
"Mami, ayah... aku pulang dulu yaa.. tolong jangan bersedih lagi... " ucap ku.
"Kamu gadis nakal.." ucap mami mencubit pipi ku.
"paman, tante kami pulang dulu... terimakasih sudah merestui kami.."
Akhirnya kami pulang pukul 9 malam.
Beberapa hari kemudian...
"Sayang selamat pagi..." ucap ku sambil menciumi wajah Gun Woo yang masih terlelap.
"Ehhmm... emm.. " Gun Woo mengulet di kasur.
"Sayang.. aku kok di cuekin sih... kamu gak pengen sarapan pagi sama aku ??" tanya ku.
"Eh mm.. (Menarik tubuh ku dipelukannya) Kamu kok udah harum banget...jadi pengen.." ucap Gun Woo masih memejamkan mata menciumi ku, sambil mengelus lembut bokong ku.
"Mas.. bangun yukk... aku pengen foto shoot sama kamu hari ini...." ucap ku manja.
"Panggil calon tunangan mu ini dengan panggilan Mas sekali lagi, akan ku perkosa kau Bren.. " ucap Gun Woo menakuti ku .
"Iihh.. Abang... Perkosa adek bang.. perkosa cepet bang... " ucap ku cekikikan mendengar ucapan Gun Woo sambil menggoyang goyangkan bokong ku diatasnya.
"Astaga gadis ini.. hahaha... bukankah seharusnya kau takut ?? " ucap Gun Woo dengan tertawa atas jawaban ku.
"Apakah tidak terlambat jika aku takut padamu Gun Woo ??" ucap ku.
Gun Woo mengubah posisi ku berada di bawahnya, tubuhnya menindih ku.
"Brenda.. aku sungguh mencintai mu.." ucap Gun Woo mulai menciumi tubuh ku.
"Emm mmh.. Mas. uuhh..." racau ku.
Sekali lagi Gun Woo mendengar ku memanggilnya Mas. Gun Woo langsung menghentikan kegiatannya.
"Aku akan segera mandi.. tunggulah sebentar di luar " ucap Gun Woo dengan ekspresi tidak senang.
"Bang.. kok berhenti ?? kamu ninggalin aku pas lagi sayang sayangnya tauuk.." ucap ku tanpa merasa bersalah.
"Lanjutkan dengan mas mu.. aku tidak bisa melanjutkan apapun dengan mu jika masih Mas Frisya yang ada dipikiran mu." ucap Gun Woo sambil beranjak pergi ke kamar mandi.
"Hadaooh nih mulut kok ya gak mikir ya kalo ngomong.. njiirr... " maki ku pada diriku sendiri.
Aku turun dari kamar Gun Woo menuju dapur untuk membuat kopi.
15 menit kemudian Gun Woo turun masih dengan wajah masam.
"Bang.. udah selesai kalo mandi.. sini yuk sarapan udah aku siapin kopi buat kamu.. " ucap ku dengan wajah memelas.
Gun woo duduk, di kursi kecil dengan meja rendah didepannya. lalu menghela nafas panjang.
"Brenda.. dalam beberapa minggu kedepan kita akan segera bertunangan.. jika hatimu sudah tidak disini lagi, kau bisa pergi padanya, jangan menyakiti hati ku."
"Bang.. apa maksudmu ?? aku ada disini karena aku mencintaimu.. Maafkan aku, atas ucapan ku.."
"Coba kau bayangkan saat saat intim mu dengan ku, tiba tiba yang terdengar ku panggil adalah Debora.. bagaimana perasaan mu."
Deg
__ADS_1
perasaanku membayangkan nya saja sudah seram.
"Baiklah, aku meminta maaf atas ucapan ku yang salah, mungkin kau juga perlu waktu untuk memaafkan ku."
Gun Woo terdiam..
"Aku akan membatalkan foto shoot kita hari ini, aku pergi dulu.. " ucap ku sambil meraih kunci mobil yang ada di depan Gun Woo.
Gun Woo membiarkan aku pergi.
2 menit kemudian aku sampai di depan komplek perumahan rumah Gun Woo , Aku bahkan tidak melihatnya mengejar ku.
"Apa dia benar benar semarah itu ??" gerutu ku.
Aku berinisiatif mengirim pesan pada Gun woo.
"Apakah kau sungguh sungguh marah pada ku Gun Woo ??" Brenda
"Bagaimana kau bisa menuduh ku, sedangkan kau sendiri yang berari pergi meninggalkan ku, hanya karna aku membahas itu." Gun Woo.
