Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua

Tuhan, Ku Tak Mau Jadi Perawan Tua
Di tengah Masalah Hoki Grup


__ADS_3

Memangnya Brenda menyukaimu ?? sampai sampai kau memperlakukan Debora seperti itu, bukankah terakhir kali kalian bertemu dan tidak ada apa apa, atau terjadi sesuatu ??" ucap Rama.


"Ya.. kau benar.. kami bersenang senang bersama selama 2 hari.. aku berharap pernikahan ku masih lama dan aku masih bisa bersamanya lebih lama." keluh Frisya.


"Kau gila Friss.. " ucap Rama.


"Aku bahkan lebih gila dari dugaan mu Ram, kau tidak pernah jatuh cinta jadi kau tidak akan bisa mengerti" ucap Frisya.


"@$&+\=#?!;@\=$ Astaga apakah dia baru saja mengatai ku ?? tidak sadarkah dia yang membuat ku hingga tidak sempat jatuh cinta karena hal hal konyol bahkan tugas tugas yang tidak masuk akal yang dia berikan pada ku, Bagaimana aku bisa berkencan.." pikir Rama .


"Ram.. aku ingin bertemu dengan Brenda lagi.. buat dia datang kemari.." pinta Frisya.


"Tapi kau sudah beristri Friss.. bagaimana dengan perasaannya ??"


"Aku tidak perduli, aku tidak menginginkan nya.!! cepat kau lakukan atau dia akan semakin menderita." ucap Frisya.


"Ya.. sudah biar aku buat Brenda datang kemari, jangan pernah menyakiti Debora.. kasihani dia." ucap Rama.


***Perusahaan Hoki Grup.


"Nona Brenda ini laporan yang anda minta.." Meta memberikan berkas tentang Renovasi gedung.


"Aduh.. banyak sekali, pengeluaran Hoki Grup bulan bulan ini.." keluh Brenda.


"Bukankah Nona Brenda juga menerima beberapa kerja sama dengan perusahaan perusahaan itu ??"


"Iya, benar.. tapi itu hanya perusahaan kecil.. Hoki Grup benar benar membutuhkan suntikan dana." ucap Brenda sambil memegangi keningnya.


"Nona Brenda... mengapa anda tidak menghubungi Boom&Food, dan mencoba membuat kerjasama baru dengan mereka, siapa tahu mereka mau berinvestasi lebih besar dari sebelumnya.." ide Meta


"Kau benar sekali.. tapi sayangnya..."


"Ada apa Nona ??"tanya Meta.


"Sudahlah keluarlah dari ruangan ku aku sedang ingin menyendiri." ucap Brenda.


Hari sudah menjelang malam, Brenda hari itu pulang bekerja dengan malasnya, dia pulang sambil berjalan kaki ke halte bis, berharap mendapatkan ide cemerlang dan segera keluar dari masalah ini.


Tiba tiba seseorang menyapa.


"Brenda... ???" ucap Seseorang.


"Richard.. ???" Brenda menatap dengan tidak bersemangat.


"Sedang apa kamu disini.. kamu terlihat sangat banyak pikiran.." ucap Richard


"Perusahaan ku sedang dalam masalah.. " ucap Brenda


"Yaa, aku mendengar soal kecelakaan itu.. Perusahaan Hoki merugi banyak ya ??"


"Iya... " jawab Brenda singkat.


"apa kamu ingat ?? aku dulu pernah membawa produk Hoki Grup hingga ekspor besar besaran ?? "


"Yaa Rich aku ingat.. dan terimakasih untuk itu." ucap Brenda.

__ADS_1


"Aku akan melakukannya lagi untuk mu, asal kamu mau memutuskan hubungan dengan tunangan mu itu dan kembali pada ku.." ucap Richard mencoba mempengaruhi Brenda.


"Tidak mungkin... aku tidak mencintai mu Rich..." ucap Brenda.


"Sungguh ?? Ayolah Brenda... " Ucap Richard mulai memaksa menyentuh tubuh Brenda.


"Richard... apa yang kamu lakukan...?? berhenti jangan...." Brenda berteriak sayangnya halte bis sedang sepi, tidak ada yang mendengarnya.


Tiba tiba, sebuah mobil terdengar berhenti dengan mendadak hingga remnya terdengar melengking di telinga.


Ciiiitttttt.....


tiba tiba BUGGK..... Sebuah hantaman keras mendarat di pipi Richard.


Richard jatuh tersungkur hingga hidungnya mengeluarkan darah segar.


"Richard.. Kamu tidak apa apa ???" tanya Brenda.


"Bagaimana bisa kau bertanya seperti itu pada seseorang yang sudah melecehkan mu Bren.." Brenda yang hafal betul suara siapa itu langsung melihat ke arahnya.


"Mas Frisya.... " langsung berdiri dan memeluk Frisya erat.


"Jangan perdulikan dia, dia pantas mendapatkan nya.." ucap Frisya.


