Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Drama


__ADS_3

Pukul 18.00.


Hari Pernikahan pun telah usai.


Brenda dan Frisya pergi dengan Bmw Merah edisi khusus, hadiah pernikahan dari Mami dan ayah, lalu menuju sebuah Hotel Bintang lima, dengan berbagai fasilitas yang tak main main. Pintu sebelah Utara, yang terhubung dengan kolam renang, pintu sebelah selatan terhubung langsung dengan pinggir pantai. Pintu sebelah timur terhubung langsung dengan Kebun bunga yang sangat luas Sehingga pengunjung kamar hotel tidak membutuhkan pengharum ruangan, karena aroma dari kebun bunga itu sudah sangat cukup memenuhi ruangan dengan aroma wangi yang menenangkan. dan sebelah Barat adalah pintu masuk dari dalam Hotel.


Kami sampai pukul 20.00, lalu suami mengambil kunci kamar hotel yang sebelumnya sudah di pesankan sebagai hadiah dari Kai.


Kami berjalan menuju kamar, dengan beriringan, Frisya tersenyum senyum sendiri. membuatku salah tingkah.


"Apa yang mas Frisya pikirkan mengapa tersenyum sendiri ?" tanya Brenda heran.


"Tidak mengapa, aku hanya tersenyum mengingat apa yang akan kita lakukan selanjutnya setelah sampai dikamar, berdua." dia tersenyum menyeringai menggoda.


"Hahaha, apa saja bisa terjadi asal kamu yang memulainya mas." balik Brenda menggoda nya.


Akhirnya kami sampai di kamar kami. Aku melihat seisi kamar hotel, dengan semua fasilitas nya. Aku cukup kagum di buatnya,


"Bagaimana Kai bisa menemukan hotel sehebat ini ??" ucap Brenda


"Malam ini kau milik ku seutuhnya Brenda... Jadi kumohon jangan sebut nama lain selain aku " ucap Frisya berbisik lembut sambil memeluk mesra Brenda dari belakang.


"Apa kau akan melakukannya malam ini ?" tanya Brenda


"Apa perlu schedule ?" tanya Frisya


Brenda berbalik dan tersenyum manja menatap Frisya.


Brenda melepas pelukannya, dan pergi membersihkan tubuhnya, setelah berganti pakaian Brenda menuju kolam, untuk merendam kakinya yang terasa pegal karena berdiri berjam jam lamanya, tak lama kemudian...


Frisya datang dengan membawa minuman Anggur, dan menuangkan nya Brenda


dan mencium leher Brenda dengan hangat


"Bagaimana kau bisa secantik ini Brenda..." ucap Frisya dengan desahan nafas yang berat.


"Aku sangat mencintai mu mas Frisya.. kuharap ini bukan mimpi, jika ini hanya mimpi. biarkan aku terus bermimpi aku tak ingin bangun." ucap Brenda.


"Kau benar, cukup panjang jalan yang harus kita lalui sampai di titik ini. " ucap Frisya.


Tak lama kemudian, tangan Frisya mendongakan kepala Brenda dan menciuminya dengan nafas memburu.


"Aku tidak menyangka, dia adalah Pria yang romantis. " pikir Brenda

__ADS_1


Bibir mereka saling berpautan, enggan untuk berhenti.


Tak lama kemudian Frisya mulai menggendong menggendong Brenda, masuk ke dalam kamar...


"Entahtah mengapa aku merasa menggila ketika Frisya, mulai menyentuh ku, merabaku.. ahh rasanya seluruh tubuhku memanas, mungkin aku sudah mulai mabuk, tapi ini sungguh menyenangkan. aku merasa melayang merasakan setiap jengkal tubuhku di sentuh, di dicium, dan diraba olehnya...


Tiba tiba suara handphone berdering...


Drrrt... Drrt...


"Mas Frisya, angkatlah dulu... siapa tahu penting... " ucap Brenda


"Sial, aku lupa mematikan handphone ku.. " pekik Frisya sambil menatap layar handphone nya.


Frisya turun dari tubuh Brenda dan berbaring di sampingnya.


"Rama !! Hm.. aku akan sungguh sungguh membunuhnya jika ini tidak penting " ucap Frisya kesal setengah mati saat malam pertamanya diganggu.


"KAU CARI MATI !!! " Teriak Frisya pada Rama.


"Maafkan aku Fris.. ini sungguh diluar kendali ku, aku tidak tahu harus berbuat apa, semuanya kacau .. " ucap Rama panik.


"Katakan, atau aku akan mengirimkan orang untuk memburu mu.. " ucap Frisya


"Kai ??" ucap Frisya lemas.


Brenda melihat linangan air mata dari Frisya.


"Mas Frisya kamu kenapa ? ada apa ?" tanya Brenda panik.


"Kai dia... " ucap Frisya


"Kenapa ?? ada apa dengan Kai ??" tanya Brenda


"Ayahnya Kim Jong Min ho meninggal, dan Kai dikeroyok.. " ucap Frisya lemas.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang ?" tanya Brenda.


Frisya terlihat putus asa.


"Sayang, maafkan aku... maaf untuk malam pertama kita yang gagal.. " ucap Frisya sedih.


"Jangan sedih, ini bukan akhir... masih ada banyak waktu.. " ucap Brenda sambil memeluk Frisya

__ADS_1


"Kita segera bersiap, biarkan pakaian kita disini aku akan meminta orang mengurusnya." ucap Frisya


Brenda mengangguk.


"Kai, apa yang terjadi.. " pikir Brenda.


Sepanjang jalan mereka berdua saling terdiam, keresahan terlihat di wajah Frisya. Brenda berpikir bagaimana Kai bisa memiliki musuh disini, sedang dia hanya sementara.


2 jam kemudian Mereka sampai di rumah sakit.


"Fris... lihat, Kai belum sadarkan diri.. " ucap Rama .


"Sudah kau cari tahu siapa mereka ?" tanya Frisya


"Mereka adalah preman jalanan, dan Kai dikeroyok saat mereka mabuk.. " ucap Rama.


"Orang tua itu bagaimana ? apa yang terjadi padanya ?" tanya Frisya


"Dia, terkena serangan jantung mendadak... kau satu satunya keluarga baginya, jadi kau harus hadir.. " ucap Rama.


Frisya terdiam, Brenda memegang tangan Frisya.


"Bersabarlah... " ucap Brenda


"Bagaimana aku bisa sabar Bren.. masalah datang saat aku dan Kau sedang merayakan malam pertama kita.. " ucap Frisya


Brenda memeluk Frisya.


"Bagi ku, sampai kapan pun selama kita masih bersama itu akan terasa seperti malam pertama.. " ucap Brenda


Frisya tersenyum mendengar ucapan Brenda, Rama langsung ciut...


"Astaga $&+#\=>£®|¿¢ pemandangan macam apa ini ???" keluh Rama dalam hati.


"Tidak salah aku memilih mu dek... aku berjanji akan segera menyelesaikan ini, dan kita akan melanjutkan yang tadi.. " ucap Frisya


"Baiklah, kamu disini temani Kai... mas mau pergi dulu, mengurus orang tua itu.. " ucap Frisya


"Berhati hatilah suami ku.. " ucap Brenda


"Astaga !!!" teriak Frisya senang saat dipanggil suami ku oleh Brenda.


*******

__ADS_1


__ADS_2