Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Menuju hari H pernikahan Debora Frisya


__ADS_3

Setelah seharian memilih milih akhirnya Debora memutuskan untuk memilih gedung yang dekat dengan perusahaan Hoki Grup agar jika terjadi sesuatu atas meta, maka Debora bisa segera bergegas membereskannya.


"Wahh.. udah sore aja.. duuh capeknya.. pulang yuk Ram.." ucap Debora.


"Siapa yang ngebolehin kamu pulang, kamu harus fitting gaun, memilih undangan dll hari ini juga, itu pesan Frisya." ucap Rama membuat Debora mengedipkan mata berkali kali tidak percaya jika harus menyelesaikan nya hari ini.


"Kenapa kau baru mengatakannya ?? tau begitu aku tidak akan berlama lama memilih gedung tadi.." keluh Debora.


"Itu salahmu sendiri, kau yang terlena dengan kemewahan gedung gedung milik Friss, ayo segera pergi.. " ucap Rama.


"Astaga.. bagaimana kalian bisa memiliki sifat yang sama... " gerutu Debora.


Rama hanya melirik ke arah Debora.


Flashback On


Debora Samaranta...


Adalah seorang gadis yang berasal dari kampung yang nekat datang ke kota untuk bekerja. dia diterima oleh Brenda karena kemampuan Debora yang sangat mahir di bidangnya, namun menjadi asisten Brenda bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi semua pekerjaan Brenda dia harus menghandelnya. sehingga membuatnya tidak pernah memperhatikan dirinya sendiri, dia tetap nampak kampungan sekalipun sudah bertahun tahun berada di kota.


****


15 menit kemudian Debora dan Rama sampai di dalh satu butik mewah.


"Selamat datang... anda sedang mencari gaun untuk pernikahan atau yang lain Nona ??" tanya pelayan butik.


"Biarkan dia memilih gaun pernikahan yang dia sukai.." ucap Rama.


"Mari Nona..." ucap pelayan itu.


Saat beberapa pelayan membantunya mencoba gaun Debora memperhatikan wajah mereka.


"Apakah kau menggunakan riasan wajah seperti ini setiap hari ??" tanya Debora pada seorang pelayan.


"Tentu Nona.. sebagai seorang wanita sudah hak kita nampak cantik, dan tidak mungkin jika saya membiarkan wajah saya terpapar."


"Wahh... aku juga harus melakukan hal yang sama nih... siapa tahu Rama bisa menyukai ku.. ehh.. kok Rama yaa.." ucap Debora terpotong karena sudah selesai dan segera memperlihatkan kepada Rama.


Sepanjang hidup Rama, dia tidak pernah melihat seorang gadis dengan wajah pas pasan tampak semenarik ini ketika menggunakan gaun pernikahan.


"Hm... kau tampak anggun sekali Debora.. apakah kau suka dengan gaun ini ??" tanya Rama.


"Gaun ini sangat indah Ram.. aku langsung menyukainya..."


"Kau gadis yang cukup pandai dalam memilih.. Mbak.. tolong bungkus gaun ini." ucap Rama sambil memberikan kartu kredit no limit yang di berikan Frisya.


"Ayo pergi, kita harus memilih undangan." ucap Rama.


"Kita ??? " pikir Debora .


*****


Kami sampai di tempat percetakan.


"Pilih salah satu.. " ucap Rama.


"Wah.. ini bagus banget bertabur gold yaa.. ini diamonds.. emm.. ini undangan apa an sih mewah banget gini.." ucap Debora kagum.

__ADS_1


"Sudah pilihlah.." ucap Rama.


"aaku Suka gold dann.. aku pilih yanggg.. emmm.. mana yaa.. duuhh bagus semua.." ucap Debora.


"Ini sudah pukul 9 cepat pilih dan kau akan segera ku antar pulang.." ucap Rama.


"Ahh.. ini aja dehh..."


"Pilihan yang bagus.. selera kita sama ternyata.." pikir Rama.


Setelah memilih Gedung, gaun dan undangan Rama segera mengantar Debora pulang.


Besok aku akan menjemput mu lagi, segera bersip siap pukul 8.


"Baiklah.. terimakasih sudah mengantar ku tuan.." ucap Debora.


Rama berlalu meninggalkan Debora.


*****


Keesokan harinya..


Debora sudah menunggu Rama du depan rumah nya.


"segeralah masuk.." ucap Rama.


"Selamat pagi Ram. kemana kita hari ini ??" ucap Debora.


Kita akan mencari gedung, wo. catering . penghulu dll.


"Loh kita itu Ram yang cari ??" tanya Debora.


