Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 128


__ADS_3

Ketika  Akira dan Gian sedang berbincang di kejauhan tiba-tiba Shafira melihat mereka dan menghampirinya. 


"Hai dek, sedang apa di sini ayo kita bergabung dengan yang lainnya; "tanpa aba-aba lagi Safira mengambil alih kursi roda dari tangan Gian, lalu dialah yang mendorong Akira dan membawanya bergabung dengan yang lainnya.


Sesungguhnya Akira telah terlambat hadir di acara, pembukaan telah usai digelar kini sepasang pengantin sudah dipajang di pelaminan.


Karena ulah Safira, Akira dan Gian terpisah. akhirnya dengan didampingi oleh kedua orang tuanya, bersama Safira Dan juga suaminya (Lucky) mereka beranjak naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.


Ketika itu Gian melihat istrinya sedang dibantu oleh keluarganya menaiki tangga pelaminan , Gian yang sedang berbincang dengan rekan bisnisnya melihat istrinya segera berlarinya , segera menghampirinya dan membantunya untuk naik ke atas pelaminan, dengan menyangga tubuh Akira dari bawah panggung pelaminan, sedangkan keluarganya sudah berada di atas panggung semuanya.


Setelah keluarga memberi ucapan selamat kepada kedua pengantin Mereka pun melakukan sesi pemotretan,


Di acara itu semua orang berkumpul semua orang hadir seperti Hendri dan putrinya Chika, Hendri terlihat selalu berdampingan dengan Mila karena mereka sama-sama sedang mengasuh Sisil dan Chika.


Sarah juga terlihat hadir di acara pesta tersebut entah dari mana dia tahu acara resepsi itu dan tidak ada yang tahu siapa yang telah mengundangnya


Kini Akira dikuasai oleh keluarganya sedangkan Gian sibuk bertegur sapa dengan para relasinya dan teman lamanya yang ikut hadir dalam acara karena undangan yang disebarkan oleh Mama Nirmala dan juga Erwin.


Saat Akira sedang asyik berbincang dengan ayah dan ibunya serta kakaknya dan juga kakak iparnya tiba-tiba ada seseorang yang menyapa dirinya.


 "Hai, Akira …. " Seseorang menyapa Akira dari belakang tubuhnya, sontak Akira segera menoleh ke arah sumber suara.


"Terlihat sosok seorang wanita dengan penampilannya yang sangat cantik sosok wanita itu sudah tidak asing lagi bagi akhirat dia adalah teman karibnya yaitu Lisa


"Hai Lisa Apa kabarmu?! Akira begitu antusias menyambut  kehadiran sahabatnya, ia begitu senang ketika melihat Lisa  hadir di acara tersebu.


Lisa menghamburkan pelukannya, memberikan ciuman cipika - cipiki, tanpa Akira sadari ada sosok peria tampan yang berdiri di belakang Lisa yang sedang memperhatikannya.


"Oya, Sa, kamu datang bersama siapa?" tanya Akira penasaran, sebab lokasi resepsi lumayan jauh dari kota yakata.

__ADS_1


Maka dari itu Akira bertanya dengan siapa Lisa datang


Ketika mendengar pertanyaan Akira air muka Lisa langsung berubah menjadi lebih tegang


Akira langsung dapat menyadari perubahan sikap Lisa, "Kenapa? Sa!"


"Oo tidak  apa-apa, aku kesini bersama …" Lisa menyingkirkan badannya menepi dari hadapan Akira, untuk memperlihatkan sosok yang berada di belakangnya.


Ya, setelah Lisa menepi, terlihat jelas di pandang mata Akira, menangkap sosok seorang pria yang tidak asing lagi bagi Akira, sosok seorang pria yang pernah Akira sangat cintai yaitu Riza.


"Riza …." Gumam Akira terkejut.


Riza menampakan senyum sinis, ketika Akira menggunakan namanya, "Hay, Akira, apa kabarmu?" 


"A-Alhamdulillah aku baik." Akira sampai gugup menjawab sapaan Riza.


"Kok, kamu duduk di kursi roda, Ra?" tanya Riza penasaran.


Lisa dapat mengerti persamaan yang di rasakan oleh Akira, dia begitu terkejut melihat Riza datang bersama Lisa.


