Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Hahh ~


__ADS_3

Setelah acara makan malam usai..


Brenda dan Frisya duduk berdua dengan canggung di secret garden rumah Brenda.


"Tempat ini bagus.. " ucap Frisya membuka percakapan.


"Apa kamu suka ?" tanya Brenda.


" Tentu... tapi harus lengkap..." ucap Frisya


"lengkap ?? maksudnya.." tanya Brenda


"Lengkap bersama dengan mu.." ucap Frisya membuat wajah Brenda memerah.


"Apa kamu mengatakan hal itu pada semua wanita yang kau temui .?" tanya Brenda


"Maksud kamu apa Bren.." ucap Frisya.


"Yaa kan aneh... kamu udah punya kekasih tapi disini kamu berkata begitu pada ku.." ucap Brenda kesal.


"Siapa sih maksud kamu dek.." ucap Frisya heran.


"Ituu si Serllyta... bukankah dia kekasih mu ?" tanya Brenda kesal.


" Hahahaha... " Frisya tertawa keras.


"Apaan sih, gak jelas.. " ucap Brenda


"Biar mas jelasin.. Mas sama Serllyta itu gak pernah pacaran dan kami hanya rekan bisnis.." jelas Frisya.


"Tapi dia mendatangi kantor ku dan mengatakan jika aku tidak boleh mengganggu kekasihnya.." Brenda masih belum puas dengan jawaban Frisya.


"Benarkah ? dia melakukan hal itu ?" tanya Frisya


"Apa wajahku terlihat sedang bercanda..." tanya Brenda.


"Wajah mu tidak bercanda, tapi wajah dan segala yang ada pada mu itu cantik membuat ku jatuh cukup jauh.." ucap Frisya


"Hadeh, ga jelas kan jadinya.." ucap Brenda


"Biar mas mu ini yang selesaikan kesalahpahaman ini.." ucap Frisya dengan senyum menyeringai mengingat wajah Serllyta.


" Jika ini salah paham, mungkin karena dia sangat menyukai mu mas.." ucap Brenda.


"Apa kau cemburu ?" tanya Brenda


" Entahlah... beberapa hari yang lalu, dokter Sadid, dia melamar ku lagi." ucap Brenda


Frisya mengernyitkan dahinya.


"Lalu ?" tanya Frisya


"Aku masih memikirkannya, sambil menanti siapa tahu ada seseorang diluar sana yang lebih baik untuk ku dan dia langsung melamar ku.." ucap Brenda memberi sedikit kode.


"Brenda, mungkin kali ini aku tidak membawa sebuah cincin untuk mu, tapi maukah kau menikah dengan ku ?" tanya Frisya


"Maaf mas, aku tidak akan pernah mengambil kekasih milik orang lain." ucap Brenda


Frisya langsung berdiri, wajahnya terlihat kesal, entah kesal pada siapa...


"Maaf aku harus segera pergi.." ucap Frisya.


"Bagaimana bisa dia pergi seperti itu.." keluh Brenda.


*****

__ADS_1


Keesokan harinya...


"Fris, kau memanggil ku ?" ucap Serllyta sambil melenggak lenggokkan tubuhnya di depan Frisya.


"Aku tidak akan pernah berbasa basi lagi dengan mu !!! " ucap Frisya sambil berteriak.


"Apa yang terjadi padamu Friss ??" tanya Serllyta.


"Lancang sekali kau pergi menemui Brenda dan mengaku sebagai kekasih ku.." ucap Frisya keras.


"Lalu ? yang selama ini kita lalui.. apa kau tidak merasakan sesuatu ?" tanya Serllyta.


"Hahaha~ Sayangnya aku hanya mencintai Brenda seumur hidup ku .." ucap Frisya


"Bukankah kau bilang akan membantu ku untuk membalas atas kematian kakak ku..


"Aku tidak perduli, segera hentikan atau kau akan menyesal.." ucap Frisya membuat merinding.


Serllyta meninggalkan Frisya dengan amarah.


"Aku akan membuat mu datang dan meminta maaf pada Brenda.." ucap Frisya dengan pikiran jahatnya.


Setelah itu, Frisya kembali mengerjakan pekerjaannya hingga tuntas.


"Ram.. ada yang lain ?" tanya Frisya pada Rama meja sekretaris.


"Tidak Friss kau bisa sedikit bersantai, oke " ucap Rama sambil tertawa.


.Frisya termenung mengingat wajah Brenda yang selalu membuatnya semakin tergila gila.


"Kau harus menjadi milik ku Brenda... aku tidak akan pernah melepaskan mu lagi.." ucap Frisya


Tiba tiba Frisya teringat....


