Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Awal


__ADS_3

Setelah makan malam, mereka segera pulang karena sudah cukup lelah dengan kesibukan mereka hari ini.


Beberapa hari kemudian...


Brenda bangun pagi dan segera mandi, setelah mandi Brenda tidak segera berpakaian.


Dia menciumi suaminya..


"Emh... sayang... udah siang ya... " ucap Frisya sambil membuka matanya.


Frisya kaget saat di hadapannya dia melihat Brenda tubuhnya hanya terbungkus dengan handuk yang membalut sebagian tubuhnya.


Glek...


"Ka kamu ngapain dek... ?" tanya Frisya


"Mas.... " ucap Brenda sambil berpose seksi dengan mengangkat satu kakinya di hadapan Frisya.


"Uuhh.... ( Glek ) kamu... ( Nafas terengah ) Sedang apa ?" tanya Frisya


"Hai tuan, kau terlalu banyak berbicara... " ucap Brenda sambil naik keatas tubuh Frisya.


"Apakah kita akan melakukannya sekarang ?" tanya Frisya


"Diamlah, aku sudah tidak bisa menunggu.. " ucap Brenda


Brenda membuka piyama tidur Frisya.


"Dek.. bisa kamu menahannya sampai besok.. " ucap Frisya


"Apa kamu tidak mengerti jika istri mu ini sudah sangat basah.. " ucap Brenda.


"Bagaimana jika mas mengecewakan mu saat di tengah tengah nanti ?" tanya Frisya


"Aku akan membuatnya berdiri sepanjang hari... percayalah pada ku.. " ucap Brenda mulai mengacau.


"Tubuhmu tidak akan pernah mengecewakan... tapi mas mu ini... " ucap Frisya.


"Iihh .... " ucap Brenda kesal sambil menarik turun celana Frisya.


"Kamu, mau memperkosa mas mu ini ?" ucap Frisya


"Tentu... kamu suami ku.. aku akan melakukannya dengan cepat dan membuat mu ketagihan.. " ucap Brenda dalam keadaan berkeinginan kuat.


Frisya terdiam, Brenda mulai mendekatkan bibirnya pada Frisya, mereka berciuman dengan sangat intim.


Turun menuju leher Frisya.


"Oh, Brenn... " Frisya meracau

__ADS_1


Brenda dengan lincah memainkan lidahnya, terus turun di dada Frisya dan bermain di pusar Frisya.


" Brendaaaaa... Ahh... " ucap Frisya sedikit berteriak...


" Diam dan nikmati mas... eumm.. " ucap Brenda sambil masih asik dengan jilatan jilatan panasnya.


Tubuh Frisya menggelinjang hebat.


"Ah... Ooh tidak.. tidakk... " ucap Frisya resah.


Brenda kembali menuruni tiap jengkal tubuh Frisya dan mulai berhenti dan ******* si mungil milik Frisya.


"Ooh... Bren.. Oohh... " ucap Frisya meracau..


Clop... Clop.. clop suara bibir Brenda yang bermain lincah dibawah sana.


Tiba tiba...


"Auuhh... Auuhh... Brendaa... auuh.. oooh... mas Frisya tidak kuat lagi, mas akan keluar.. oohhh !!!!!" teriak Frisya


Belum sempat Brenda menjawab ucapan Frisya tiba tiba..


Croooottt.... Crroott...


Brenda yang terlanjur di penuhi dengan birahinya harus menelan sedikit kekecewaan, dia berharap si putih akan menyembur di dalam rahimnya malah keburu keluar di mulutnya.


"Ka kamu kecewa ya dek... " ucap Frisya sambil menundukan kepalanya..


"Euum... ini tidak terlalu buruk... " ucap Brenda sambil membersihkan mulutnya dari sisa si putih.


"Benarkah ?" tanya Frisya


"Kita hanya perlu melatihnya saja.. aku mencintaimu mas... " ucap Brenda sambil tersenyum dan kembali ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat.


Frisya mengikuti Brenda. Mereka pun mandi bersama.


"Mas... kamu tahu, dulu bahkan kamu yang selalu menggoda ku.. " ucap Brenda.


"Apa kamu menyesali sesuatu ?" tanya Frisya


" Tidak... Aku hanya ingin mengatakan jika sekarang, aku yang akan selalu menggoda mu, sampai kau tidak tahan lagi dan menyerah pada ku... " ucap Brenda


"Aku mencintai mu.. " ucap Frisya sambil mengecup bibir Brenda.


******


Hari ini...


Serllyta pergi ke perusahaan tuan Seung. Namun dihalangi oleh Harry, karena tidak memiliki janji dengan tuan Seung.

__ADS_1


"Maaf nona anda bisa kembali lagi besok, saya akan membuatkan anda jadwal dulu agar tuan Seung bisa bertemu dengan anda saat ada waktu senggang." ucap Harry.


"Tolonglah, aku harus bertemu dengannya, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan.. " ucap Serllyta terus mencoba.


"Maaf Nona, tidak bisa... jika anda memaksa saya akan memanggil keamanan kemari.. " ucap Harry.


"Tapi aku... " ucap Serllyta.


"Kalian berdua bawa nona ini keluar.. " ucap Harry pada petugas keamanan.


"Ah.. baiklah aku akan pergi sendiri... !!!" teriak Serllyta.


"Lepaskan... " ucap Harry


Harry segera beranjak pergi.


"Tunggu tuan !! setidaknya jika aku tidak bisa berbicara dengan tuan Seung, aku bisa bicarakan ini dengan mu... " ucap Serllyta.


Harry mengangguk.


"Lepaskan, biarkan dia bicara.. " ucap Harry.


"Ku berikan kau waktu 5 menit, cepat katakan . " ucap Harry.


Serllyta mengambil sesuatu dari dalam tasnya. yaitu sebuah alat perekam miliknya.


" Dengarkan ini baik baik... " ucap Serllyta.


*Perekam suara mulai berputar, percakapan antara Frisya dan Serllyta mulai terdengar...


Harry mendengarnya dengan seksama, hingga rekaman pun berakhir.


"Siapa Fris ? Brenda yamg dimaksud ?" tanya Harry masih kebingungan.


"Kau adalah seorang Asisten perusahaan besar yang hebat. Kau bisa mendengarkannya sekali lagi.. " ucap Serllyta.


****


"Apa kau tidak tahu jika pria yang dikejar kakak ku itu adalah calon suami Brenda saat itu ?" tanya Serllyta.


"Kau pikir jika aku tidak tahu itu, aku akan sudi mengenal kakak mu yang murahan itu ?" ucap Frisya dengan nada menghina.


*******


Harry menelan ludahnya dengan sulit. Harinya tergetar...


"Jadi, maksud mu.... " Ucap Harry dengan suara bergetar.


"Jadi, apa menurutmu sekarang kita sudah bisa bicara... " ucap Serllyta..

__ADS_1


__ADS_2