
"Hai, tuan Gun woo.. aku kedinginan bisakah aku memesan secangkir kopi panas." Aku meledek nya, yang masih terus menatap ku.
"Ah, iya, itu, Baiklah.. tunggulah didepan penghangat sebentar." dia gelagapan.
Aku seperti orang Depresi merasakan dingin yang sangat menusuk sampai ke tulang tulang ku rasanya.
"Ini kopi panasnya... apakah kau sangat sangat kedinginan Brenda ??"
"Iya, rasanya aku ingin masuk ke dalam api itu saja, siapa tahu disana hangat."
"Hai apa yang kau katakan ?? kemarilah..." seraya dia menepuk sofa yang sedang dia tempati.
Aku tidak punya pilihan lain, karena terlalu merasa kedinginan. Perlahan aku mendekati nya, dan duduk di sampingnya.
"Astaga Brenda.. pipi mu membiru." ucap Gun Woo khawatir.
"Benarkah? Aahh apa yang terjadi pada wajah ku..." aku bertambah panik.
"Itu sebenarnya wajar dialami orang yang kedinginan, asalkan tubuhnya segera di hangatkan ini akan baik baik saja."
"Baiklah aku akan pergi mendekati api itu, siapa tahu, badanku langsung hangat."
Seraya aku berdiri dan mulai melangkah menuju api, namun terhenti karena tanganku di tarik oleh Gun woo.
aku langsung terjatuh di pelukannya... aku terdiam menatap matanya yang indah itu.
" Apa yang akan kau lakukan padaku ?" Ucapku khawatir melihat matanya yang seakan menghipnotis ku itu.
Gun Woo tersenyum, kemudian menyikap ku dengan selimut besar dan hangat, dia memeluk ku dari belakang.
"Apa semua wanita yang datang mendapatkan perlakuan yang sama seperti ini ?" Tanya ku yang mulai merasa hangat.
"Mana mungkin... mereka semua teman teman ku, aku tidak akan melakukan ini pada teman ku..." ucap Gun Woo.
Aku melihat sebuah buku di atas sofa, dan aku mengambilnya.
"Buku apa ini ?" tanyaku..
"Hah, 10 cara membuat wanita nyaman ?" pekik ku...
__ADS_1
"Kau sungguh mempelajari ini ?" tanya ku sambil terkekeh
"Hai, mengapa kau tertawa seperti itu... Apa salahnya ?" ucap Gun Woo enteng.
"Baiklah, coba kita lihat halaman pertama.." ucap ku sambil membuka buku itu perlahan lahan.
"Dekati dia dengan cara yang baik dan tidak berlebihan, hm... benar aku setuju.." ucap ku.
"Kedua, buat dia nyaman berada di dekat mu.. Yaa, aku rasa ini tidak terlalu buruk. " ucap ku lagi.
" Dan ketiga, ajak dia makan romantis bersama mu. Hm, boleh juga..." lanjut ku.
"Yang keempat... " ucapan ku terputus.
" Berhentilah membaca... " ucap Gun Woo sambil memeluk ku erat.
"Mengapa kau memeluk ku semakin erat ?" tanya ku..
"Brenda... Aku tahu aku bukan satu satunya pria yang mendekati mu... tapi bisakah aku mencoba menjadi satu satunya pria untuk mu ?" ucap Gun Woo dengan nada serius.
"Bagaimana jika gagal atau kau akan marah karena pria pria yang mengejar ku itu ?" tanyaku waspada.
"Asal kau tahu setia itu bukan sebuah kata yang hanya diucapkan saja, karena setia sebenarnya adalah kata kerja, dimana kau bukan hanya bisa mengucapkan tapi juga harus melakukannya." terang Gun Woo.
" Mengapa mendadak kau terlihat sangat manis sekali... " ucapku terpanah dengan ucapan Gun Woo.
Perlahan Gun Woo mendekatkan wajahnya pada ku dan mulai mencium bibir ku dengan hangat
Tiba tiba suara handphone berdering...
"Ah, siall" lanjut gun woo setelah melihat siapa yang menelfon nya.
"Ya, Ayah.. ada apa...??"
"Aku mendapat telfon dari Asisten Nona Brenda, Apakah kau bersamanya ??"
"Ya, dia bersama ku Ayah, apakah ada masalah."
"Ya, tadi asistennya itu menelfonnya tapi dia tidak mengangkat nya. dia takut terjadi apa apa pada Brenda."
__ADS_1
"Tenang Ayah, Brenda baik baik saja bersama ku."
"Kau dimana ?"
"Kami sedang di villa ku, dia sedang beristirahat setelah kehujanan."
"Apakah kau sudah melakukan sesuatu kepadanya ??"
Gun Woo terdiam.
"Anak Bodoh, jangan macam macam kau kepadanya. banyak pria dari perusahaan lain yang menginginkannya".
"Ayah, aku belum melakukan apapun. lagi pula jika aku melakukannya aku akan
menikahinya."
"Hai anak bodoh, asal kau tahu ya. jika dia sampai hamil, kau akan mati di buru mereka. atau bahkan sekalipun kalian melakukannya dan dia tidak hamil namun dia menikahi orang lain, kau akan tetap di buru, karena mengambil keperawanan nya."
"jika kami sampai melakukannya, aku akan bertanggung jawab Ayah."
"Lebih baik kau hindari itu, karena tidak jelas dia mau padamu atau tidak."
"Baiklah.. aku akan segera membawanya pulang saat hujan sudah reda."
"Bagus, jadilah anak yang berguna."
telefon pun mati.
"Hah, dia ayah ku.. tapi bagaimana bisa dia berkata begitu pada ku." gerutu Gun Woo mengingat apa yang dikatakan ayahnya..
"Jangan mengumpat tentang ayahmu, itu tidak baik. " ucap ku .
"Ya, mau bagaimana lagi, dia selalu menuduhku padahal aku tidak melakukan hal buruk padamu..." keluh Gun Woo.
Setelah itu kami berdua tertidur karena kelelahan. 3 jam kemudian sekitar pukul 8 malam, aku terbangun. aku mencoba mengingat apa yang terjadi. Aku tersenyum senang karena hari ini aku seperti berpetualang bersamanya, dia memberikan ku pengalaman baru .
Setelah itu aku mulai membangunkannya..
"Hai tuan Gun Woo, segeralah bangun, antar aku pulang ini sudah malam."
__ADS_1
"Ah, kau sudah bangun.. apakah kau sudah tidak mengantuk ?" tanya Gun woo melihat ku yang sudah bersiap pulang.
"Ya, aku rasa aku akan melanjutkannya nanti saat sampai dirumah, atau aku tidak akan bisa tidur jika terlalu banyak tidur di sore hari seperti ini. " jelasku.