Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Akhirnya


__ADS_3

******Duuuaaarrrrrrr....


cciiiiiittttttt******.....


"Eh, gilakk.. eh.. astagaa.. !! "


"Apaan tu Brend.."


"Ya ampun kagett.."


"Kayaknya Ban mobil kita bocor Bren.." ucap Ayah..


"Astagaaaaa... Gimana iniiii..." ucap Mami dan Brenda bersamaan.


"Kamu ada ban serep kan Bren ??" tanya Ayah.


"Kek nya gak ada deh yahh..." ucap Brenda berat hati.


"Duuh udah jam 12.40 nihh, jam makan siang udah mau selesai Brenda.." ucap Mami menambah panik..


Coba kamu telfon Gun Woo dan telfon bantuan Bren" ucap ayah.


"Iya yah.." ucap Brenda sambil berniat membuka handphone.


"Astagaaaaa " jerit Brenda..


"Kenapa ?? " tanya Ayah dan Mami bersamaan.


"Baterai habis.. jadi hp aku mati yah.. mii.. ayah dan mami bawa handphone kan ??? " tanya Brenda.


"Nggak nakk.. kami berniat bersenang senang jadi kami tinggalkan handphone kami di rumah kamu." ucap Ayah.


"Astaga.. calon suami dan calon mertua ku maafkan aku.. huhuhu " ucap Brenda.


"Sudah jangan sedih, kita tunggu kendaraan lewat aja...??" tanya Mami


"Aku kan udah bilang miii.. ini itu jalan sepii, sepiiii banget.. jadi jarang bahkan gaada kendaraan lewat sini.." ucap Brenda


"Wah.. lengkap yaa... " ucap mami tidak berdaya.


"Kalo jalan berapa menit darisini ke jalan besar Bren ???" tanya Ayah.


"Sekitar 15 atau 20 menitan yah.." ucap Brenda.


"Sekarang 12.43, ya sudah kita jalan saja... hanya lebih cepat dikit ya jalannya takut gak keburu.." ucap Ayah.


"Oke yaah.." ucap Brenda dan Mami.


Mereka pun memulai perjalanan menuju jalan besar.


Hening... yang terdengar hanya langkah kaki mereka bertiga saja.


Sesekali Brenda menatap ke arah ayahnya. seperti Ingin mengeluh, namun ayahnya pun tidak berdaya karna Brenda kini bukan anak anak lagi.


Mami Brenda berjalan paling depan, Brenda ditengah dan ayah paling belakang.


10 menit mereka berjalan, langkah Brenda dan Maminya terhenti karena tidak kuat menahan sakit yang diakibatkan high heels yang mereka kenakan.


"Duhh.. kalian ini.. mangkannya tadi seharusnya di buka dulu itu sendalnya.. biar gak lecet gitu.. emang dikira ini mall apa.." ucap Ayah


Mereka berdua hanya bertatapan dan menjinjing sepatu mereka masing masing dan melanjutkan perjalanan.


"Brenda.." ucap Mami ditengah perjalanan.

__ADS_1


"Iya mii.."


"Kayaknya kamu sama si Gun Woo gak jodoh deh... " ucap Mami.


"Ihh apaan sih mami nih.. " protes Brenda.


"Lah, lihat sendiri loh... ini baru aja orang tua mau saling ketemu malah udah susah gini banget.. beneran gak jodoh nih kali yaa" ucap Mami Brenda.


"Mi.. Brenda tahu mami adalah ibunya Brenda.. tapi Brenda mohon ucapkan yang baik baik saja.. karena apapun yang terjadi hanya maut yang bisa memisahkan kami."


"gini aja udah misahin kok." ucap Mami masih terus mendesak Brenda.


"Terserah mami lah.. asal mami tahu yaa.. Gunung kan ku daki, lautan kan ku sebrangi jika memang itu yang harus Brenda Lakukan untuk bersatu dengan Gun Woo." ucap Brenda tegas.


"Mii.. kamu itu loh kalo ngomong kok makin kacau sih.. makin gak jelas.. kamu itu seorang Ibu... ucapan mu barusan adalah doa mu untuk Brenda, bisakah kamu berucap yang baik untuk anak mu ?? apa kamu sanggup jika sampai terjadi sesuatu dengan anak mu ??" ucap Ayah tegas.


Mami kembali terdiam...


15 menit kemudian mereka sampai di jalan besar, dan segera menghentikan taxi menuju Restaurant Bold.


"Pak.. agak ngebut yaa pak.." ucap Brenda.


"pukul berapa nak sekarang ??" ucap Ayah.


"Pukul 12.58 ayah.." ucap Brenda murung.


"Sabar.. pasti Gun Woo masih disana.. tenanglah sebentar."


*****Restaurant Bold.


Gun Woo menatap jam tangannya.


"12.45 kau dimana Brenda... " ucap Gun Woo seperti sudah mulai frustasi.


Ayah Gun Woo melihat dan mendengar suara rintihan anaknya, tidak tega... meskipun sebenarnya dia masih ada jadwal meeting lagi tapi dia merasa tidak bisa meninggalkan anaknya sendiri dengan keadaan seperti ini.


"Apakah ayah sudah akan kembali meeting??" tanya Gun woo.


"Hahaha.. ini adalah hari penting anak ku, bagaimana bisa aku bekerja sehari penuh... meskipun dia belum datang.. ayo kita tunggu sebentar lagi.." ucap Ayah Gun Woo.


"Terimakasih Ayah." Ucap Gun Woo.


15 menit kemudian...


