Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Sadid ternyata.....


__ADS_3

Kai hanya tersenyum melihat Brenda melambaikan tangan padanya.


"Wah, perasaan apa ini.." ucap Kai.


******


Malam harinya setelah Exo kembali mengguncang penonton dan para fansnya, Kai bergegas untuk pergi.


Brenda baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan pulang. Seperti biasa Brenda menunggu kedatangan bus di halte sendirian.


Tiba tiba seseorang berdiri di samping Brenda.


"Berikan uang dan handphone mu, atau kau akan aku sakiti ! " ucap seorang preman.


"Tuan, aku tidak memiliki banyak uang cash hanya ini... " ucap Brenda sambil memberikan sedikit uang.


"Wah, gadis ini benar benar main main ya... kau itu kaya, mana mungkin kau tidak punya uang.." ucap si preman yang masih menodongkan pisau pada Brenda.


Kai yang tengah mengendarai mobil melewati tempat Brenda di todong, langsung berhenti.


" Dasar Brengsek !!! Berani beraninya kau mengancam seorang gadis yang sendirian." ucap Kau sambil menghajar si Preman.


Hingga terjadi adu hantam cukup lama hingga akhirnya Kai mengalami luka cukup srius di kepalanya.


Si Preman langsung lari ketakutan melihat Kai yang tersungkur. Melihat Kai yang tidak sadarkan diri tubuh Brenda langsung terhuyung huyung, otak nya seperti memutar waktu saat dia menemukan Gun Woo bermandikan darah.


Namun berbeda dengan biasanya, kali ini Brenda masih mampu untuk menyadarkan dirinya sendiri.


Setelah beberapa saat dan tubuhnya kembali mampu dia kuasai, Brenda segera membantu Kai duduk dan memeluknya, bersandar di bahunya


"Tunggulah sebentar.. aku sudah menelfon ambulan " ucap Brenda


Kai mencium aroma tubuh Brenda dari jarak sedekat ini.


Deg !!!


Deg !!!


Deg !!!


Wajahnya berubah menjadi merah seperti tomat matang.


Beberapa saat kemudian Kai tidak sadarkan diri.


"Tuhan ku mohon bantu aku, aku tidak ingin kembali menjadi gila, ku mohon ikhlaskan hati ku, selamatkan teman ku.." ucap Brenda


Beberapa waktu kemudian Ambulan datang dan segera membawa Kai dan Brenda menuju rumah sakit.


Brenda menunggu Kai sadar dengan perasaan penuh harap harap cemas. 1 jam kemudian Kai sadar.


"Brenda... " ucap Kai melihat Brenda yang berjalan kesana kemari .


"Kai... kamu sudah bangun..." senyum Brenda dengan wajah pucatnya.


"Iya, apakah kamu baik baik saja ?" tanya Kai.


Tiba tiba...


Bruuukkk !!!!


Brenda tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Dokter apa yang terjadi padanya ?" tanya Kai.


"Tidak apa apa dia hanya syok saja, biar dia beristirahat dulu.." ucap dokter.


Kai menunggu Brenda untuk sadar.


"Astaga .... Cantik sekali... " ucap Kai.


"Apa dia juga seorang fans ku ?" tanya Kai


2 jam kemudian Brenda tersadar, Brenda melihat ke sekelilingnya.


"Kai.... Kai... ??" tanya Brenda yang masih linglung.


"Iya aku Kai, apakah kamu merasa lebih baik Bren ?" tanya Kai.


"Ah, iya aku baik baik saja... terimakasih atas bantuannya.." ucap Brenda sambil memeluk Kai.


Deg !!


Wajahnya kembali memerah malu..


"Apakah kita bisa pulang sekarang ?" tanya Kai


"Bisa.. aku baik baik saja.. " ucap Brenda.


Mereka berdua pun pulang dengan mobil yang Kai minta pada Wang ryu.


"Silahkan masuk..." ucap Kai.


"Terimakasih..." ucap Brenda.


*****


"Belum..." ucap Brenda


"Benarkah ?" tanya Kai.


"Jangan katakan jika lau ternyata tertarik pada ku ? " pungkas Brenda.


"Hahaha, kelihatan ya.... " ucap Kai.


"Aku belum memiliki kekasih, tapi aku sudah dilamar.." ucap Brenda


"Lalu ? apa kau menerimanya ?" tanya Kai.


"Sayangnya mereka ada dua jadi aku bingung." ucap Brenda.


"Bagaimana bisa 2 ? " tanya Kai.


"Yaa.. mereka sama sama menyukai ku, tapi sayangnya aku tidak memiliki teman.." ucap Brenda sedih.


"Baiklah jika begitu, jadikan saja aku teman mu.." ucap Kai


"Sungguh ?" tanya Brenda


"Baiklah, mulai hari ini kita teman..." ucap Brenda


"Bagaimana jika sebelum pulang kita pergi minum kopi dulu untuk merayakan hari pertemanan kita.." ucap Kai.


"Ah, aku rasa itu ide bagus.." ucap Brenda

__ADS_1


"Kemarin di sekitar sini ada resto baru buka kita pergi kesana yuk ?" tanya Kai.


"boleh juga.." ucap Brenda


*** Restaurant Hong...


"Restaurant Hong ??" tanya Brenda


"Iya, benar.. ada masalah apa Bren ?" tanya Kai..


"Ah, tidak apa apa.. ayo pesan sesuatu, sepertinya makanannya enak.." ucap Brenda


"Aku ingin Ayam katsu saja, kamu apa Bren ?" tanya Kai.


"Hmm... Aku Susshi aja.." ucap Brenda


Beberapa saat kemudian pesanan mereka pun datang.


"Eumm... rasanya einyakk..." ucap Brenda senang.


"Hm.. benar.. " ucap Kai.


"Kai, katakan sesuatu tentang dirimu.." ucap Brenda


"Apa yaa.. kau tahu sendiri aku hanya seorang Idol saja... " ucap Kai..


"Makanan kesukaan mu apa ?" tanya Brenda.


"Aku suka Ayam, kau... apakah tidak pernah melihat ku di televisi ?" tanya Brenda


"Tidak... haha sepertinya hidup ku sangat monoton.." ucap Brenda


"Mungkin setelah hari ini kita harus berjalan jalan bersama Bren.." ucap Kai.


"Benarkah ??" tanya Brenda


" Tentu, jika kau mau.. " ucap Kai.


Tiba tiba Drrrttt... Drrrrrttttt.... Suara Handphone Brenda.


"Mas Frisya..." ucap Brenda seraya membuka video yang dikirim oleh Frisya.


"Aku mendapatkan ini dari teman ku, aku tidak bermaksud buruk tapi aku tidak ingin kamu sampai salah memilih pasangan. " Frisya


**


"Haaa !!!!! Apa ini !!!" ucap Brenda terkejut


Air mata Brenda tidak sanggup dia tahan lagi.


"Bren, ada apa ? " tanya Kai.


"Kak Sadid.. "ucap Brenda


Kai mengambil handphone Brenda dan melihat apa yang ada di handphone Brenda.


Kai langsung mual mual.


"Hueek... Hueekk... sial apa itu..." ucap Kai terkejut.


*******

__ADS_1


__ADS_2