Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Jujur


__ADS_3

Kediaman Serllyta...


Setelah mendengar ucapan Frisya tentang kakaknya, hidup Serllyta menjadi tidak tenang, dia berpikir jika Frisya tahu sesuatu.


"Apa yang harus aku lakukan ? Sedang Frisya sepertinya tidak mau bicara.. " ucap Serllyta sambil menatap jendela apartemen ntar.


"Atau mungkin aku akan datang lagi, sambil merekam ucapan Frisya dan kemudian jika dia kasar lagi pada ku, aku akan mengancamnya dengan rekaman itu.. " pikir Serllyta.


"Ah, sepertinya itu ide bagus.. " ucap Serllyta sambil tersenyum menyeringai.


*****


Rumah Frisya


Frisya dan Brenda sedang bermesraan di balkon rumah.


"Mas Frisya, kau abis nikah kayaknya gendutan deh... " ucap Brenda.


"Benarkah ? sepertinya mas mu ini sangat bahagia dengan pernikahan ini.. " ucap Frisya


"Kamu bahagia Bren ?" tanya Frisya


"Tentu... aku merasa sangat nyaman di pelukan mu.. " ucap Brenda.


"Brenda... mas Frisya minta maaf. " ucap Frisya


" Kenapa minta maaf ??" tanya Brenda


" sampai hari ini mas belum bisa melakukan itu.. " ucap Frisya


" Tidak apa apa, lakukan saat kamu sudah siap saja.. " ucap Brenda


"Sungguh tidak ada wanita lain selain kamu.. mas berani bersumpah.. " ucap Frisya


" Iya.. iyaa... Brenda percaya mass... " ucap Brenda sambil mengecup bibir suaminya.


*******


Keesokan harinya...


"Mas Frisya... udah mau berangkat yaa... " ucap Brenda sambil memeluk suaminya yang sibuk memakai dasi.


" Kamu ingin mas libur ?" tanya Frisya


Brenda mengangguk..


"Baiklah jika istri mas ingin mas libur " ucap Frisya sambil mencubit pipi Brenda manja.


"Mas... aku pengen punya dedek baby... " ucap Brenda.


"Haha... sungguh ??" ucap Frisya.

__ADS_1


Brenda mengangguk...


"Kasihan sekali istri ku... Dia sepertinya sangat kesepian saat aku tinggalkan bekerja.. " ucap Frisya dalam hati sambil menatap Brenda.


"Brenda... mas mau jujur mengatakan sesuatu.. " ucap Frisya lirih.


"Ada apa mas, apa ada masalah ?" tanya Brenda


"Tidak... atau lebih tepatnya mas belum tahu ada apa... " ucap Frisya menunduk.


"Mas... aku istri kamu loh... " ucap Brenda khawatir.


"Percaya pada istri mu, rahasia mu adalah rahasia ku mas... aib kamu juga aib ku... kamu bisa mengatakan apapun.. " ucap Brenda sambil menggenggam erat tangan Frisya.


"Mas... Mas, merasa kehilangan kehilangan gairah mas sebagai seorang pria. " ucap Frisya jujur.


Mata Brenda terbelalak...


"Jadi... itu alasan mas Frisya, mengapa sampai hari ini belum menyentuh ku ?" ucap Brenda


Frisya mengangguk.


"Ooh astaga.. mas Frisya kamu kok gak bilang sayang... " ucap Brenda sambil menepuk jidatnya.


"Kenapa ?? ekspresi kamu jauh dari bayangan mas. " ucap Frisya


"Astaga.. aku pikir mas emang gak mau ngelakuin itu sama aku... " ucap Brenda sambil tertawa geli mengingat semua hal hal aneh yang dia pikirkan selama ini.


Brenda berhenti tertawa dan menatap Frisya.


" Kita baru saja mulai, pernikahan kita baru berjalan beberapa bulan mas... " ucap Brenda menguatkan Frisya.


"Aku kecewa, kamu kok gak bilang sama istri mu ini mas ? Bukankah seharusnya tidak ada yang boleh kita sembunyikan.. " ucap Brenda sambil memeluk Frisya.


"Apa kamu tidak kecewa dengan apa yang mas alami ?" tanya Frisya


"Mari kita berobat, jika kamu sakit...


aku siap menemani kamu sampai akhir, sampai kamu benar benar sehat aku akan tetap berada di samping kamu... " ucap Brenda


"Kamu yakin, akan bertahan sampai akhir dengan ku ?" tanya Frisya


"Aku yakin... dan aku hanya akan menyerah saat kamu mendua atau mencintai orang lain selain aku.. " ucap Brenda.


"Terimakasih... tapi mas takut untuk berobat.. " ucap Frisya


"Kenapa ?" tanya Brenda


"Mas takut, nanti apa yang akan mereka katakan saat tahu seorang Frisya yang sakit " ucap Frisya sedih.


"Kamu tidak perlu sedih, atas apa yang akan mereka katakan, aku ada di belakang kamu mas.. " ucap Brenda

__ADS_1


"Mas beruntung memiliki kamu... " ucap Frisya


" Segeralah sembuh... aku ingin segera memiliki Frisya junior.. " ucap Brenda sambil tersenyum.


" Iya, mas janji akan segera sembuh.. " ucap Frisya.


"Mau berjalan jalan ?" tanya Frisya


"Kemana ?" tanya Brenda


"Hm... kita pergi nonton yuk.. " ucap Frisya


"Boleh juga mas.. yuk, anggap saja lagi pacaran lagu.. hehe " ucap Brenda


"Iya, kamu segera siap siap ya.. " ucap Frisya.


"Iya mas... tunggu bentaran ya.. " ucap Brenda


Beberapa menit kemudian mereka berangkat.


*****


Mopic.


"Kamu mau lihat film apa mas ?" tanya Brenda.


"Apa yaa.. horror mau ?" tanya Frisya


"Idih, ini horor paling baru nih... Incridible Man.. " ucap Brenda


" Mau ??" tanya Frisya


"Iya deh mauu.. " ucap Brenda sambil meruncingkan bibirnya.


"Haha.. kamu lucu sekali Bren... " ucap Frisya sambil tertawa bahagia.


"Mas, aku beli popcorn dulu yak.. " ucap Brenda


"Biar mas aja... " ucap Frisya


"Gak deh aku aja, deket kok... " ucap Brenda


"Baiklah.. berhati hatilah, dan segera kembali.. " ucap Frisya


"Idih, mas Frisya apaan sih.. malu tahu di dengar orang.. " ucap Brenda


Frisya tersenyum manis mendengar ucapan Brenda..


Saat Frisya membeli tiket, dan Brenda membeli popcorn dan minuman. Tiba tiba pandangan Brenda terpaku pada dua orang, yang mungkin mereka adalah pasangan kekasih...


"Kak... Sadid... !!!" ucap Brenda.

__ADS_1


********


__ADS_2