
Melihat maminya menindas Gun Woo dengan berbagai pertanyaan, Brenda hendak bersuara dan membela, tapi di tahan Gun Woo. Gun Woo menganggap bahwa ini adalah saatnya dia berusaha untuk memenangkan hati mami Brenda.
"Tentu saja, saya menyewa seorang penguntit untuk Brenda... karena tidak ada satu orang pun di dunia ini yang akan membiarkan kekasihnya pergi dengan lelaki lain.." ucap Gun Woo.
Mami terdiam...
"Mungkin Mas Frisya masih satu satunya pria yang mami anggap paling baik untuk Brenda, namun sayangnya waktu membuktikan bahwa cinta kami berdualah yang terbaik dan tetap menguatkan satu sama lain." ucap Gun Woo tegas tanpa menatap mami, karena Gun Woo tidak sanggup jika harus langsung menatap.
Mami kehabisan kata...
" Tolong mii.. restui kami sepenuhnya.. saya tidak akan mengecewakan Brenda.. kecuali jika Tuhan yang memisahkan.. "ucap Gun Woo membuat Brenda berlinang air mata.
Mami ikut menitihkan air mata dengan sedikit di tahan.
"Mami, ayah.. 1 jam lagi adalah waktu pertemuan kalian dengan ayah ku.. jika kalian sudah merestui kami 100% mohon datanglah.. jika kalian tidak merestui kami 100% tolong jangan datang.. saya permisi.." ucap Gun Woo sambil beranjak pergi.
"Abang .. kamu marah ?" tanya Brenda.
"Nggak.. Abang gak marah Bren, ini adalah soal restu.. kita tidak akan main main dengan itu." ucap Gun Woo menjunjung tinggi Restu kedua orang tua.
"Terimakasih sudah mengajari ku, menghormati orang tua bang.." ucap Brenda.
"Tentu.. jangan menangis.. abang akan menunggu nanti." ucap Gun Woo.
*** Mami dan Ayah masih di samping kolam..
"Kamu ini gimana sih mi.. kita kesini kan buat Brenda dan Gun Woo, masak gara gara buah dan kue aja kamu bikin buruk begini.. gimana kalo Brenda yang jadi Gun Woo.." ucap Ayah
Ayah berlalu meninggalkan mami sendiri di samping kolam renang.
Brenda kembali hendak menghampiri mami dan ayahnya .
"Gak usah nduk.. biar mami mu disana sendirian biar dia bisa berpikir sendiri dulu, kira kira bener gak yang dia lakuin seperti itu pada calon mantunya." ucap Ayah ketus.
"Ayahh... Gun Woo gak marah kok dia malah senang dia bilang mungkin emang gitu cara mami agar gun woo bisa diterima." ucap Brenda.
"Ya itukan luarnya kamu kan gak tahu dalamnya." ucap Ayah membuat Brenda terdiam.
****Perusahaan Gun Woo.
"Sial.. Frisya selalu jadi bayang bayang hubungan kami.." ucap Gun Woo sambil memegang kepalanya yang pening.
"Aku tidak akan menyerah semudah ini.. Brenda milik ku, aku akan memperjuangkan dia sampai habis nafasku." ucap Gun Woo sambil menggenggam tangan nya.
**** 1 Jam kemudian...
Brenda dan Ayahnya tertawa riang sambil menonton tv bersama, sesang mami ada di kamar.
Tiba tiba, mami datang menghentikan tawa mereka.
__ADS_1
"Ayah.. Brenda.. Ini kita jadi kan, berangkat ke restaurant bertemu dengan ayahnya Gun Woo ??" tanya Mami.
"Astaga naga ayaahh.. aku lupa.. tunggu sebentar aku mau ganti baju dulu, siap siap" ucap Brenda heboh berlari ke kamarnya.
"Kamu udah bisa mikir sekarang ??? apa masih mau ngerusak suasana ??" tanya Ayah.
"Iya mami salah... mami gak akan ngulangin deh.." ucap Mami.
"Baguslah kalau begitu, jadi gak malu maluin Brenda." ucap Ayah.
5 menit kemudian...
"Mami, ayah.. ayoo Brenda udah siap.. yuk berangkat, kita udah terlambat.." ucap Brenda.
"aihh, kamu kok tumben bisa cepet gitu.." Tanya mami.
"Iya untung udah di siapin semua dari tadi pagi sebelum mami dan ayah sampai.." ucap Brenda.