" Entahlah... beberapa hari yang lalu, dokter Sadid, dia melamar ku lagi." ucap Brenda


"Akan kucari kesalahan mu atau jika perlu akan aku buat agar Brenda tidak akan pernah ingin kembali melihat mu.." ucap Frisya


*****


Keesokan harinya...


Brenda meeting hingga tengah hari dengan AKACORPS.


"Jadi pada malam kita akan menampilkan boy band asal korea selatan ini, saya yakin dengan kemampuan mereka ini akan meningkatkan keuntungan kita.." ucap Asisten tuan Min ho menjelaskan.


Setelah presentasi itu dengan berbagai pertimbangan yang saling menguntungkan kedua pihak akhirnya Brenda menandatangani surat kontrak sebagai salah satu sponsor dari acara yang bertajuk Awesome Valentine day.


*******


Saat pulang bekerja, Frisya pergi ke Hoki Grup... memastikan Brenda pulang dengan selamat.


Tiba tiba Frisya melihat dokter Sadid lagi..


"Hai Brenda..." seru Sadid


"Kak Sadid ? kamu ngapain ?" tanya Brenda


"Hm... aku sedang ingin bertemu dengan kamu.." ucap Sadid.


"Ciye... bilang aja pengen antar aku pulang.." ucap Brenda


"Hehe, kelihatan jelas ya... kamu udah makan ?" tanya Sadid.


"Di ujung jalan ada Cafe baru, yuk kita pergi ke sana .." ucap Brenda

__ADS_1


"Baiklah.." ucap Sadid.


Tiba tiba suara handphone Brenda berdering..


"Hallo meta ?" ucap Brenda


"Nona Brenda, saya mendapatkan kabar terbaru dari AKACORPS jika mereka bermaksud mengubah isi kontrak karena ternyata tiket sudah habis terjual hanya untuk 3 jam saja, dan..... " ucapan Meta terputus.


"Meta, kau urus saja itu... jika sekiranya menguntungkan kita sudah setujui saja, aku sedang sibuk.." Ucap Brenda sambil mematikan teleponnya.


"Siapa ?" tanya Sadid


"Meta, asisten ku... sudah pulang masih membicarakan pekerjaan, aku ingin beristirahat sejenak.." ucap Brenda


"Iya, iya sudah.. kita sudah sampai lagian, Silahkan..." ucap Sadid sambil menarik kursi untuk Brenda


Frisya pun terus mengikuti mereka dan berhenti di kafe diujung jalan. Frisya mengendap endap agar membuatnya tidak dilihat oleh Brenda.


******


"Wah.. bagus ya kak tempatnya keren... aku jafi terinspirasi deh.. " ucap Brenda melihat tiap sudut kafe.


"Ini pesanan anda Nona, dan ini milik anda tuan.." ucap pelayan


"Ah, iya terimakasih..." ucap Brenda dan Sadid bersamaan.


"Bren... sebenernya aku mau tanya sesuatu sama kamu " ucap Sadid.


"Tanyakan saja kak... " ucap Brenda.


"Ba bagaimana dengan pertanyaan ku yang kemarin ?" ucap Sadid sambil menyodorkan sebuah cincin.


*********



***********


Mata Frisya terbelalak kaget, bagaimana bisa dia sudah melamar Brenda bahkan kini sudah membawa cincin.


"Siaaallll !!!! apa yang harus aku lakukan ... !!!" teriak hati Frisya.


"Aku tidak bisa membiarkannya... " ucap Frisya.


Tiba tiba...


" Bagaimana bisa kau akan menjawabnya Bren.. " ucap Frisya dari belakang Brenda.


Brenda menoleh...


"Loh, mas Frisya.... !!" Brenda kaget.


"Iya ini aku.. maaf aku mendengar segalanya, tapi bagaimana kamu akan menjawabnya, sedang aku juga sudah melamar mu dan juga menunggu jawaban dari kamu.." ucap Frisya


"Ah, itu... " ucap Brenda bingung...


"Kenapa mas Frisya harus ada disini jugaaa.." kesal Brenda.


"Maaf sepertinya aku harus pergi..." ucap Brenda enggan menjawab.


"Tidakkah kamu sadar jika aku juga menunggu jawaban darimu karena aku sangat mencintai mu Bren.." ucap Frisya.


"Hai tuan, tolong hentikan disini aku yang sedang melamar Brenda, mengapa kau yang meminta jawaban.." keluh Sadid.


"Lalu ? apakah kau tidak suka tuan.." ucap Frisya dingin.

__ADS_1


"Ah, sudah sudah... aku akan menjawabnya dalam 3 hari, kita bertemu disini.. " ucap Brenda .


**********


__ADS_2