Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 10


__ADS_3

Tingkah polos Sisil selalu jadi pusat perhatian para orang dewasa yang tinggal di rumah itu, apa yang dikatakan dan dilakukan oleh Sisil menurut mereka sangat lucu dan selalu mengundang senyum dan tawa bagi para orang dewasa di sana yang melihat dan mendengarnya tidak terkunci Gian.


Hanya saja saat itu Gian merasa cemburu, sehingga ia bersikap acuh.


Akira menjawab pertanyaan Sisil dengan menjelaskan profesi sebagai polwan.


"Anteu sudah tidak sekolah seperti mu, karena anteu sudah lulus dari semua pendidikan anteu."


"Anteu berpakaian seperti ini karena profesi anteu adalah polwan." Terang Akira.


Sisil mendengarkan secara seksama, karena ia anak yang cerdas jadi timbul banyak pertanyaan di benaknya karena rasa ingin taunya.


"Polwan ini apa anteu?"


"Polwan itu singkatan dari polisi wanita?" Jawab Akira.


"Lalu tugas polwan itu apa anteu?"


"Polwan memiliki tugas dan tanggung jawab yang sama dengan polisi laki-laki seperti yang tercantum dalam UU kepolisian No. 2 Tahun 2002 pasal 13, yaitu memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat; menegakkan hukum; dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat."


"Kenapa anteu pengen jadi polwan, polwan itu kan suka panas-panas ya? Kenapa anteu gak pengen kerja kantoran aja Aya om Gian, atau jadi dokter kaya anteu cantik (sebutan Sisil kepada Shafira)." 


Karena hubungan Gian dan Shafira cukup lama, sehingga Gian sering membawa Shafira berkunjung ke rumahnya dan bermain bersama Sisil.


Karen itu Sisil mengenal Shafira dan boleh di bilang mereka juga sangat akrab.


Mendengar pertanyaan Sisil Akira mengerutkan keningnya,merasa penasaran siapa itu anteu cantik yang di maksud oleh Sisil.


"Anteu cantik, (Akira mengulang kata yang diucapkan oleh Sisil) siapa dia?" Kemudian Akira balik bertanya.


"Dia teman om Gian, dia seorang dokter katanya om sama anteu cantik mau nikah dan mau punya Dede bayi buat temen aku nanti." jawab Sisil polos.


Akira sudah dapat menduganya bahwa orang yang dimaksud oleh Sisil adalah kakaknya sendiri.


Akira termenung ketika mendengar jawaban Sisil, ia kembali teringat peristiwa yang membawanya berada di tempat itu saat ini.


"Anteu kok bengong, jawab aku!" Sisil mendesak jawaban dari Akira.


Akira terhenyak lalu menjawab pertanyaan Sisil yang bertanya mengapa Akira memilih untuk menjadi polwan.


"Tujuan polwan adalah membantu penanganan dan penyidikan terhadap kasus kejahatan yang melibatkan kaum wanita baik sebagai korban maupun sebagai pelaku kejahatan." itu jawaban singkat Akira


Mama Nirmala merasa Susana sudah tidak baik, karena melihat air muka Akira yang berubah terlihat sendu, begitu juga dengan Gian terlihat emosi, Mama Nirmala langsung mengalihkan percakapan Sisil dan dan Akira.

__ADS_1


"Sisil, Akira! Ayo cepetan sarapan dulu, sebentar lagi kan kalian mau berangkat!" Seru mama Nirmala.


Akira tau mama Nirmala sengaja melakukan itu untuk mencairkan suasana.


Akira tersenyum kepada mama Nirmala dan menginstruksi kepada Sisil untuk segera menyantap sarapannya, "Ayo dimakan sayang…" 


Tapi tiba-tiba Gian berseru, "Sisil,,,!"


"Iya om,,," jawab Sisil yang baru saja hendak menyuapkan makanan nya.


"Jangan pernah sebut-sebut lagi tentang dia (Shafira), dia sudah tiada sekarang." ucap Gian mengundang rasa penasaran Sisil.


"Kenapa om, apa dia sudah meninggal?" 


"Entahlah, tapi dia telah lenyap dari muka bumi ini."  Gian berucap penuh emosi karena rasa bencinya teringat pengkhianatan yang dilakukan oleh Shafira.


"Kemana di…" Sisil hendak bertanya kembali tapi dihentikan oleh Akira.


