur dulu sana besok kita ketemu ya nak.. See u.." ucap Mami.
"See u mami " ucap Brenda lalu mematikan teleponnya.
Setelah menelfon maminya Brenda segera membersihkan tubuh nya dan segera bersiap tidur cantik.
Dia berharap semua niat baiknya dengan Gun Woo mendapatkan hasil yang sangat baik.
"Tuhan, Ku tak Mau jadi Perawan Tua... jadi tolong segera satukan aku dan Gun Woo segera, mudahkan segala niat baik kami.. amienn..." Doa Brenda sebelum tidur.
*********
__ADS_1