
Kehidupan Brenda kini sangat berbeda dengan kehidupannya sebelum menikah...
Brenda kini banyak menghabiskan hari harinya dirumah, memasak sendiri untuk Frisya dan Kai.
Setiap pagi Frisya selalu mesra dan manja pada Brenda, seakan akan memang sengaja membuat Kai merasakan cemburu.
"Cih... aku selalu menjadi obat nyamuk bagi mereka.. " ucap Kai dalam hati.
Tidak hanya Kai, Brenda pun dibuat terheran heran dengan sikap Frisya, diluar kamar Frisya benar benar seperti seorang pecinta sejati. Sedang dalam kamar Frisya memperlakukan Brenda seperti lukisan indah yang mahal.
Ya, Frisya dan Brenda sampai malam ke sekian mereka belum melakukan malam pertamanya, entah apa yang terjadi...
Padahal Brenda sering memberikan kode pada Frisya, namun sayangnya Frisya hanya menatap Brenda dengan mata berbinarnya, setelah lelah Frisya pun tertidur dalam dekapan Brenda.
Brenda sering salah paham dan mengira jika Frisya memiliki wanita idaman yang lain, namun itu tidak benar, karena Brenda pernah memastikannya sendiri.
Hingga suatu malam...
Seperti biasanya, setelah pulang dari kantor Frisya pulang, segera membersihkan tubuhnya dan membaringkan tubuhnya dalam dekapan Brenda.
Frisya menatap Brenda lekat lekat, matanya mengatakan banyak hal.
"Mas Frisya, kamu kok masih ngelihatin aku gitu sih ? " tanya Brenda
"Aku masih ingin menikmati keindahan mu Bren.. " ucap Frisya
" Cobain dong.. jangan dilihatin mulu.. " ucap Brenda
" Emang kamu mau di gigit ?" tanya Frisya
"Jangankan di gigit, lebih dari itu aku juga gak akan menolak mu mas.. " ucap Brenda
" Haahh ~~ Aku menunggu waktu yang tepat, kau tahu.. jantung ku masih berdebar kencang seperti saat pertama aku melihat mu di ruang meeting " ucap Frisya
"Ahh... saat kamu menatap ku tanpa berkedip itu ya.. " haha tawa Brenda.
"Kamu menertawakan itu seperti bukan apa apa saja.. " ucap Frisya
"Yaa.. aku kan juga tidak tahu jika itu kamu mas.. ku pikir bagaimana bisa seorang manusia tahan tidak berkedip selama itu.. " ucap Brenda terkekeh.
"Apa kamu sudah menginginkannya ? " tanya Frisya sambil mendekatkan dahinya pada Brenda.
"Aku sudah menantinya sejak lama.. " ucap Brenda
__ADS_1
Frisya mulai meraba tubuh Brenda. menciumi leher Brenda dengan ganasnya.
" Uhhhh... " ucap Brenda kegelian.
Frisya menghentikan langkahnya.
" Brenda... " ucap Frisya
"Kamu tahu, aku sangat mencintai mu.. " ucap Frisya
"Aku tahu... kau sudah mengatakannya jutaan kali.. " ucap Brenda
"Kau tahu, apa yang paling ku inginkan darimu ?" tanya Frisya
"Katakan... akan kuberikan segalanya... aku milik mu seutuhnya.. " ucap Brenda
" Bagi ku kau sangat indah, kamu seperti seorang dewi bagi ku... " ucap Frisya
"Lalu ? maksud masa ?" tanya Brenda
"bagaimana bisa aku melakukan ini, bukankah seharusnya aku membiarkan keindahan ini ??" ucap Frisya
Brenda melongo.
"Tidak bukan seperti itu... mas hanya masih ingin menatap keindahan ini lebih lama.. " ucap Frisya
Brenda tidak mengerti dan kecewa mendengar ucapan Frisya.
"Kamu mengerti kan dekk ??" ucap Frisya
"Gak ngerti dan gak mau mengerti, hahh.. aku menantikannya cukup lama dan ternyata ini yang aku dapatkan.. " keluh Brenda.
"Aku akan melakukannya saat aku sudah siap.. " terang Frisya.
"Sudah, berhentilah aku lelah.. " ucap Brenda sambil tidur melawan arah dari Frisya.
"Kamu marah dek ?" tanya Frisya
Brenda tidak menjawab dan tertidur. Frisya memeluk Brenda dari belakang, menciumi rambut Brenda.
" Kamu tidak akan mudah mengerti apa yang aku rasakan pada mu.. " ucap Frisya.
******
__ADS_1
Pagi harinya...
Brenda muram, Kai sudah menunggu di meja makan dengan selembar roti.
"Astaga... Mengapa langit terlihat mendung mendadak.. " ucap Kai
"Mungkin hujan akan segera turun.. " ucap Brenda malas.
"Haii.. apa yang terjadi ? apakah semalam kakak ku tidak memberi mu jatah yang cukup.. " ucap Kai menggoda Brenda.
"Hahaha... Brenda seperti ini karena terlalu lelah Kai.. apa kau tidak mengerti jika kami ini sedang hot hot nya.. " ucap Frisya
Kai menatap kakaknya dengan ekspresi meyakinkan sedang Brenda dengan ekspresi sebaliknya.
"Sepertinya, ada yang salah disini.. " ucap Kai dalam hati.
"Oh, iya kak aku rasa aku sudah lebih baik sekarang, aku akan kembali untuk menyelesaikan kontrak terakhir ku, setelah itu aku berencana mundur dan melanjutkan perusahaan Ayah.. " ucap Kai
" Kau yakin Kai ? Bukankah bisnis bukan hidup mu ? " tanya Frisya
"Aku akan tetap menari dan bernyanyi, tapi secara solo.. sambil menjadi pembisnis.. " ucap Kai
"Apapun itu Kakak akan mendukung mu.. " ucap Frisya
"Kapan kau akan kembali Kai ?" tanya Brenda
"Lusa, karena aku masih harus melakukan sesuatu disini.. " ucap Kai
"Senang melihat keadaan mu sekarang.. " ucap Brenda
"Benar... hiduplah dengan bahagia.. " ucap Frisya
"Ini semua berkat kalian... " ucap Kai
Setelah sarapan, Kai dan Frisya berangkat ke perusahaan mereka masing masing. Sedang Brenda masih berpikir tentang apa yang diucapkan oleh Frisya semalam.
"Apa dia berpikir aku tidak lebih dari sekedar lukisan, yang hanya akan dia nikmati keindahannya.. " pikir Brenda.
"Lalu ? apa yang akan dia lakukan saat lukisan itu sudah usang.. apa dia akan membuangnya ??" lanjut Brenda
"Astaga.... ini membuat ku kesal !!!" ucap Brenda.
********
__ADS_1