Brenda melajukan mobilnya ke arah restoran Angela.
10 menit kemudian mereka turun dan segera mencari Gun Woo dan Ayahnya.
"Loh kok gak ada Brend.." tanya ayah.
"Iya.. janjinya makan siang kan ??" tanya mami.
"Bentar.. bentar..." Brenda sambil mengecek handphone.
"Apaa ??? udah telat masih salah restaurant ???" tanya Mami dan ayah barengan.
"wadaww ni anak ngawurr.. ayo cepet.. pergi dari sini.." ucap Mami sambil menjewer telinga Brenda.
Sedang Gun Woo tidak menelfon ataupun mengirim pesan pada Brenda, membuat Brenda khawatir, apakah Gun Woo marah.
***** Restaurant Bold.
Gun Woo datang 5 menit lebih cepat karena tidak ingin Brenda dan kedua orang tua nya menunggu.
Ayah Gun Woo sedang ada dalam perjalanan dari tempat meetingnya.
Waktu menunjukkan pukul 12.00 pas.
"Baiklah Gun Woo, baru 5 menit yang lalu kau berada disini, tenangkan dirimu.." ucap Gun Woo pada dirinya sendiri.
15 menit berlalu....
Gun Woo menatap handphone nya, berharap Brenda memberikan kabar, namun sayangnya tidak ada notif apapun dari Brenda.
"Astaga.. kemana kamu Brenda... berhentilah main main sayang.. segeralah datang.. " gerutu Gun Woo sambil menghabiskan air gelas ke 5 nya.
__ADS_1
Gun Woo sibuk memijat lembut keningnya, dia mulai gusar karena Brenda tidak kunjung datang... Gun Woo mengingat hal terakhir yang terjadi antara Gun Woo dan Maminya Brenda.
"SIALL... SEMUANYA KACAUU !!!
"Apanya yang kacau ?? Apakah terjadi sesuatu lagi Gun Woo ??"
Tiba tiba seseorang mengagetkannya dari belakang.
"Ah.. Ayah.. tidak... tidak ada apa apa hanya.." ucapan Gun woo terpotong.
"Hhmmmmm Gadis kecil itu belum datang yaa.. apakah orang tua nya jadi datang ??" tanya Ayah Gun Woo.
"Tentu ayah.. hanya... entahlah mengapa mereka belum datang.."ucap Gun Woo.
"Apa kau sudah mencoba menghubunginya ??" tanya Ayah Gun Woo
Gun Woo langsung mengambil handphonenya dan menelfon Brenda. Beberapa saat kemudian... Gun Woo meletakkan kembali handphone nya, Wajah kecewa nampak jelas di wajah Gun Woo.
"Brenda tidak bisa ditelepon ??" tanya ayah Gun Woo.
"Ehm.. tunggulah sebentar lagi... ayah akan bersama mu disini, ayah tahu Brenda juga mencintai mu, kau jangan khawatir." ucap Ayah Gun Woo menenangkan anaknya.
Gun woo terus menatap foto Brenda di wallpaper layar handphone nya.
"Aku akan menunggu hingga waktu terakhir disini Brenda, jangan kecewakan aku..." ucap Gun Woo Dalam hati .
**** Tempat Brenda berada.
"Aduh mami sakit, lepasin aah... biar kita cepet sampeknya.." ucap Brenda.
"Emang jauh yaa dari sini ??" tanya Ayah.
"Mayan lah yah 20 menitan dari sini.." ucap Brenda.
"Ceroboh banget sih Brenda... gitu kok bisa dapet ipk 4,2 tuh gimana bisa... ??? lawong kamunya teledor gak bisa diandelin kayak gini.. bahkan saat akan bertemu calon mertua.. astaga.."
"Udah mii... udahh.. semuanya akan makin kacau balau kalo mami ngoceh mulu.." ucap Ayah.
"Apa gak ada jalan lain ?? yang sekiranya lebih cepet gitu ?? "tanya Mami.
"Ada.. ada... tapi sepi miii.." ucap Brenda.
"Tapikan kita bertiga.. ayo de lewat situ aja.." ucap Mami Brenda.
"Its okelah kalo beg begitu.." ucap Brenda sambil mengarahkan mobilnya mengambil jalur yang lebih cepat.
Jalan yang mereka lalui berkelok kelok, hingga akhirnya baru saja sampai di jalan kelokan ke 2 terdengar suara..
******Duuuaaarrrrrrr....
__ADS_1
cciiiiiittttttt****.....