"Hai bung.. jangan sok jadi pahlawan... Brenda juga tidak menyukai mu .." ucap Richard.


"Akan kubuat kau menyesali ucapan mu besok." ucap Frisya dan berlalu bersama Brenda menuju mobil.


"Astaga... Bagaimana dia bisa mengatakan itu karena wanita ini... sialllll... mengapa harus pimpinan Boom&Food yang menyelamatkan Brenda.." ucap Richard seraya berdiri dan menghentikan langkah Frisya dan Brenda.


"Tunggulah besok pagi... aku ingin kau menemui ku besok pagi, dengan wajah menyedihkan mu itu." ucap Frisya dengan senyum menyeringai.


"Brenda.. maafkan aku, kau tahu aku melakukan ini karena aku amat mencintai mu.. tolong, bantu aku bicara padanya.. jangan biarkan perusahaan ku hancur." ucap Richard memohon kepada Brenda.


"Aku akan mencobanya.. bersihkan luka mu.. jangan ulangi hal itu lagi.." ucap Brenda, karena bagaimana pun sebenarnya Richard adalah pria yang baik, dan Brenda pernah mencintainya.


Frisya tidak memperdulikan percakapan Brenda dan Richard, dia langsung membukakan pintu Brenda dan segera masuk ke dalam mobil .


( Suara pesan masuk )


Brenda membaca pesan dari Gun Woo.


"*Sayang.. aku harus pergi ke singapore malam ini lusa aku sudah pulang... maaf ini mendadak.. besok aku akan menelfon mu, apakah kau sudah tidur ?? Semoga mimpi mu indah.. I Love u.." Gun Woo.


"Segeralah pulang,.. jangan pergi terlalu lama.. aku mencintai mu.. " **Brenda***


"Siapa ?? " tanya Frisya.


"Gun Woo, dia harus pergi ke singapore malam ini.." ucap Brenda.


"Bisakah kita mampir ke rumah ku malam ini ?? Aku rasa aku sedang tidak enak badan.." ucap mas Frisya.


"Benarkah ??? tadi sepertinya baik baik saja.." ucap Brenda sambil mengecek dahi Frisya.


"Hai Nona.. aku kan bilang tidak enak badan, bukan tidak enak kepala.." ucap Frisya .

__ADS_1


"Mungkin maksudnya, Frisya merindukan ku begitu ???" pikir Brenda.


"Mass... ada istri mu.. aku tidak bisa pergi kesana.." ucap Brenda.


"Dia ada di apartemen dekat Hoki Grup.. Dia menikahi ku hanya karena gedung.." ucap Frisya membuat Brenda iba.


"Benarkah, tidak mungkin.. Debora bukan tipe wanita seperti itu.." bela Brenda.


"Sudahlah ku mohon pergilah dengan ku malam ini.." ucap Brenda.


"Mas Frisya janji hanya malam ini ???" tanya Brenda.


"Tentu.. aku sangat merindukan mu Brenda.."


10 menit kemudian mereka sampai di rumah Frisya.


Rama yang melihat kedatangan Frisya bersama Brenda, terkejut dan segera bersembunyi ingin tahu apa yang mereka lakukan.


"Rumah ini masih sama, seperti saat terakhir aku kemari.." ucap Brenda.


"Rumah ini tidak akan pernah berubah, hanya kamu Brenda yang akan merubahnya.." ucap Frisya sambil menuangkan minuman.


Tiba tiba Brenda teringat dengan Richard tadi dan ancaman mas Frisya.


"Sungguh kasihan jika Richard harus hancur karena aku, jadi aku harus membantunya." ucap Brenda dalam hati.


"Kenapa terdiam... ?? kau bahkan semakin cantik menawan Brenda... sayang sekali bukan untuk ku." ucap Mas Frisya.


"Mas... boleh aku meminta sesuatu ??"


"Apapun untukmu... kamu ingin aku melakukan apa ???" tanya mas Frisya.


"Tolong, maafkan perbuatan Richard tadi..." ucap Brenda.


"Dia mempermalukan diri mu Brenda, dan aku harus memaafkannya.. aku tidak bisa " ucap Frisya tegas.


"Mas.. aku ga papa tolong ya.. maafin.."


"Apa kau tahu aku hampir kehilangan akal saat melihat mu di lecehkan olehnya.. apakah kamu memikirkan perasaan ku juga Brenda.." ucap Mas Frisya beranjak pergi ke balkon rumahnya.


Brenda mengikuti dannn...


CUP...


CUPP..


CUPPP...


Brenda mengecup Bibir Frisya dan Frisya pun membalas ciuman Brenda.


Rama yang tadinya ada di balkon segera bersembunyi di balik tanaman hias, Sebenarnya Frisya tahu keberadaan Rama tapi Frisya membiarkan Rama menonton mereka.


"Siaaaaaalllllll, Bagaimana bisa dia membuat ku menyaksikan ini, gilakk.." ucap Rama sambil menelan salivanya.


************

__ADS_1


__ADS_2