Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Menuju Hari H Pernikahan


__ADS_3

Pernikahan Brenda dan Gun Woo hanya tinggal menghitung hari, Gun Woo dan Brenda nampak semakin lengket, kebahagiaan terpancar dari wajah mereka..


Brenda amat sangat mencintai Gun Woo begitupun Gun Woo juga sangat mencintai Brenda.


*******


H-3 Sebelum hari Pernikahan...


Brenda dan Gun Woo merebahkan tubuh mereka di rerumputan, sambil menatap bintang bintang di langit malam yang cerah.


"Brenda... "Ucap Gun Woo


"Iya bang ?? " tanya Brenda.


"Terimakasih sudah ada di hidup ku, dan memberikan warna yang indah.." ucap Gun Woo


"Aku juga berterima kasih.. kamu sudah hadir dan memberikan aku banyak cinta.." ucap Brenda.


"Brenda... kamu lihat bintang yang paling terang itu ??" menunjuk pada sebuah bintang yang terang.


"Hm... apaan ?? mau bilang itu aku gitu ?? basi ah.." ucap Brenda.


"Bagaimana kau bisa seyakin itu?? haha" ucap Gun Woo Tertawa.


"Lalu ???" tanya Brenda.


"Ingat !! Dimana pun kamu berada, dengan siapapun kamu... saat aku tidak ada.. aku tetap disana melihat mu.." ucap Gun Woo.


"Eak.. meleset dikit, kirain aku ternyata kamu toh bintangnya.." ucap Brenda menanggapi ucapan Gun Woo bercanda.


"Dasar gadis nakal... Aku sungguh tidak pernah berpikir jika akan berakhir seperti ini.." ucap Gun Woo.


"Berakhir seperti apa ?? apakah kamu menyesal akan hidup bersama dengan ku ??" tanya Brenda


"Bukan itu... dulu aku hanyalah seorang traveler, lebih suka berpetualang daripada jatuh cinta.." ucap Gun Woo


"Lantas ?? apa yang membuat mu memilih berhenti dan mencintai ku ??" tanya Brenda.


"Entahlah... Aku memberikan segenap hati ku..." ucap Gun Woo


"Alay dehh... lebuay.." ucap Brenda bercanda


"Hey, dalam cinta tidak ada kata bercanda nona.." ucap Gun Woo.


"Bang.. Sebelum kita menikah kalo aku boleh bertanya.. padahal dulu sebelum kamu pulang dari perjalanan bisnis mu, kamu tahu jika aku di dekati oleh banyak pria.. mengapa kamu tidak marah ??" tanya Brenda


"Sebenarnya aku sangat marah... aku rasa aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita ini.." ucap Gun Woo.


"Tapi ada hal yang membuat ku lebih gila lagi.. kau tahu !! bagaimana bisa dengan hubungan mu sedekat itu dengan mereka, saat mereka meminta mu meninggalkan ku, kamu tidak mau dan tidak bergeming sedikit pun untuk meninggalkan ku."


"Sejak itu kurasa aku masih bisa mempertahankan mu.." Lanjut Gun Woo.


"Mereka membantu hari hari berat ku saat kamu tidak ada di sisi ku... maafkan aku, tapi hati ku milikmu.." ucap Brenda.


"Iya.. aku percaya.." ucap Gun Woo


"Saranghaeo oppa.." ucap Brenda


"Saranghaeo soo " Balas Gun Woo


Waktu menunjukkan pukul 10 malam...


"Bren.. Abang pulang dulu yaa... besok bagian WO akan mulai mempersiapkan segalanya, apakah kamu akan pergi kesana besok ??" tanya Gun woo.


"Jangan besok, aku masih mau ke salon bang.. hehe.." ucap Brenda.


"Panggil saja mereka kemari, jangan pergi terlalu jauh.." ucap Gun Woo


"Iya, baiklah.. lalu apa yang akan abang lakukan besok ??" tanya Brenda.


"Mungkin aku akan bersantai ria, menunggu hari pernikahan ku.. " ucap Gun Woo.


"Baiklah.. tapi jangan terlalu lama tidur, nanti pusing loh bang.." ucap Brenda


"Iya Sayang.. abang pulang dulu see u later.. " ucap Gun Woo


Brenda mengecup kening Gun Woo dan berpelukan sejenak...


"Sudah malam.. hati hati ya sayang.." ucap Brenda


"Tentu.. byee.." ucap Gun Woo sambil memacu mobilnya.


Brenda langsung masuk dan segera membersihkan diri dan tidur, dia ingin segera tidur dan bermimpi indah malam ini.


**** Perjalanan pulang Gun Woo.

__ADS_1


Gun Woo melihat jalanan yang mulai sepi, dia menghidupkan musik, lagu yang sama yang dia nyanyikan tadi.


🎶🎶🎶



beotkkot ipeun geudael dalma iri sseulsseulhanga


kare ben sangcheo boda deo gipge aryeoon


geudael saegin gaseum



Dengan hembusan angin yang bertiup


Bunga sakura yang jatuh kepadaku menyerupaimu


Terasa begitu sepi, itu lebih menyakitkan daripada luka tergores


Ketika aku mengukirmu di hatiku ~~~ 🎶🎶🎶



Saat Gun Woo terbawa lagu dan bernyayi, tiba tiba suara klakson mobil dari belakang mengikuti dan memepetnya..



