
CUP...
CUPP..
CUPPP...
Brenda mengecup Bibir Frisya dan Frisya pun membalas ciuman Brenda.
Rama yang tadinya ada di balkon segera bersembunyi di balik tanaman hias, Sebenarnya Frisya tahu keberadaan Rama tapi Frisya membiarkan Rama menonton mereka.
"Siaaaaaalllllll, Bagaimana bisa dia membuat ku menyaksikan ini, gilakk.." ucap Rama sambil menelan salivanya.
Frisya melumat bibir Brenda lembut hingga dia kehabisan oksigen.
"Mmhaa.. hass.. " Brenda mencoba mengambil nafas.
Frisya terkekeh melihat Brenda yang menarik nafas panjang.
"Brenda.. mas sangat merindukan mu.." ucap Mas Frisya sambil memeluk erat tubuh Brenda.
"Iya.. sayangnya kita sudah memiliki kehidupan masing masing.." ucap Brenda.
"Untuk terakhir kalinya aku bertanya pada mu... Apakah kamu benar benar tidak pernah mencintai ku ??" tanya mas Frisya
"Mas.. andai aku tidak bertemu Gun Woo, aku pasti akan memilih mu.. maafkan aku.."
"Kapan kau akan menikah dengan nya ??" tanya mas Frisya.
"Perusahaan Hoki Grup sedang dalam masalah... aku merasa tidak bisa menikah dengannya sementara waktu karena itu."
"Haruskah aku membantu mu Brenda ??" tanya Mas Frisya.
"Jangan lakukan hal yang tidak kamu inginkan mas." ucap Brenda.
"Mengapa rasanya sakit sekali.." ucap mas Frisya seraya menitihkan air mata.
"Jangan menangis, kita tidak berjodoh tapi dunia tidak berakhir disini.." ucap Brenda sambil menghapus air mata mas Frisya.
"Berapa yang kau inginkan ??" ucap mas Frisya.
"Masssss... kok gitu sih... " ucap Brenda sambil duduk di sofa Balkon.
"Ya ya ya.... Kemarilah.. peluk hangat mas mu.." ucap Frisya.
"Apakah kelak kamu akan datang saat hari pernikahan ku mas ??"
"Entahlah Brend, membayangkan mu ada di pelaminan bersamannya itu sudah sangat menyayat hati."
"Mas.. kelak jika kita berjodoh kita akan segera bersama
*****
Brenda pulang pukul 11 malam diantar Frisya.
"Apa kamu mau masuk mas ??" tanya Brenda
"Tidak... itu hanya akan membuat ku terluka." ucap mas Frisya.
"Hati hati di jalan.." ucap Brenda.
"I Love you.." ucap Frisya sambil langsung memacu mobilnya.
"Miss u mas.." bisik Brenda.
__ADS_1
Brenda, langsung masuk ke dalam rumah menuju kamarnya dan segera beristirahat.
****** Keesokan harinya...
Brenda berangkat ke Hoki Grup masih dengan lesu, masih tidak menemukan ide untuk keluar dari masalah ini.
Sampai di Perusahaan Hoki Grup Brenda segera memasuki ruangannya.
"Nona Brenda... Nona Brenda... ada kabar baik Nonaaa...."ucap Meta dengan mata berkaca kaca.
"Ada apa Met??? mengapa kau menangis ???" tanya Brenda.
"Coba lihat ini Nona... " meta seraya menyerahkan sebuah amplop.
Brenda meraih dan membuka amplop.
Bibir Brenda komat kamit.
"10 juta dolar ????? dari Boom&Food ??" ucap Brenda kaget.
"Nona.. ini jalan keluarnya... syukurlah.." ucapan meta tidak begitu di dengar oleh Brenda.
Brenda sibuk hendak menelfon mas Frisya meminta penjelasan atas tindakannya.
"Halo dek." sahut Frisya.
"Mas... gak usah.. ngapain suh.. aku ga enak sama mas.." ucap Brenda.
"Segera Menikahlah dengan Gun Woo.. aku akan bahagia saat kamu Bahagia Brend.."
"Mas Frisya...." ucap Brenda menitihkan air mata.
"Hai jangan menangis.. nanti kecantikan mu luntur bagaimana.." ucap Frisya.
"Terimakasih... aku sangat menyayangi mu mas, meskipun kita tidak ditakdirkan sebagai pasangan kekasih."
"Baiklah.. mas Frisya juga harus hidup bahagia.. Miss u mas Frisya.."
"Miss u too Brenda "
****
Setelah hari itu Brenda sangat sibuk untuk fokus membenahi perusahaan Hoki Grup.
