
Tak lama kemudian aku mencoba menghubungi nomor yang tertera di kartu nama itu.
tuuttttt tuuttttt tuuttttt tuuttttt....
"Halo, dengan siapa ini ?" Waw, suara serak yang sangat sexy menyambut telfon ku.
"Ah, iya,itu,anu..." sambil aku menepuk jidatku. belum selesai sudah disambut gelak tawa nya.
"Hahahaha, ini pasti wanita Cantik di restaurant semalam ya." tebaknya.
"Ah, iya ini aku , tuan Richard." jawabku
"Bisakah kita bertemu hari ini, aku ingin meminta maaf dan mengganti kerugian mu semalam." jelasku.
"Hahahah" sekali lagi dia cekikikan mendengar jawabanku.
"Kau ini tak hanya Cantik Nona Brenda. kau juga senang terburu buru ya." lanjutnya..
"Maaf mungkin aku sedikit gugup, mengingat hal konyol semalam." terangku
"Baiklah kita akan bertemu hari ini, saat makan siang." ucapnya.
"Baiklah, sampai bertemu nanti saat makan siang di Restaurant Big." lanjutku.
lalu kututup telfonnya...
__ADS_1
"Ah, mungkin aku bisa sedikit mencari tahu dulu tentang siapa Richard itu, sebelum makan siang." gerutuku.
Lalu aku menghubungi, Debora Sekretaris ku di kantor Hoki Grup.
"Debora, tolong kau cari tahu tentang tuan Richard."
"Baik Nona Brenda, siap, aku akan segera mendapatkan informasi mengenai dia untukmu." Sambut Debora
Aku melanjutkan hari ini untuk berkeliling gerai dan memeriksa apakah ada kesulitan diantara pegawaiku. sebenarnya seorang CEO tinggal menyelesaikan pekerjaan dikantor dan bisa saja menunjuk seseorang untuk melakukan ini. tapi bagiku, ini terlalu menyenangkan, dan rugi untuk di lewatkan.
Suara Handphone berdering...
"Ya, Debora..." jawabku
"Nona Brenda aku sudah mendapatkan informasi mengenai tuan Richard, aku akan mengirimnya lewat email anda." sahutnya
lalu, kumatikan telfon nya dan segera ku periksa email ku.
"Richard Elwinson, Pengusaha muda usia 25 tahun. Memiliki beberapa perusahaan di Malaysia dan Australia. Perusahaan berjalan di bidang farmasi dan bioteknologi, lahir di Amsterdam, tanggal sekian dann bla..bla..blaa..." Saat aku membaca sekilas tentang Richard.
"Benar saja Perusahaan kami tak pernah bertemu, ternyata bidang kami berbeda." gerutuku sambil menyiritkan alis.
Tak lama kemudian, alarm makan siang berbunyi.
"Ahh, sudah waktunya ternyata. emh, dia cukup membuat ku ingin mengenalnya lebih dekat,agar Perusahaan ku juga dapat berkembang hingga Luar negri." Pikiranku menerawang jauh untuk kemajuan Perusahaan ku.
__ADS_1
Aku segera berangkat menuju Restaurant Big, Restaurant Big adalah salah satu Restaurant besar yang di penuhi gerai Emas Kebanggaan ku.
Aku mengirim pesan pada Richard, bahwa aku sudah berada di restaurant dan berada di meja nomor 22.
tak lama kemudian.... dari belakang ku, setangkai bunga mawar menyapa.
"Selamat Siang, Nona Brenda."sambil menarik tangan ku dan menciumnya..
"Ahh dia manis sekali..." pekik ku sambil tersenyum.
"Senang bisa bertemu denganmu, di saat tenang seperti ini." ucapnya
"apakah dia sedang menyindirku." ucapku dalam hati.
"Ya, aku juga senang bertemu denganmu, tuan Richard." kataku
"Ah, jangan terlalu formal kepadaku. panggil saja Richard, dan Bagaimana, Apakah kau sudah memesan makanan Cantik." senyumnya menyeringai menggoda.
"Tentu saja belum tuan. anda baru sampai mana mungkin aku sudah memesan, aku kan tidak tahu selera anda." sahutku
"Seleraku, tentu saja kamu Cantik." jawabnya menggoda...
Mukaku memerah, malu dan tak mengerti maksudnya..
"Ahh baiklah Cantik, mari kita pesan sesuatu. ntah mengapa perasaanku berkata, untuk bertemu denganku siang ini, kau bahkan belum sarapan, tadi pagi." dia meramal..
__ADS_1
.
Bersambung.....