Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
-


__ADS_3

"Baiklah, kita pergi ke suatu tempat ya.." ucap Frisya


"Ayo.. tapi aku harus pulang pukul 8 karena sudah ada janji.." ucap Brenda


"Baiklah, aku mengerti.." ucap Frisya


"Sayang... " ucap Frisya


"Iya , mas ?" tanya Brenda


"Hm.. apa kamu tidak ingin jalan jalan ?" tanya Frisya


"Lah, kita kan lagi jalan mas Frisya ? " tanya Brenda.


"Maksud mas, jalan jalan keluar negri gitu ?" tanya Frisya


" Sama mas Frisya ?" tanya Brenda


"Iya masa sama orang lain Dek ?" tanya Frisya.


"Hehe, mau ngajakin aku kemana emangnya ?" tanya Brenda


"Kita ke paris gimana ?" tanya Frisya


"Hm.. boleh juga.. tapi tunggu aku menyelesaikan pekerjaan ku dulu.." ucap Brenda


"Iya, lakukan saja apa yang kamu mau.." ucap Frisya


Brenda melihat jam, menunjukkan pukul 19.30. Sepertinya sudah saatnya untuk pergi..


"Mas Frisya, ayo kita pulang, aku capek.. " ucap Brenda.


"Bren... hari ini aku merasa sangat senang.. apa kamu juga senang ?" tanya Frisya.


"Iya aku juga senang mas.." ucap Brenda.


Frisya mengantar Brenda pulang. 15 menit kemudian mereka sampai.


"Cepet banget ya waktu berlalu ..." ucap Frisya sambil mencium tangan Brenda.


"Idih... iya.. padahal kamu udah ngulur ngulur waktu di jalan yaa..." ucap Brenda


"Hehe terasa ya sayang... " ucap Frisya manja


"Masa dari kafe tadi kesini sampai 15 menit, padahal 3 menit juga udah sampai." ucap Brenda.


"Besok kamu ada waktu dek ?" tanya Frisya


"Ah, aku lihat schedule ku dulu ya mas.." ucap Brenda


"Baiklah.. jangan nakal ya.. atau aku akan menggigit mu.." ucap Frisya.

__ADS_1


"Hihihi... kamu lucu banget sih mas Frisya.. Aku kok baru nyadar sekarang sih.." ucap Brenda sambil mencubit pipi Frisya.


"Kamu keterlaluan dek... " ucap Frisya cemberut menatap ke kaca depan mobil.


"Kemari... lihat aku.." ucap Brenda


Frisya melihat ke arah Brenda.


"Mas Frisya, aku berharap kita bisa memulai semuanya dari awal tanpa kebohongan apapun, bagaimana ?" tanya Brenda


Deg !!


"Jika aku sampai berbohong bagaimana ?" ucap Frisya serius.


"Aku akan lenyap ! " ucap Brenda tak kalah serius.


"Aku memilih lenyap bersama dengan mu.." ucap Frisya


"Seorang pembohong tidak pantas lenyap bersama orang jujur, mereka harus dihukum terlebih dahulu." ucap Brenda


"Sebenarnya arah percakapan kita ini kemana ? Apa kamu tidak percaya pada ku ?" tanya Frisya


"Mas Frisya aku hanya sedang membuat komitmen diatas suatu hubungan, sebelum aku benar benar akan menikahi mu.." ucap Brenda


"Baiklah, aku janji tidak akan pernah berbohong pada mu.." ucap Frisya


Cup...


"Segeralah pulang, kabari aku saat mas Frisya sudah sampai.." ucap Brenda.


"Tentu... bye de.. "


"Bye mas sayang.." ucap Brenda


******


Brenda kembali melihat jam, dan waktu menunjukkan pukul 19.55.


"Astaga.. tidak ada waktu.. aku akan mengambil mobil." ucap Brenda


Telepon masuk dari Kai.


"Ya Kai, apa kamu sudah sampai ?" tanya Brenda.


"Dimana kau Bren ?" tanya Kai


"Tunggu sebentar, aku akan segera tiba.." ucap Brenda


"Baiklah jangan terburu buru.." ucap Kai.


*****

__ADS_1


Pukul 20.05.


"Kai... " ucap Brenda sambil melambaikan tangannya.


"Ah, itu dia... " ucap Kai.


"Apakah ada masalah dikantor sampai kau terlambat ?" tanya Kai


"Tidak, hanya saja haru ini aku harus memberi jawaban atas lamaran yang aku terima." ucap Brenda


Deg...


" Apakah kamu menerima salah satunya ?" tanya Kai


"Tentu, aku berharap tidak salah memilih pasangan.." ucap Brenda


"Kau gadis paling manis yang pernah ku temui Bren.. " ucap Kai.


"Benarkah ? lalu kemana kita akan pergi ?" tanya Brenda


"Kemarilah, ada satu tempat yang aku temui beberapa hari ini, disana membuat ku merasa tenang." ucap Kai.


"Aku jadi penasaran.. " ucap Brenda


Kemudian Kai membawa Brenda pergi ke suatu tempat yang indah, dimana diatas sana terlihat o pemandangan kota yang indah dengan kerlap kerlip lampu yang menghiasinya.


"Kai... ini bagus sekali... " ucap Brenda


"Lihat juga langitnya.." ucap Kai..


"Waw... bagaimana caranya mereka bisa berhamburan disana.." ucap Brenda.


"Apa kau percaya jika orang yang sudah mati akan melihat kita dari atas seperti bintang bintang ini ?" tanya Kai


"Mungkin ada benarnya.." ucap Brenda


"Jadi kau percaya ??" tanya Kai


" Iya... apa kau memiliki kenangan tentang ini ?" tanya Brenda


"Iya, dulu ibuku terkena sakit karena itu dia meninggal, aku dan kakak ku.." ucap Kai.


"Saat sebelum dia meninggal, dia mengatakan jika aku merindukannya aku hanya harus menatap langit dan mencari bintang paling terang, dan ibu mengklaim bahwa itu dirinya." lanjut Kai.


"Dulu, saat sebelum calon pengantin ku pergi, dia juga mengatakan hal seperti itu, dan aku kesal, karena itu hanya membuat ku semakin teringat padanya." ucap Brenda.


"Apa kau merindukannya ?" tanya Kai


"Sedikit..." ucap Brenda


"Baiklah, ini malam Valentine.. lebih baik kita menghabiskannya dengan hal yang lebih menyenangkan.." ucap Kai

__ADS_1


********


__ADS_2