"Haii.. Gun Woo.. berhentilah.. aku ingin bicara.." teriak seorang wanita, yang ternyata adalah Mellyta.



"Sedang apa wanita itu malam malam disini ??" pikir Gun Woo.



Gun Woo mengenal baik Mellyta, dia akan nekat jika tidak di turuti.


"Hm.. mungkin jika sebentar saja tidak akan terjadi apapun " ucap Gun Woo



Gun Woo segera menepikan mobilnya, begitupun dengan Mellyta.



"Apa ?? apa yang terjadi ?? mengapa kau menangis ??" tanya Gun woo.



"Bawa aku pergi Gun Woo.. bawa aku.. " ucap Melly.



"Bawa kemana ?? kau bahkan bisa menyetir mobil sendiri." ucap Gun Woo ketus



"Lihat ini lihat.. " Mellyta yang sedari tadi menggunakan kacamata hitam kemudian membukanya.



"Apa yang terjadi ?? mengapa banyak memar di wajah mu ??" tanya Gun woo



"Laki laki Brengsek itu yang melakukan nya.. selamatkan aku Gun Woo.. hanya kau yang bisa.." ucap Melly



"Kau di jual lagi oleh orang tua mu ??" tanya Gun woo



"Hiks hiks hiks.. bawa aku Gun Woo.. Menikahlah dengan ku, selamatkan diri ku.." mendengar ucapan Mellyta itu Gun Woo langsung merasa tidak senang.



"Kau sedang mencoba mempengaruhi ku ya.. dasar kau wanita jalang.. pergi kau.. !!!" ucap Gun Woo sambil berteriak.



"Apakah luka memar ini bercanda Gun Woo.." ucap Melly


__ADS_1


"Aku hanya merasa iba padamu tapi sayangnya tidak lebih dari itu." ucap Gun Woo



Tiba tiba sebuah mobil Alphard mendekat dan berhenti disamping mereka. Lalu keluarlah beberapa orang pria seperti preman dan seorang Pria berpakaian rapi seperti Gun Woo.



"Gun Woo tolong selamatkan aku.. hiks hiks hiks.. jangan biarkan aku dibawa oleh mereka, mereka ingin menyakiti ku.." ucap Mellyta sambil bersembunyi di belakang Gun Woo



"Hahaha.. apa maksudmu menyakiti ?? Bukankah kau yang menyakiti ku terlebih dahulu ??" tanya Pria itu.



"bukankah kau Azis pemilik AHNT Corp ??" tanya Gun woo



"Yaa kau benar.. dan kau bukankah calon suami pemilik Perusahaan Hoki Grup ??" tanya Pria itu .



"Ya.. kau benar.. 3 hari lagi adalah pernikahan kami.. lalu apa yang terjadi pada wanita ini ?? mengapa kau membuatnya seperti ini ??" tanya Gun woo



"Aku sebenernya tidak tega melakukan ini, tapi kau tahu.. ayahnya sudah menjualnya pada ku, tapi kau tahu apa yang membuat ku sangat marah ??" ucap Azis si Pria asing tadi.



"Apa ?? " tanya Gun woo penasaran dengan yang dilakukan si jalang ini kali ini.



"Dia berselingkuh dan bercumbu di apartemen ku sendiri dengan seorang pengawal ku, dan kau tahu apa yang si jalang ini katakan .. dia bilang jika aku tidak bisa memuaskannya sedangkan kemarin dia hampir kehilangan nyawanya setelah 3 hari berturut turut kami melakukannya." ucap Azis yang terlihat amat kesal.



"Kau memang tidak pernah berubah Mell.. pergilah.. kau harus menjalani apa yang sudah menjadi jalan mu, maaf aku tidak bisa membantu mu.." ucap Gun Woo.



"Jalan hidup apa ini ?? kau pikir aku menginginkannya ?? ini bukan jalan hidup ini neraka.. apa kau tidak mengerti Gun Woo..!!!! " jerit Mellyta yang mulai di bawa paksa oleh dia orang preman.



"Tunggu !!" ucap Gun Woo menghentikan langkah semuanya.



"Apakah kau berubah pikiran dan akan membantunya tuan ??" tanya Azis.



"Tidak, aku hanya ingin mengucapkan sesuatu pada Mellyta." ucap Gun Woo pada Azis.



" Mell, berubahlah.. syukuri apa yang ada di hidup mu.. dia ini adalah Pria yang baik.. cobalah untuk jatuh cinta, jangan kau turuti terus nafsumu itu." ucap Gun



"Rupannya kau mengenal baik si jalang ini.."



"Sudahlah tuan.. semoga dia tidak membuat mu kesal lagi.. aku akan menikah, dan tidak ada waktu memikirkan dia.." ucap Gun Woo



Gun Woo masuk ke dalam mobilnya hendak pergi.



"Gun Woo.. jika memang kita tidak bisa bersama disini.. aku janji kita akan bersama suatu hari nanti." ucap Mellyta.



Gun Woo hanya meliriknya saja dari kaca spion.



\*\*\*\\*\*\*\*\*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2