"Sisil,,,!" seru Akira sambil menggenggam lembut tangan Sisil.


Sisil langsung menoleh ke arah Akira, "Iya anteu…" 


"Habiskan sarapanmu dulu nanti, bisa kesiangan." Akira mengingat.


Sedangkan mama Nirmala, papa Arga dan juga Shakira hanya saling memandang.


Menyikapi sikap Gian yang sedang terpancing emosiya.


Kemudian Mama Nirmala mengalihkan pembicaraan dengan mengatakan bahwa ia dan papa Arga akan pergi untuk sementara waktu, untuk menengok ibunya yang sedang sakit di luar kota.


Oleh sebab itu, mama Nirmala ingin menitipkan Sisil kepada Akira dan Gian sementara mereka pergi.


Karen meskipun ada baby sister yang mengasuh Sisil, tetap saja harus ada pengawasan dari pihak keluarga, dan Sisil tetap harus mendapat perhatian dan kasih sayang dari keluarganya.


Dengan senang hati Akira menyanggupinya. Tapi Sisil protes kepada neneknya.


"Nenek,,, lalu bagaimana dengan Acara ulang tahun sekolah besok, kan wali kelas ku sudah memberitahukan bahwa semua murid harus datang di samping mama papanya, atau wali murid, terus Sisil datang sama siapa nanti nek, kalau nenek sama kakek gak ada?" 


Mama Nirmala menatap Gian lalu berganti menatap Akira.


Akira mengerti apa arti dari tatapan Mama Nirmala.


Kemudian Akira bertanya memang ada acara apa di sekolah Sisil.

__ADS_1


Mama Nirmala menjelaskan, bahwa sekolah Sisil akan mengadakan acara ulang tahun sekolah, dan akan mengadakan berbagai lomba dan para anak murid serta orang tuanya yang akan menjadi pesertanya untuk memeriahkan acara tersebut.


Pihak sekolah ingin menguji kekompakan antara murid dan para orang tuanya, sejauh mana mereka mengajarkan anak-anak mereka tentang kerja sama dalam mengerjakan tugasnya.


"Oo seperti itu…!" Akira memahami penjelasan Mama Nirmala.


"Lalu kapan acaranya mah…?" Lanjut Akira bertanya.


"Nanti pas weekend." jawab Mama Nirmala.


Akira menyanggupinya untuk hadir mendampingi Sisil.


Mama Nirmala sungguh senang mendengar kesanggupan Akira, tapi Sisil juga ingin Gian ikut hadir untuk mewakili papinya.


"Sisil kan sudah ada yang mendampingi." Gian enggan hadir bersama Akira.


"Tapi om teman Sisil hadir bersama papi dan Maminya, masa Sisil cuma datang sama anteu baik, terus Papinya mana?" Sisil merajuk.


"Gian…" kali ini papa Arga ikut bersuara meminta Gian mengikuti apa yang di inginkan oleh Sisil.


"Oke baiklah Om akan usahakan untuk hadir nanti." kemudian Gian menyanggupinya.


"Bener om, hore…!" Sisil bahagia.


Akira, Mama Nirmala dan papa Arga tersenyum melihat Sisil begitu bahagia.


Setelah percakapan semua keluarga bersiap untuk berangkat menjalankan aktivitas mereka masing-masing.


Ketika di teras rumah ternyata seperti biasa mereka sudah ditunggu sopir pribadi mereka masing-masing.


Sedangkan Akira tidak punya kendaraan sendiri di sana, sesungguhnya Akira bisanya mengendarai motor Yamaha XJ900P.


Motor Yamaha XJ900P pertama muncul tahun 1999, dan merupakan varian khusus kepolisian, yang berbasis dari sport touring XJ Diversion.


Menggunakan mesin 900 cc 4-silinder inline, XJ900P punya tenaga maksimal 89 dk / 8.250 rpm, dengan torsi 83 Nm / 7.500 rpm.


Karena basisnya motor touring, motor yang akrab dipanggil P900 ini ramah dikendarai, bahkan oleh para polwan.


Namun motor yang biasa Akira Kendari ini masih ada di rumah ayah Ayus, Akira belum sempat mengambilnya.


Ketika Akira Hendak berjalan keluar gerbang untuk menunggu taksi online yang sudah ia pesan. Papa Arga menghentikannya.


Seketika Akira terhenti lalu bertanya mengapa papa Arga menghentikannya.

__ADS_1


__ADS_2