"Hmm.. aku sudah menunggunya hingga akhir ayah.. ayo kita pergi.. mungkin ibunya benar benar tidak bisa menerima aku.." ucap Gun Woo.


"Apakah kau tidak ingin menunggu sedikit lagi Gun Woo ??" tanya Ayah Gun Woo.


"Tidak..." ucap Gun Woo


"Nakk.. di dunia ini memang banyak hal yang berat dan membuat mu kecewa, tapi ingat hari hari yang berat dan semua kekecewaan itu yang menguatkan mu setiap hari.. kau harus tegar.." ucap Ayah Gun Woo


"Kau benar ayah.. Terimakasih ayah.. aku menyayangi mu '' Ucap Gun Woo


Gun Woo dan Ayahnya beranjak pergi menuju mobil mereka. Saat mereka hendak menuju mobil Gun Woo melihat Brenda dan kedua orang tuanya sampai.


"Brendaaa !!! " Seru Gun Woo.


"Abangggggg.... !!!!! Seru Brenda.


Gun Woo dan Brenda saling berlarian dan berpelukan...


Ayah Gun Woo melihat hal itu menjadi lega, karena dia tidak akan melihat anaknya kecewa.

__ADS_1


Ayah Brenda tersenyum dan terharu melihat Brenda bahagia dengan pilihannya.


Sedang Mami Brenda matanya terbelalak dengan mulut terbuka melihat Brenda dan Gun Woo saling berpelukan sangat nampak ketulusan diantara mereka.


"Darimana saja ?? aku menunggu mu.. aku hampir gila karena menunggu mu Brenda..." ucap Gun Woo.


"Banyak hal yang terjadi tadi bang... huhuhu... sangat memalukan.." ucap Brenda.


"Tapi syukurlah tidak terjadi apa apa... ayo segera masuk..." ucap Gun Woo sambil mengajak Ayah Brenda dan Mami Brenda, begitu juga ayah Gun Woo.


Brenda memberi salam pada calon mertuanya.


"Ayah calon mertua, maafkan aku kerena membuat ayah menunggu terlalu lama.. banyak hal yang terjadi diluar harapan kami.." ucap Brenda.


"kita akan jadi sebuah keluarga jangan memperlakukan ku seperti orang asing.. kau bisa mengatakan pada kami, jangan disimpan sendiri yaa.." ucap Ayah Gun Woo


"Iya Besan, maafkan kami terlambat.. mungkin Brenda memang ceroboh.. tapi pasti dia tidak sengaja melakukan ini."


"Memang apa yang terjadi ??" tanya Gun Woo.


"Itu bang... tadi, kami berangkat pukul 12 sebenarnya.. tapi... aku lupa berangkat ke restaurant ini.. aku malah pergi ke cafe Angela, lalu saat kami hendak menuju kemari.. ban mobil kami bocor, jadi kami berjalan dan akhirnya naik taxi kemari dan terlambat.. aku janji tidak akan mengulanginya lagi." ucap Brenda.


"Ahh.. Sudahlah tidak mengapa nak... hahh.. ini bagaimana besan ?? Dengan pernikahan anak anak kita.." tanya ayah Gun Woo.


"Sebaiknya...Bulan depan saja... tanggal 22 may" ucap mami.


"Ah.. iya itu tanggal dan hari yang bagus.. bagaimana Gun Woo... Brenda ???" tanya Ayah Brenda.


"Loh gak bisa mii.. kami seharusnya menikah tanggal 2 may.."ucap Brenda membuat semua orang terpaut padanya.


"Kenapa Bren ??" tanya Mami.


"Gun Woo bilang kami akan menikah sebulan lagi.. dab ini sudah berlalu 2 minggu sejak itu.. bukankah jika dihitung seharusnya 2 minggu lagi pernikahan kami ??" ucap Brenda.


Semua orang tertawa mendengar ucapan Brenda.


"Ih, apaan sih kok ketawa semua.. bang.. kamu ngapain ketawa ??" tanya Brenda.


"Sayang.. itu kan belum di rundingkan, ya belum di hitunglah.. dan sebulan lagi itu adalah waktu yang tepat untuk kita.." ucap Gun Woo.


"Abangg.. belain aku kek.." ucap Brenda.


"Banyak hal yang harus di persiapkan Brenda... sabar ya nak.." ucap Mami.


"Mami.. saya sungguh sangat mencintai Brenda.. tolong dengan segala kerendahan hati saya memohon restu kepada mami.." ucap Gun Woo.


Mami melihat ketulusan di mata Gun Woo, mami pun terharu dan mengiyakan jika dia memberikan restunya, dengan mata yang terharu badai.


"Terimakasih mami.." ucap Gun Woo.


"Nanti nikahnya pake adat apa yaa..?" ucap Mami Brenda..


"Ya adat saya !!" ucap Ayah Gun Woo.


"Adat Saya !!" ucap Ayah Brenda.


"Hadeuhh.. kek iklan yaa.. ini tehnya tuan tuan.. hehe.." ucap Brenda


Tawa mereka kembali pecah karena tanpa sadar mereka menirukan ucapan suatu iklan tv.


"Soal adat pernikahan.. kita gunakan keduannya saja.. Saat akad menggunakan adat jawa, saat resepsi kita gunakan adat korea.. bagaimana sayang.." ucap Gun Woo.


"Ahh ide bagus baik.." ucap Mami Brenda.

__ADS_1


Setelah mencapai tujuan bersama, akhirnya mereka segera makan dan pulang.


**********


__ADS_2