
Keesokan harinya...
"Mas Frisya, hari ini kamu akan pergi bekerja ?" tanya Brenda
"Iya sayang... mas merasa udah cukup sehat, lagi pula perusahaan tidak bisa terlalu lama ditinggalkan, apalagi sekarang mas juga memegang Hoki Grup.. " ucap Frisya
"Apa itu jadi beban untuk mas Frisya ?" tanya Brenda
"Pertanyaan bodoh macam apa itu ?" tanya Frisya sambil menyentuh pipi Brenda.
"Mas, jangan terlalu capek yaa... " ucap Brenda khawatir.
"Iya sayang... mas janji... " ucap Frisya.
"
"Makan dulu yuk sayang.. " ucap Brenda
"Wahh, nasi goreng buatan kamu dek ?" tanya Frisya
"Iya, aku buatin spesial.. " ucap Brenda sambil tersenyum manis.
"Haduh... enak sekali.. " ucap Frisya
"Benarkah ?" tanya Brenda
Frisya mengangguk meyakinkan.
"Yaaa... tahu gitu aku bikin dua piring, jadi ikutan laper nih... " ucap Brenda
"Yaa.. gak bilang dari tadi sih, abis deh.. " ucap Frisya.
"Yaudah, ntar aku buat lagi deh.. hehe " ucap Brenda sambil tersenyum.
"Buat apapun yang kamu mau, mas siap menghabiskan semuanya.. " ucap Frisya
"Ah.. mas Frisya sangat manis... jadi pengen gigit deh.. " goda Brenda.
"Hahaha... kamu gigit mas sekarang, bisa bisa mas gak jadi meeting.. " ucap Frisya
"Ah, gitu... " ucap Brenda malu malu.
"Ya Udah ya sayang, mas Frisya berangkat dulu, kalo ada apa apa langsung kabari mas.. " ucap Frisya
"Siap pak !!! " ucap Brenda.
"Hahaha... kamu memang benar benar istri yang sangat lucu dan mungil.. " ucap Frisya sambil memeluk Brenda .
" Mesra mesraan teros... sampek telat meeting kita Friss.. " ucap Rama dari luar pintu.
"Uups, kamu disana udah lama Ram, maaf gak tahu.. " ucap Brenda
"Hah ~ kalian bukan tidak tahu, tapi memang tidak mau tahu.. " ucap Rama kesal.
__ADS_1
"Hahaha... maklumi saja sayang, mungkin ada yang sedang tidak harmonis.. " ucap Frisya
"Ahh... begitu ternyata ya.. " ucap Brenda sambil cekikikan bersama Frisya.
"Hoee... apa yang kalian bicarakan... $:&"/&\=!)@;@:/$/)$; " ucap Rama.
"Yaudah, mas berangkat.. " ucap Frisya kembali berpamitan.
" Ketchupnya mana.. " ucap Brenda sambil meruncingkan bibirnya.
Cup..
Cup..
Cup..
"Astaga !!! kalian... ayo berangkat kita akan terlambat.. " ucap Rama melihat Frisya dan Brenda malah asik berkecup kecup ria.
Frisya melambaikan tangannya, Brenda tersenyum sambil balik melambaikan tangan.
*****
Dalam mobil ...
"Fris, hari ini kita akan meeting dengan perusahaan GW. " ucap Rama.
"GW ? " tanya Frisya
"Ya... ayah Gun Woo mengambil alih perusahaan anaknya.. " ucap Rama
*****
Perusahaan FreeFood.
Frisya dan Rama langsung masuk ke ruang meeting dan segera bertemu dengan
2 jam berlalu, meeting Perusahaan FreeFood dan Perusahaan GW selesai.
"Tuan Frisya, aku rasa kerjasama ini akan membawa banyak keuntungan untuk perusahaan kita.. " ucap Ayah Gun Woo.
"Anda benar tuan Seung.. " ucap Frisya
"Ah, bagaimana kabar Brenda ? Bukankah anda adalah suaminya ?" tanya tuan Seung.
"Dia baik baik saja.. " ucap Frisya
"Dia sudah seperti anak ku sendiri.. " ucap tuan Seung.
Frisya menatap tidak senang.
"Ah, itu terjadi karena dulu dia pernah hampir menjadi menantu ku, tolong jangan tersinggung.. " ucap tuan Seung.
Frisya tersenyum...
__ADS_1
"Anda bisa menganggap ku seperti itu juga.. " ucap Frisya
Rama mendengar ucapan Frisya langsung kaget.
"Sejak kapan Fris seramah itu.. " pikir Rama.
"Benarkah ? hahaha, memang Brenda tidak salah memilih mu menjadi suaminya, kau sangat baik nak.. " ucap tuan Seung.
"Anda berlebihan tuan... " ucap Frisya beramah tamah.
" Ah, maaf bolehkah aku memanggil mu seperti itu ?" tanya tuan Seung.
"Tentu tuan Seung, Brenda pasti sangat senang.. " ucap Frisya
"Baiklah nak, lain kali kita bicara lagi aku harus kembali meeting.. " ucap tuan Seung.
"Ah, lain kali anda harus mampir kerumah, sesekali tengoklah keadaan Brenda.. " ucap Frisya.
"Ah, kau memang sangat baik... Rumor yang beredar itu pasti salah.. " ucap tuan Seung.
"Haha, aku juga berharap seperti itu tuan.. " ucap Frisya.
"Baiklah, sampai jumpa lagi.. " ucap tuan Seung.
"Baik sampai jumpa.. " ucap Frisya.
****
Ruangan Frisya.
"Waaw, apa yang terjadi pada mu ? ini hal baru, sejak kapan kau bisa akrab dengan orang seperti itu ?" tanya Rama.
"Aku akan melakukan apapun yang bisa membuat Brenda merasa nyaman, mungkin dengan sedikit ramah pada orang tua itu akan membuat Brenda semakin nyaman berada disamping ku.. " ucap Frisya
"Kau memang sangat berbakat Fris.. " ucap Rama
"Dengan ini, mungkin semuanya akan semakin tersimpan dengan rapi.. " ucap Frisya dalam hati.
******
Rumah Brenda, saat Frisya baru saja berangkat bekerja.
Brenda duduk di kursi meja makan tempat Frisya menghabiskan sarapannya. Brenda teringat kembali, betapa manisnya saat suaminya dengan lahap menyantap nasi goreng buatannya.
"Apa nasi goreng ku seenak itu.. Haha, dia terlihat sangat lahap.. " ucap Brenda sambil menatap piring dan sendok yang baru saja digunakan oleh suaminya.
Brenda melihat beberapa butir nasi goreng yang tersisa di piring.
"Nyobain ini dikit kan ga papa kali ya, kan bekas suaminya kan ya.. " ucap Brenda sambil bertoleransi dengan dirinya sendiri.
Tidak lama kemudian setelah memasukkan beberapa butir nasi goreng yang tersisa di piring kedalam mulutnya.
Matanya terbelalak, tidak percaya....
__ADS_1
*******