"aiishh.. kau bahkan tidak mengejar ku.. " Brenda
" Kau sedang marah, jika aku mengejar mu, aku takut kau akan bertambah marah.." Gun Woo
"Baiklah..." Brenda
"Kau dimana sayang ??" Gun Woo
"Masih di depan kompeks rumah mu.." Brenda.
"Tunggu aku... " Gun Woo.
3 menit kemudian
"Hai gadis nakal... mengapa menunggu ku disini ?? mengapa tidak kembali ke rumah ku ??"
"Tidak bisa.. aku terlalu malu untuk kembali... bisakah kau segera masuk... baru beberapa menit berjauhan saja aku sudah kangen tau.."
"Beruntung sekali aku bisa memiliki mu Brenda.."
"Mas... aku itu sangat mencintai mu.. jangan biarkan aku pergi sendiri.." ucap ku.
"Iya, baiklah tuan putri.."
20 menit kemudian kami sudah sampai dan segera bersiap siap untuk melakukan foto shoot kami berdua.
1
2
3
Cekrekk..
Cekrekk...
baguss... Lanjut...
Seharian ini kami habiskan untuk bersenang senang saja melupakan aktifitas harian kami.
__ADS_1
Kami memilih Pantai untuk tempat kami melakukan photo shoot.
Bahkan kami melakukan foto under water, awesome.!!!! Gun Woo sosok yang sangat sempurna.
3 minggu kemudian hari pertunangan kami pun berlangsung dengan sangat meriah.
Ayah dan Mami sudah sampai di rumah ku sejak 1 minggu sebelumnya mempersiapkan segala keperluan ku, mulai dari gaun, dekor, gedung, make up , sepatu, undangan dll.
"Mami, mas Frisya gak dateng ya.." tanya ku.
"Entahlah... dia bilang mau datang, tapi mami tidak berharap banyak." ucap mami lesu membayangkan nasib anak baiknya yang malang.
Aku, Mami dan ayah sudah sampai di gedung sejak pagi.. Ayah bercengkrama hangat dengan ayah Gun Woo, mami juga menyapa para tamu dengan ramah.
Aku terdiam duduk bersebelahan dengan Gun Woo menunggu pembawa acara mengintruksi kami untuk mulai saling memakaikan cincin di jari kami.
"Kau terlihat sangat cantik dengan gaun dan tatanan rambut mu ini Brenda, aku makin jatuh cinta pada mu.."
"Benarkah ?? Aku juga mencintai mu Gun Woo.."
Aku menatap sekitar dengan tatapan melamun.
"Haii nona...Apakah kau tidak bahagia bertunangan dengan ku Brenda..?"
"Aku sangat bahagia hanya saja aku heran, bagimana bisa kau tidak mengajak ku pergi ataupun memilih cincin pertunangan ini ??"
"Aku sengaja... aku sudah memilihkan cincin terbaik ,terindah, dan termewah untuk mu.. " ucap nya cekikikan.
"Yaa, dan kau berhasil membuatku penasaran."
"Tunggulah sesaat lagi.. " ucap Gun Woo sambil menggenggam tangan ku.
"Baiklah... silahkan sepasang kekasih ini, untuk bertukar cincin pertunangan." ucap pembawa acara pertunangan kami.
Gun Woo mengambil sebuah cincin yang sangat istimewa, yang membuat ku berdecak kagum.
"Abang.. berlian ini cantik sekali.." ucap ku.
"Aku sudah berjanji akan membawakan mu berlian bukan.." seraya memasukan cincin pada jari ku.
Begitu pun aku yang juga memasangkan cincin pada Gun Woo. Semua orang bersorak.
Pandangan ku menyebar ke seluruh ruangan dalam gedung, dan berhenti pada seseorang yang berdiri di pintu masuk gedung.
"Mas Frisya ...." ucap ku dengan mata berbinar. Gun Woo melihat itu.
Aku hendak berlari menuju mas Frisya yang nampak murung itu. Namun sayangnya Gun Woo langsung menarik dan memeluk ku dengan hangat, Pandangan ku langsung teralihkan.
Kemudian, saat aku mulai mencari keberadaan mas Frisya lagi, sayangnya dia sudah tidak ada disana lagi.
"Maafkan aku mas.. Kelak kau akan mendapatkan wanita yang amat mencintai mu.." ucap ku dalam hati.
__ADS_1
********