Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Langkah Awal


__ADS_3

Hari ini Frisya bangun pukul 7 pagi, dia terbangun dengan mood yang luar biasa sangat baik. Frisya bangun dengan menghidupkan musik klasik yang membuatnya seakan ingin berdansa.


Frisya yang biasanya terbangun dan langsung berteriak teriak minta segera dilayani, kali ini Frisya segera pergi mandi dan memilih pakaian nya sendiri.


Keluar dari kamarnya Frisya masih asik dengan menari, entah apa yang sedang dia rasakan pagi ini namun sepertinya ini adalah awal yang baik.


Karena Frisya bangun lebih awal, sehingga membuat para pelayan tidak sempat menyiapkan semua menu yang biasanya di minta oleh Frisya, Hebatnya hari ini Frisya tidak marah malah tetap menari dan segera duduk meraih selembar roti dan segera menyantapnya.


Hal ini, membuat seisi rumah melongo dibuatnya, mereka tidak pernah membayangkan jika Frisya bisa berubah dalam waktu semalam.


Setelah selesai menari dan menghabiskan sarapan nya, Frisya segera berpamitan untuk pergi ke perusahaan Boom&Food.


"Fris, aku akan segera menyusul... " ucap Rama


"Yaaa... cepatlah.. aku menunggu mu.." ucap Frisya sambil tersenyum tak karuan.


Hal ini semakin membuat semua orang tidak henti menggeleng gelengkan kepala, mengingat Frisya yang sudah lama kehilangan minatnya pergi ke perusahaan Boom&Food.


"Astaga Brenda... andai kau melihat semua ini.." ucap Rama


"Kau tahu Rama... Nona Brenda ku memang yang terbaik.." ucap Debora.


"Kau benar, semoga hari ini berjalan sesuai dengan keinginan dia.." ucap Rama


Rama langsung menghubungi Boom&Food agar mengadakan perayaan kecil untuk kembalinya Frisya.


****


Saat Frisya sudah sampai di kantor para karyawan berjejer menyambut Frisya dengan hangat, mereka sangat senang dengan kembalinya Frisya.


Rama datang 1 jam lebih lambat dari Frisya dan segera masuk ke ruangan Frisya.


"Fris.. lihat ini.." ucap Rama memberikan sebuah tawaran kerjasama baru dari Hoki grup.


"Apakah yang lama sudah lewat ??" tanya Frisya.


"ya.. dan mereka ingin memperbarui kontrak." ucap Rama.


"Sepertinya keberuntungan ada di pihak ku.. " ucap Frisya.


"Apa yang akan kau lakukan Fris..?" tanya Rama.


"Katakan jika aku sudah kembali dan suruh Brenda datang kemari untuk memperbarui kontrak langsung dengan ku.." ucap Frisya.


"Baiklah, tapi ku mohon.. jangan membuatnya muak dengan kata kata cinta.." ucap Rama.


"Kau cerewet sekali Ram.." ucap Frisya.


Rama menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Frisya.


*****


Hoki Grup..

__ADS_1


"Nona Brenda, saya Baru saja dapat kabar dari Boom&Food jika pimpinan Frisya sudah kembali dan anda diminta datang untuk membicarakan tentang masalah kontrak kerja yang baru.." ucap Meta.


"Baiklah, terimakasih.." ucap Brenda


"Baik Nona... saya pergi dulu..." ucap Meta.


"Frisya kembali ??" tanya Brenda pada dirinya sendiri.


"Apa dia mengejar ku ?" tanya Brenda...


"Tapi mengapa dia tidak langsung pergi untuk menemui ku ?" pikir Brenda.


"Tapi... Baiklah, aku akan mengikuti permainan nya.." ucap Brenda


Brenda segera menghubungi Meta untuk membuat schedule agar bisa meeting dengan Boom&Food.


"Nona, saya mendapatkan kabar jika setelah makan siang kita akan meeting dengan Boom&Food.." ucap Meta.


"Baiklah.. terimakasih.." ucap Brenda.


*****


Pukul 1 siang, Brenda sampai di perusahaan Boom&Food untuk segera meeting membicarakan tentang kontrak kerja.


Brenda langsung masuk menuju ruang meeting dan kemudian disusul oleh Frisya dan timnya. Frisya menatap Brenda dengan tatapan cuek.


