Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Hari bersama Mas Frisya.


__ADS_3

"Aku akan menceritakan semua selepas kau pergi pindah ke kota Brenda."


"Hari itu, Aku dengar kau hendak pergi... aku datang kerumah mu, aku terkejut ternyata kau tertawa dengan bahagianya karena akan pindah. Saat itu aku sangat patah hati. Berminggu minggu aku tidak makan dengan benar atau pun bermain diluar seperti biasanya. Sebenarnya sejak aku berumur 7 tahun banyak orang tua yang datang untuk mengadopsi ku, tapi karena mu aku tidak pernah mau pergi dari panti, namun setelah kau pergi saat aku baru memasuki smp, tuan BO pemilik Perusahaan BOOM&FOOD yang tidak lain adalah orang tua angkat ku datang, dan mengadopsi ku. Lalu aku mulai bersekolah di Belanda dan belajar terus tentang bisnis, hingga akhirnya dia mewariskan semua hartanya pada ku."


" Lalu setelah sekian lama, Mengapa kau tidak mencari ku ??"


"Aku tadinya mulai mencari mu saat pertama kali sampai disini, aku meminta Rama untuk mencari tahu tentang mu..." dia tidak melanjutkan ucapan nya.


"Lalu ?? "tanya ku.


"Singkat cerita aku dengar kau berada di suatu restaurant, saat aku sampai disana... " dia tidak terdiam lagi.


"Apa ??" Aku penasaran.


"Aku melihat mu, seperti membopong mu tapi lebih nampak seperti sedang berpelukan dengan seorang Pria." Frisya menundukan pandangannya.


" Sepertinya kamu salah paham." jelas ku.


"Hm, mungkin dia kekasih mu saat itu, aku tidak mempermasalahkan itu, itu hak mu." ucap nya tidak enak di dengar.


" Dengarkan aku dulu.... Mungkin yang kamu maksud adalah Pelayan Beno... Jadi begini saat itu...."


******


(FLASHBACK )


"Selamat datang Ms.Brenda... apa kabarmu, kuharap harimu menyenangkan." sapa pelayan lama, bernama Beno ini yang sangat hafal kepadaku.


"kabar ku hari ini sangat baik, dan hari ini adalah hari pembukaan gerai ku yang ke 93, sungguh melelahkan, tapi aku sangat menikmatinya." jawabku santai, saat dia dengan sopannya menarikan aku kursi dan mempersilahkan ku duduk.


"Bagaimana kau tidak menikmatinya Ms.Brenda sebentar lagi kau akan mendapatkan hasil dari jerih payahmu, hari ini." dengan ekspresi sangat pengertian sekali.


"Biar kutuangkan anggur kesukaanmu, tapi kumohon, jangan terlalu banyak minum, karena kau, masih harus menyetir, oke." Hahahaha aku tertawa. ( Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua eps.01 Tentang Diriku).


"Apakah kau yakin dia seorang Pelayan, Brenda ??"


"Tentu, aku tidak berbohong, dia sungguh pelayan Beno dia sudah seperti kakak bagi ku, apakah ada yang salah dengannya ?"


" Setelah aku melihat mu... saat itu juga aku mencari tahu Pria itu.."


"Lalu ?? " tanya ku.


"Dia adalah Vilgar putera dari perusahaan Dinginonic, yang tidak tertarik pada perusahaan ayahnya dia malah memilih membuka restaurant, tapi katamu namanya adalah Beno bahkan seorang Pelayan?"


"Benarkah ?? mengapa banyak sekali kejutan?" ucap ku.


"Lalu, setelah itu mengapa kau masih tidak menemui ku ??"


"Sudah... Aku sudah mencoba menemui mu, aku mengajak mu makan malam lewat asisten mu Debora, aku mengajak mengundang mu makan siang dengan ku."


***

__ADS_1


Flasback


Debora masuk kedalam ruangan ku.


"Nona Brenda, Tuan Frisya mengajak anda untuk makan bersama siang ini, bagaimana ??"


"Baiklah kosongkan semua jadwal ku hingga nanti sore,aku ingin menemui tuan Frisya."


(Tuhan Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua eps.Lubang di hati ).


***Kembali ke kamar Brenda...


"Tapi saat waktu menjelang siang, aku mendapat kabar, kamu membatalkan makan undangan makan siang dari ku."


Flasback lagi *****


"Kurasa kau benar Debora, cancel saja makan siang ku bersama tuan Frisya, katakan aku sedang tidak enak badan." Jelas ku.


(***Tuhan Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua eps.Lubang di hati ).


****


Kembali ke kamar Brenda***..***


" Awalnya aku sangat senang saat bertemu denganmu saat kita meeting, Ku pikir mendapatkan mu adalah hal yang mudah karena aku telah mengenal mu, namun aku salah... terlalu banyak saingan ku."