"Bukankah Frisya orang yang amat kaya dan berkuasa, Bagaimana bisa dia tidak menyuruh orang lain saja.. aku kan mempelai wanita Ram.. seminggu lagi pernikahan kami, jika aku sampai kelelahan, bukankah itu buruk.." ucap Debora.


"Sayangnya Frisya tidak akan membiarkan mu berleha leha setelah membuat mu mendapatkan gedung darinya." ucap Rama.


"Apakah hidup ku akan seperti neraka Ram ??" ucap Debora sambil menangis.


"Itu tergantung bagaimana sikap mu pada Frisya, dan juga suasana hatinya. Kau bahkan akan merasakan apa yang dia rasakan setiap detiknya. "


"Mana mungkin setiap detiknya ?? "


"Kau tidak percaya... cobalah.. tapi ku minta jangan pernah melawannya.. ikuti saja perintahnya, aku tidak mau kau mati konyol."


"Apakah dia akan menyentuh ku ??.."


"Lakukan yang terbaik agar Frisya mau menyentuh mu.. jika itu sampai terjadi, hidup mu akan seperti surga.. percayalah."


"Apakah dia masih mencintai nona Brenda ???"


"Menurut ku dia masih mencintai Brenda.. sekalipun dia mengingkari nya."


"Baiklah ayo segera kita selesaikan ini.."


*** perusahaan Hoki Grup.


"Metaaaaa... Apa yang kau lakukan ??? mengapa keuangan kita bisa berkurang sebanyak ini..." ucap Brenda keras.

__ADS_1


"Sa.. saya tidak tahu nona.."


"Biar aku yang melakukan audit, jika kau sampai korupsi aku akan mengirim mu ke penjara." ucap Brenda


"Tidak Nona.. saya tidak mungkin Berani korupsi.."


"Diamlah.." Debora sambil melakukan audit.


Setelah 1 jam, ternyata tidak ada uang yang hilang, Meta hanya salah membuat laporan.


"Apa kau mengerti pekerjaan ini ?? astaga... belum seminggu kau membuat banyak masalah untuk ku Met." ucap Brenda.


"Maaf nona Brenda maaf.. saya tidak akan mengulanginya."


"Astaga... ini bagaimana bisa kacau sekali.." umpat Brenda.


Brenda berjalan kembali menuju ruang kantornya.


"Nonaa.. Nona Brenda.. gawat.." ucap Meta berlarian menuju aku.


"Ada apa lagi ?? " tanya ku malas.


"Perusahaan Nong membatalkan kontrak kerja dengan Hoki Grup." ucap Meta.


Brenda, yang tidak pernah bisa menerima hal itu langsung menelfon pimpinan perusahaan NONG.


"Halo, Nona Brenda selamat siang.. ada yang bisa saya bantu untuk anda." jawab pimpinan Perusahaan NONG Tanpa merasa bersalah.


"Hai tuan, Bagaimana bisa anda memutuskan kontrak kerja begitu saja dengan Hoki Grup."


"Maaf Nona Brenda, aku tidak menyangka jika kau berurusan dengan pimpinan Boom&Food, dan perusahaan ku tidak mau mengambil resiko." ucap nya.


"Apa maksudmu ?? aku tidak merasa memiliki masalah dengan Boom&Food.."


"Entahlah, kau bisa bertanya langsung kepada pimpinan Boom&Food" Ucap nya dan mengakhiri telepon nya.


Sebenarnya bukan masalah saat mereka membatalkan kontrak karena tidak akan berimbas besar pada Hoki Grup.


Yang tidak Brenda mengerti, Bagaimana bisa dia mengatakan jika Hoki Grup memiliki masalah dengan Boom&Food.


"Aku sepertinya memang harus pergi kesana untuk menyelesaikan masalah ini." tekad Brenda.


Sebenarnya, Frisya sangat merindukan Brenda dan berharap bisa bertemu dengan Brenda sebelum pernikahannya.


******


Hari sudah menjelang malam...


"Astaga Rama.. kaki ku pegel pegel nih.. aduuhh capeknya.. " keluh Debora.


"Bersabarlah besok semuanya sudah siap, tinggal menunggu hari H kau bisa beristirahat." sahut Rama.


"Bahkan dia tidak menghubungi ku sama sekali.. ini sebenernya aku mau nikah sama dia apa nikah sendirian sih.. ngeselin.." ucap Debora.


"Sudahlah.. tinggal beberapa hari lagi, oh iya Frisya ingin tahu kau meminta berapa mas kawin yang kau minta." ucap Rama.


"Cukup, uang sekoper itu aja, bilang sama dia.. bye !!!!! aku mo pulang capek." ucap Debora kesal.

__ADS_1


"Dasar gadis aneh.. " ucap Rama sambil melajukan mobilnya.


********


__ADS_2