Frisya tidak pernah lagi menghubungi ataupun berusaha berhubungan dengan Brenda sekalipun Boom&Food tetap bekerja sama dengan Hoki Grup.
Saat rapat selalu Rama yang datang, Brenda mencoba bertanya tentang keberadaan Frisya namun sayangnya, Rama pun enggan memberitahukan kepada Brenda dimana Frisya berada.
5 bulan kemudian.. keadaan Perusahaan Hoki Grup mulai membaik bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya.
Hubungan antara Brenda dan Gun Woo sangat baik, bahkan selalu baik baik saja.
Gun Woo menjadi pribadi yang sangat di gandrungi oleh banyak gadis karena sikapnya dan perusahaan Gun Woo yang maju pesat.
*****
"Sayang.. udah 1 jam aku nungguin kamu dandan kok gak selesai selesai sih ??" tanya Gun woo.
"Hehe sabar dong.. aku kan pengen tampil cantik di depan kamu bangg..." ucap Brenda.
"Yuk berangkat mumpung belum terlalu malam." ucap Gun Woo.
"Ayukk.. " ucap Brenda sambil mengulurkan tangannya.
__ADS_1
Gun Woo berjalan menyelonong pergi menuju pintu.
"Abanggg .. aku kok ditinggalin sih.." kesal Brenda.
"Haha, iya iya... sini permaisuri ku yang jelita.." ucap Gun Woo.
Brenda dan Gun Woo pun berjalan masuk mobil. 10 menit kemudian mereka sampai di sebuah rumah makan yang baru saja di buka.
Brenda dan Gun Woo, menuju meja reservasi mereka, setelah memilih makanan dan menyantapnya, mereka pun mulai membicarakan tentang rencana pernikahan.
"Bang... Hoki Grup sudah kembali seperti semula, bahkan bisa di bilang lebih baik.. Perusahaan Abang juga sudah mulai maju dan mampu bersaing dengan perusahaan ku juga. Lalu.. apa salah jika ku pikir ini adalah saatnya untuk kita melaksanakan pernikahan ??" ucap Brenda.
"Kau benar sayang... mari kita putuskan tanggal pernikahannya, Bagaimana jika kita buat pernikahan kita bulan depan, itu artinya 1 Bulan dari sekarang." ucap Gun Woo.
"Iya.. benar bang.. lebih cepat lebih baik, mami sudah mendesak ku agar segera menikah dan hidup bahagia bersama kamu bang.." ucap Brenda bahagia.
"Baiklah, tapi aku lebih senang jika mami yang
menentukan tanggal pernikahan kita.. bagaimana menurut mu ??" tanya Gun woo.
"Waaauww mami pasti heboh.. " hahaha tawa kami pecah..
Setelah dinner, Gun Woo mengantar ku pulang agar segera beristirahat.
"Abangg.. nginep sini yukk.. lagi kangenn.." ucap Brenda.
"Duhh... tenang ya sayang... sebulan lagi aku janji.."
"Oke, tepati janji mu yaa... I Love u.."
"Pasti Brenda.. Love u too.."
Sesampainya di kamar, aku menelpon Mami memberi kabar jika anaknya ini akan segera menikah dengan Pria yang amat dia cintai.
"Holla mami.." ucap Brenda.
"Iih, dasar orang kota gitu yaa kalo telfon mami nya.. holla holla enak aja kamu.."
"Hehe, mami... kangenn... " ucap Brenda.
"Mami yang kangen tiap hari biasa aja tuh," nada mami resek karena tak kunjung dapat kabar kepastian dari anaknya.
"Ya udah kalo kangen tiap hari besok ke sini yaa sama ayah.." ucap Brenda.
"Mau ngapain.. ayah kamu sibuk disini.." ucap Mami.
"Iih yakinn..."
"Iya yaQiiinn dehh... "
meskipun datang kesini buat persiapan putrinya masih sibukkk ??? " tanya Brenda
"Astaga.. apakah kamu sungguh sungguh Brenda... " ucap mami kaget.
"Iya.. mami sama ayah kesini nanti, ayah Gun woo akan datang membicarakan soal pernikahan kami.." ucap Brenda.
"Astaga.. Terimakasih Tuhan dia ternyata normal masihan.."
"Mammiiiiiii tegaaaaa..."ucap Brenda.
"Udah ya.. mami mau ngabarin ayah kamu biar dia juga seneng juga.." ucap Mami.
"Tapi Mami.. itu.. mii...." Brenda tidak melanjutkan kalimatnya.
__ADS_1
( Telepon mati )
*******