"Maaf aku seharusnya tidak membatalkan janji." sesal ku.


" Malam harinya aku melihat mu bersama dengan seorang Pria, dia melamar mu... aku hampir kehabisan akal melihatnya, tapi hal tak terduga.. ka malh berlari saat pria itu melamar mu" ucapnya sambil tersenyum.


"Aku tidak tidak tahu bagaimana aku bisa mendekati mu, lalu... paman menghubungi ku karena ada masalah di pabrik hingga aku harus pergi ke L.A. dengan berat hati, aku harus meminta Rama untuk datang saat ulang tahun mu menggantikan aku."


"Kamu masih ingat ulang tahun ku ??"


"Tentu, masih lekat dalam ingatan ku, saat ulang tahun mu.. sebagai anak panti adalah suatu hal yang luar biasa bisa merasakan kue mahal dan enak seperti itu. tapi kau membagi dengan ku sekalipun Ibu mu melarang mu berbagi dengan ku." matanya berkaca kaca.


"Lalu bagaimana nama mu bisa berubah menjadi Frisya ??"


"Itu adalah nama yang di berikan pada ku oleh tuan BO ayah angkat ku saat pertama kali bertemu dengan ku, dia membesarkan ku dengan penuh kasih sayang."


"Aku sangat senang ternyata kau di besarkan dengan baik.."


"Yaa, dan karena aku lebih tua dari mu, bisakah kau memanggil ku Mas ??"


"Mas Frisya gitu ??" ucap ku merasa sedikit aneh.


"Apakah sulit Brenda ??" tanya Frisya.


"Hehe aku belum terbiasa saja, aku biasanya memanggil kakak untuk mereka yang lebih tua dari ku."


Tanpa sadar ternyata hari sudah menjelang malam.

__ADS_1


"Brenda, apakah kau akan menginap? hari sudah mulai malam."


"Ayo keluar dulu... kita lihat apa mami meminta kita untuk menginap atau tidak."


Seraya kami berjalan menuju ruang keluarga. disana Ayah dan Mami sedang nonton tv.


"Mamiiii.... aku capek..." keluh ku.


"Kamu bekerja sepanjang tahun bagaimana gak capek.." sahut Ayah.


"Sudah, menginap saja...besok baru pulang" ucap mami sambil mengelus kepala ku lembut.


"Kak... Eehh, mas Frisya nginep yaa besok pulangnya.." ucap ku manja pada Mas Frisya.


"Iya, Baiklah besok kita pulang agak pagian ya.. takut kamu ada meeting."


"Bentar, aku lihat email ku dulu." seraya aku mengecek email.


"Yaaampuunn, lihat mas... jadwal yang mengerikan." Seraya menunjukan email jadwal kencan ku pada mas Frisya.


Raut muka Frisya berubah jadi tidak enak dipandang. dia mengambil handphone di sakunya lalu menelfon seseorang.


Saat melihat Frisya kembali berkumpul dengan kami, aku semakin leluasa bermanja manja pada ke tiga orang ini.


Setelah beberapa saat kemudian..


"Nduk Brenda..." ucap ayah dengan lirih, saat beliau memanggil ku dengan sebutan


" ***Nduk / Genduk** " (Dalam bahasa Indonesia berarti Nak, untuk anak perempuan)


"Injih* Romo..." ( Iya Ayah ) aku menimpali dengan bahasa jawa halus, karena ayah ku yang notabene orang jawa, sudah menjadi kebiasaan nya, sejak dulu jika ingin mengatakan sesuatu yang penting pada ku pasti seperti ini.


"Kamu sekarang sudah 29 tahun. Romo rasa sudah saatnya kamu berkeluarga Nduk.." ucap Ayah yang sontak saja membuat ku kaget.


"Begitu Njeh Romo... tapi Genduk sepertinya belum siap Romo.. "


"Kenapa ?? Apakah Nak Frisya ini kuras baik di mata kamu Nduk "


"Bukan begitu Romo tapi saya juga butuh waktu untuk memikirkan hal seperti ini, apalagi saya dan mas Frisya baru saja bertemu kembali." jelas ku, yang mulai teringat akan Gun woo .


"Yaa.. kamu benar Nduk.. Romo serahkan semuanya kepada kalian saja, tidak benar rasanya jika Romo memaksa mu"


"Nak Frisya, mohon maklum ya... genduk Om ini memang terlanjur manja." ucap ayah sambil tersenyum.


Melihat senyum ayah syukurlah berarti semua percakapan mendebarkan ini sudah usai.


.


.


.

__ADS_1


*****


Bersambung...


__ADS_2