
"Kenapa ? apa ini soal Kai ?" tanya Frisya
Deg !!
Brenda langsung mati kutu.
"Apa yang sudah kalian berdua lakukan ?" tanya Frisya.
"Maksud mas Frisya apa ?" tanya Brenda
"Di dunia ini, tidak ada laki laki dan perempuan yang benar benar menjadi teman, apalagi dengan intensitas sedekat kamu dan Kai.." ucap Frisya santai
"Mas.. kamu lagi marah ya ?" tanya Brenda.
"Sebenarnya ingin, tapi sayangnya mas gak bisa marah sama kamu ataupun Kai, kalian adalah kesayangan mas." ucap Frisya
"Aku gak nyangka, kamu yang selalu terlihat tegar dan dingin namun ternyata juga memiliki kelemahan.." ucap Brenda
"Kalau kamu sudah tahu kelemahan mas mu ini, tolong jangan lakukan.." ucap Frisya
"Maafkan aku mas Frisya... sudah banyak yang kita lewati hingga berada titik ini.. " ucap Brenda
"Bisa kamu katakan, apa yang sudah kamu dan Kai lakukan ?" tanya Frisya menatap kearah Brenda.
"Di didia hanya.. . mencium ku sekali.." ucap Brenda jujur sambil menundukkan kepalanya.
Frisya terdiam...
"Mas..??" panggil Brenda, namun sayangnya Frisya tidak mengindahkannya malah pergi meninggalkan Brenda.
"Tadi bilang tidak akan marah.. dasar menyebalkan.." ucap Brenda
Tiba tiba suara handphone berdering..
"Halo..." ucap Brenda
"Hai Bren, apa kabar.." ucap Kai di seberang telepon.
"Kai, aku baik baik saja.. ada apa ?" tanya Brenda
"Brenda... aku merindukan mu..." ucap Kai.
"Jangan macam macam aku adalah tunangan kakak mu.." ucap Brenda
"Sedang aku adalah seorang yang paling ditakuti oleh kakak ku.." ucap Kai.
__ADS_1
"Hai, dia itu menyayangi mu, kamu jangan keterlaluan ya.. " ucap Brenda
"Banyak hal yang tidak kamu ketahui tentang dia.." ucap Kai.
"Kai kumohon jangan hubungi aku lagi... aku tidak ingin kakak mu salah paham pada ku.." ucap Brenda sambil mematikan teleponnya.
Frisya menatap Brenda yang sedang bertelepon dari kejauhan..
"Mas, kamu kok tinggalin aku sii.. " ucap Brenda
Frisya tidak menjawab dan langsung masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Brenda.
"Kamu beneran marah ?" tanya Brenda
Frisya masih terdiam tidak menjawab sepatah kata pun. Brenda mulai kesal, dia kini mulai mepet dan bersandar di pintu mobil.
*****
Sampai di rumah...
"Mami, ayah Brenda pulang... " ucap Brenda
Kai masih berdiam ria, segera masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan tubuhnya.
"Kok sepi banget sih.." ucap Brenda
"Mami sama ayah lagi ke kota Brenda.. ayah mendadak ga enak badan, mami udah ngabarin Frisya kok Brenda, kamu gak dikasih tahu..." ucap mami
"Loh ? apa parah mi ? " tanya Brenda tidak membahas tentang Frisya.
"Tidak, palingan besok sudah boleh pulang, kamu ga usah kesini, kamu sama Frisya jaga rumah aja.. " ucap Mami
"Katakan pada ayah aku merindukannya.." ucap Brenda
"Iya, sudah cepat istirahat ya sayang, tapi sebelum tidur jangan lupa bawakan susu hangat mas mu..." ucap mami
"Males.. " ucap Brenda
"Kamu mau di jitak sampek botak ? disuruh ngelayani calon suami kok gak mau.." ucap mami .
"Iya.. Iya.." ucap Brenda
"Awas aja, besok mami bakalan tanya sama Frisya langsung.." ucap mami.
"Bye mi, selamat malam.." ucap Brenda sambil berjalan malas ke kamarnya.
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Brenda pergi ke dapur dan membuat segelas susu hangat dan segera membawanya.
Tokk.. tokk.. tokk...
"Mas Frisya, kamu apa udah tidur ?" tanya Brenda
"Mas... " ucap Brenda sambil terus mengetuk pintu.
"Aku masuk loh ya.." ucap Brenda sambil masuk ke dalam kamar Frisya.
"Loh, kok sepi..." ucap Brenda clingak clinguk.
"Masuk kedalam kamar calon suami gak papa kali yaa.. hihi " ucap Brenda
Beberapa saat kemudian, seseorang keluar dari kamar mandi, tanpa sehelai benang pun.
"Ngapain kamu disini " ucap Frisya sambil mengangkat tangannya ke pinggang.
Srett... Brenda menatap kearah Frisya.
Brenda melihat sekujur tubuh Frisya terlihat jelas bentuk dada dan perut Frisya yang six pack dan sesuatu yang besar dan berwarna kemerahan itu bergelantungan gagah disana.
Mata Brenda terbelalak, jantungnya berdegub kencang.
"Apa itu.. oh astaga... " ucap Brenda yang kemudian akhirnya pingsan.
"Astaga... mengapa dia bisa pingsan.. apa dia sudah lupa seperti apa milik ku.." ucap Frisya sambil tertawa geli.
Beberapa saat kemudian, Brenda terbangun dari pingsannya .
"Aduh... aku kenapa ada disini.." ucap Brenda menyadari dirinya berada di kamar Frisya.
Frisya sedang berjongkok di samping tempat tidur Frisya sambil membersihkan susu yang terjatuh saat di bawa Brenda pingsan.
"Astaga... gede banget " ucap Brenda sambil mengingat apa yang dia lihat tadi..
"Hahahaha " seketika tawa Frisya pecahan Brenda menatap ke arahnya.
"Jadi benar dek kamu pingsan karena melihat junior ku.. " ucap Brenda
"Ya.. begitulah.." ucap Brenda malu karena ternyata Frisya ada di sampingnya.
"Tenang saja, mas akan melakukannya dengan lembut dan nikmat untuk mu.." ucap Frisya sambil terkekeh.
Brenda yang awalnya kesal, melihat senyum Frisya kekesalannya hilang, Brenda menyadari jika Frisya mungkin sudah memaafkan dia.
__ADS_1
****