"Astaga... tatapan apa itu... " ucap Brenda dalam hati.


Brenda mulai mempresentasikan tentang kontrak kerja mereka yang baru, dan memastikan bahwa Boom&Food akan mendapatkan lebih banyak keuntungan dari kontrak kerja yang lama.


Setelah sekian lama akhirnya meeting pun selesai dan Brenda bersalaman dengan Frisya untuk memberikan ucapan terimakasih begitupun Frisya memberikan selamat pada Brenda.


Setelah itu Frisya segera pergi meninggalkan ruang meeting Brenda.


"Astaga... apa dia sudah berubah... mengapa tidak seramah waktu di Rio.." ucap Brenda pelan.


*****


Sore harinya Brenda pulang bekerja dengan berjalan kaki hingga melewati 2 halte bis, Frisya sengaja mengikutinya dari belakang.


Hingga sampai di Halte ke 3, langkah Brenda terhenti... dia duduk di halte sambil melihat kakinya yang mulai pegal.


"Aduh.. sakit ternyata, sepertinya aku berjalan terlalu jauh.. ucap Brenda


"Apa kau sedang menyiksa kaki mu ?" tanya seseorang.


Brenda langsung menatap ke arah suara.


"Mas Frisya ?" tanya Brenda


"Apa aku setampan itu hingga kau melihat ku seperti itu Bren.." ucap Frisya.


Brenda tersenyum kecut saat namanya dipanggil Bren oleh Frisya, tidak Dek seperti biasanya.

__ADS_1


"Biar aku lihat.. "ucap Frisya sambil melihat keadaan kaki Brenda.


"Aduh, sakit.... pelan dikitlah..." ucap Brenda


"Astaga... lihat kaki mu berdarah.. apa ini hobi baru, menyakiti dirimu sendiri Bren ?" tanya Frisya ketus.


"Aish.. aku baru saja turun dari taksi untuk membeli minuman dan duduk disini, aku tidak tahu mengapa bisa kaki ku terluka " elak Brenda.


"Belajarlah untuk berbohong lebih baik lagi... " ucap Frisya.


"Hehe... " tawa Brenda.


"Sini ku gendong biar aku bisa membawa mu ke klinik.." ucap Frisya


"Jangan.." ucap Brenda


"Sudah diamlah... " ucap Frisya.


Tubuh Brenda yang mungil dengan mudahnya diangkat oleh Frisya, Brenda melingkarkan tangannya di leher Frisya.


Jantung Frisya terasa seperti hendak loncat keluar pagar, namun Frisya mengambil nafas panjang untuk mengontrol diri.


Sayangnya Brenda seperti telah terhipnotis saat melihat Frisya dari jarak kurang dari 10 cm. ini membuatnya tidak mampu mengalihkan pandangan nya dan mengontrol detak jantungnya.


"Kau bahkan bisa melakukan hal lebih dari hanya sekedar menatap ku Nona.." ucap Frisya membuyarkan tatapan Brenda.


" Nona, silahkan turun dokter akan memeriksa anda.." ucap perawat.


"Ah, emm... " ucap Brenda kebingungan hendak menjawab apa.


"Katakan.." ucap Frisya


"Apa ?" tanya Brenda


"Nona, silahkan turun dokter akan memeriksa anda.." ucap perawat masih tidak di gubris Brenda.


"Apakah kau sangat nyaman dalam gendongan ku ?" tanya Frisya


"Haaahh ?? apa ?" tanya Brenda tidak sadar jika mereka sudah sampai dan Brenda masih tidak mendengar saat perawat memintanya untuk turun.


Kemudian Frisya mendekatkan bibirnya pada telinga Brenda.


"Aku berjanji akan menggendong mu lebih lama nanti, tapi sekarang.. biarkan dokter memeriksa mu terlebih dahulu.." ucap Frisya.


Saat itulah Brenda tersadar dan melihat sekelilingnya.


"Astaga.. kita sudah sampai.." ucap Brenda sambil turun dibantu oleh Frisya


"Iya Nona, sudah 30 menit yang lalu.." ucap perawat.


Wajah Brenda seketika menjadi merah padam.


************

__ADS_1


__ADS_2