
Setelah mandi Frisya sarapan pagi.
"Fris... pergilah temui Brenda, aku rasa dia sudah sangat merindukan mu.. " ucap Rama.
"Apa kau sanggup menghandle semuannya ?" tanya Frisya
" Ku sudah bekerja cukup keras karena orang tua itu, segera temui kekasih mu... Aku bisa melakukan sisanya." ucap Rama
"Baiklah, aku tahu kemampuan mu.. " ucap Frisya.
Setelah sarapan Frisya segera pergi kerumah Brenda tanpa mengabari dulu seperti biasanya.
Beberapa jam kemudian Frisya sampai. Mami yang melihat kedatangan Frisya sedikit kaget, namun berusaha untuk menjadi biasa saja.
"Fris, kamu datang nak ?" tanya Mami.
"Iya mi.. dimana Brenda ?" tanya Frisya
"Brenda sedang keluar sebentar dia bilang pergi makan atau makam ya.. mami lupa " ucap Mami
"Baiklah Frisya akan mencari Brenda dulu.. " ucap Frisya
****
Hari ini Brenda sedang mengunjungi makam Bella dan Hemi, teman masa kecilnya.
" Kalian... aku datang kemari hari ini berharap pengampunan kalian berdua untuk Rakhman... dia kini sudah berubah menjadi orang yang lebih baik..dan aku akan menikahinya.. " ucap Brenda.
Tiba tiba dari kejauhan terdengar suara memanggil.
"Brenda ... Brenda... " ucap Frisya dengan suaranya yang khas.
"Mas Frisya... Ah, kalian maaf aku harus segera pergi.. " ucap Brenda sambil berlarian mendatangi asal suara.
"Mas Frisya... !! " teriak Brenda
"Dek... " ucap Frisya
" Kamu kemana aja ??" tanya Frisya
"Aku ?? kamunya yang kemana... bilangnya gak bakalan matiin handphone tapi ternyata.. " ucap Brenda
"Duh iya, maaf dek... mas Frisya bekerja hampir gila karena seseorang yang menyebalkan. " ucap Frisya
"Apa belum selesai ?" tanya Brenda
"Hm... memang kenapa ?" tanya Frisya
"Belum yaa... " ucap Brenda
"Kenapa ??" tanya Frisya
__ADS_1
" Kirain udah selesai, Kirain kesini mo ngajakin aku nikah... " ucap Brenda
"Dih... ngebet yaa.. hahaha " ucap Frisya
"Ya udah nggak deh.. kapan kapan aja.. " ucap Brenda merajuk berjalan mendahului Frisya.
Tiba tiba Frisya memeluk Brenda dari belakang.
"Mas rindu aroma tubuh mu " ucap Frisya berbisik di telinga Brenda membuat merinding.
"Benarkah... ?? " Berbalik badan menghadap Frisya dan melingkarkan tangannya pada leher Frisya.
" Lalu ? kapan kita kamu akan meikahi ku, apa kau akan terus seperti ini sampai aku jatuh cinta pada orang lain ?" tanya Brenda
"Akan ku lenyapkan orang yang berani beraninya membuat Brenda ku jatuh hati padanya.. " ucap Frisya senyum menyeringai.
Brenda tersenyum..
"Senyum mu paling manis dari siapapun di dunia ini.. " ucap Frisya
"Dan kau pria paling kharismatik yang tidak bisa aku menolak pesona mu.. " ucap Brenda
Brenda dan Frisya saling memuji, saling merayu, mereka merasa berharap agar waktu bisa berhenti sejenak, agar mereka bisa menikmati waktu ini lebih lama lagi.
"Apa kau sungguh mencintai ku Brenda ?" tanya Frisya
"Sangat.. sangat mencintai mu.. " ucap Brenda .
Frisya tersenyum, dan mencium tangan Brenda.
"Bulan depan ?" tanya Brenda
"Baiklah... ( Tersenyum lebar ) Aku mencintai mu Frisya... " ucap Brenda sambil berlarian pulang.
"Hai, bagaimana kau bisa memanggil ku Frisya tanpa mas di depannya.. " ucap Frisya
Brenda tidak mendengarkan ucapan Frisya, yang ada di kepalannya hanyalah nyanyian kebahagiaan, dia ingin pulang dan segera mengabari mami nya untuk segera bersiap akan pernikahan anaknya.
Frisya mengikuti Brenda yang kegirangan dari belakang. Frisya tidak pernah melihat Brenda sebahagia ini.
"Aku berjanji akan membahagiakan mu dek.. " ucap Frisya dalam hati.
****
Rumah...
Mami melihat Brenda berlarian dengan disusul Frisya di belakangnya..
"Kamu ngapain sih lari lari kek anak kecil aja bren.. " ucap Mami
"Mi, Brenda sama mas Frisya akan menikah sebulan lagi, tolong mami cari tanggal dan hari yang baik untuk kami.. " ucap Brenda
__ADS_1
"Ah.. mami ikut senang nak... " memeluk Brenda
"Wah.. bolehkah Frisya juga mendapatkan sebuah pelukan ?" tanya Frisya
"Ah tentu Friss.. " ucap Mami sambil memeluk Frisya.
"ada apa ini... mengapa ayah dilupakan ?" tanya Ayah.
"Loh, ayah sudah sehat... " ucap Frisya
"Tentu nak... berkat doa semuanya.. " ucap Ayah.
"Senang sekali melihat ayah sudah sembuh.. Frisya dan Brenda bermaksud akan menikah bulan depn, kami memohon restu dari mami dan ayah.. " ucap Frisya
"Kami merestui kalian, ayah akan segera mencari tanggal dan hari baiknya.. " ucap Ayah.
Mami mengangguk ria.
"Baiklah kita akan mulai persiapannya mulai besok.. " ucap Mami.
"Baiklah... mas Frisya sekarang istirahatlah.. " ucap Brenda.
"Baiklah.. " ucap Frisya sambil pergi ke kamar tamu.
****
Keesokan harinya...
Brenda dan Frisya sudah berolah raga sejak pagi tadi, dan segera pulang saat hari mulai terik.
****
Dirumah...
"Frisya, Brenda kalian sudah datang, duduklah dulu... ini teh sama kopinya.. " ucap Ayah.
"Ada apa ayah ?" tanya Brenda
"Ini Ayah sudah menemukan hari baij untuk kalian berdua.. " ucap Ayah.
"Benarkah ?"tanya Brenda.
"Iya nak, jadi kalian akan menikah tanggal 2 bulan 2 tahun ***2 bagaimana ??" tanya Ayah.
"Wah, makasih ayah... Brenda seneng.. " ucap Brenda
"Ayah, terimakasih.. " ucap Frisya
"Udah yuk makan pisang goreng dulu.. " ucap Mami.
"Semoga kalian berjodoh sampai akhir hayat ya nak.. " ucap Mami
__ADS_1
"Dan segera memberikan Kami cucu yang banyak.. " ucap Ayah..
Hahaha... Mereka berempat pun tertawa bersama, sangat bahagia.