Lalu Lisa menjelaskan kepada Riza bahwa Akira sedang mengandung bayi kembar dan mengalami banyak kendala terutama dalam pergerakannya, makanya Akira disarankan untuk menggunakan kursi roda agar Akira tidak kelelahan.


"Oo syukurlah kalau kamu sehat," ucap Riza seakan lega mendengarnya.


Akira hanya tersenyum kaku membalas ucapan Riza,


"Oo iya, selamat ya, Ra. Atas kehilanganmu, semoga putra - putrimu menjadi anak yang Sholeh Solehah, anak yang pinter dan cerdas, tau mana yang benar dan yang tidak, jika seperti itu, anak-anakmu tidak akan pernah merampas milik orang lain, seperti ayahnya, dan tidak akan menyakiti perasaan orang lain seperti yang ibunya lakukan." Riza bicara to the point.


Akira membulatkan mata menatap Riza ketika Riza menyinggung tentang hal itu. Akira tidak pernah menyangka Riza akan bermulut lemes, dan ucapan Riza menjadi satu sentilan bagi Akira.

__ADS_1


"Apa maksudmu, Za! Kamu masih menyimpan dendam kepada ku dan juga suamiku?" Akira juga bertanya dengan tegasnya.


Riza tersenyum kecut, "Hh'mm, coba pikir olehmu Akira, seperti apa aku mencintaimu, tapi kamu campakkan aku begitu saja dengan alasan orang tua mu, tanpa sedikitpun atau sekalipun kamu memberi kesempatan kepadaku untuk memperjuangkan cintaku, pikir Akira sakitnya hatiku,"


"Tapi lihat sekarang dirimu, hidup bahagia dengan calon Kakak iparmu yang mendadak jadi suamimu. Lihat aku Akira, aku menderita karena cintamu. Sampai aku sulit makan dan minum bahkan sulit untuk tidar, karena dirimu, bayangan dirimu selalu hadir dalam benakku, sakit Akira, hatiku batinku sangat sakit ketika mengingat penolakanmu, untuk memperjuangkan cinta kita," 


"Ternyata cinta ku yang sebesar dunia tiada arti bagimu."  Panjang lebar Riza mengungkapkan isi hatinya.


"Za, berulang kali aku memohon maaf kepada mu, aku mengerti apa yang kamu rasakan, tapi ingat, Za, rezeki maut, dan jodoh hanya tuhan yang tau, munkin ada wanita yang lebih baik dari ku untukmu, Za."


"Cukup Akira, mana ada perempuan yang mau kepada ku, aku hanya mantan polisi yang terganggu kejiwaannya, karena kesakitan yang kamu berikan kepadaku Akira." Riza bicara penuh penekanan, kini emosinya meluap-luap


Sesungguhnya Riza ingin bertemu dari dulu dengan Akira, tapi ia tidak pernah punya kesempatan untuk itu.


Riza memang mengalami gangguan jiwa, sejak terakhir pertemuan mereka di kantor Gian, saat menjalankan misi menyelamatkan cairan formula Tempo hari.


Di hari itu, Riza meminta untuk berbicara dengan Akira, tapi Akira menolaknya. Dan ia malah lebih Gian saat itu.


Di situ awal mula perang batin yang di alami oleh Riza, ia menjadi prustasi dan stres berat, pekerjaannya hanya berdiam diri tanpa ekspresi dengan tatapan kosongnya. 


Riza sampai harus mengundurkan diri dari prosesnya dan karena kondisinya semakin parah, calon istrinya membatalkan pernikahan mereka.


Riza sampai harus berobat jalan, konsultasi kepada dokter kejiwaan. Sampai akhirnya Riza memiliki perasaan dendam terhadap Akira dan juga Gian.


'Pantas saja selama ini kami menghilang seperti di telan bumi, ternyata kamu sedang menjalani pengobatan." Kesimpulan Akira.


"Iya, dan itu semua gara-gara kamu Akira." Tegas Riza, dengan senyuman menyeringai.


Akira sampai merinding dibuatnya. Ia mempunyai firasat buruk akan terjadi menimpa dirinya atau rumah tangganya.

__ADS_1


Akira mencoba menghindar dari Riza, karena Akira pikir Riza bukan lagi Riza yang dulu dia kenal, Riza sekarang sangat menyeramkan dan membuat Akira takut.


__ADS_2