Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 13


__ADS_3

Di sore hari, tugas Akira telah selesai waktunya ia kembali pulang.


Akira sedang menunggu taksi online yang ia pesan, lalu datang lah Riza menghampirinya mengajak Akira untuk pulang bersamanya.


Tapi Akira menolak karena Akira tidak ingin memberi harapan kepada Riza.


Riza tidak ingin pergi dari sana sebelum Akira ikut pergi, Riza memutuskan untuk menunggu Akira, sampai ia bisa memastikan Akira akan baik-baik saja, dan aman.


"Za…! Aku mohon pulang lah, tidak usah menunggu ku, percaya lah aku akan baik-baik saja." ucap Akira meminta Riza untuk meninggalkannya.


Tapi Riza tetap kukuh dengan keinginannya, ia tetap ingin menemani Akira sampai taksi online pesan Akira tiba, dan Akira pulang dengan aman.


"Ra..!" Seru Riza, yang tidak menggubris perintah Akira yang menyuruhnya untuk pergi 


"Apa…!" sahut Akira karena Riza menyerukan namanya.


"Aku ingin bertanya." 


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Akira merasa penasaran.


"Ra,,, apa kamu masih mencintai ku?" Tanya Riza.


Akira tidak dapat menjawabnya, dia hanya diam.


"Ra, jawablah apa kamu masih mencintai ku?" Riza mendesak jawaban dari Akira.


"Za,,, tolong jangan bahas masalah ini lagi, kamu tau aku sudah punya suami." Jawab Akira menegaskan.


"Ya, aku tau itu, tapi seharusnya aku lah yang jadi suamimu, karena kita saling mencintai bukannya dia Ra…!" 


"Aku sungguh tidak rela kamu berbuat seperti ini kepada ku, setidaknya bersikaplah seperti Akira yang ku sayang, jangan menghindari ku dan jangan membenci aku!" lanjut Riza dan meminta Akira tetap menjadi Akira yang dulu.


"Riza aku tidak membenci mu, justru aku tidak ingin memberi mu harapan dan malah akan membuat luka hatimu makin parah Za,,, Aku tau ini tidak mudah za,,, aku tau kita sama-sama tersiksa dengan perasaan kita sendiri, tapi ini lebih baik Za, daripada kita tetap saling mencintai tapi tidak bisa saling memiliki." Terang Akira.


"Aku sudah berusaha Ra… untuk melupakan semuanya, bahkan aku berusaha untuk membenci mu, tapi aku gak bisa Ra,,,, cinta ku kepada begitu besar Ra, aku lebih tersiksa jika kamu menghindari ku." terang Riza.


"Za mengertilah kita tidak bisa bersama lagi…!" tegas Akira.


"Akira sayang ku… berjanjilah kamu akan kembali kepadaku, agar aku merasa yakin untuk tetap menunggu mu sampai kapanpun." Riza tetap berharap.


"Itu tidak adil untuk mu Za… bukalah hatimu untuk wanita lain, untuk Tiara dia sangat mencintai mu, keluarga mu juga setuju dirimu dengannya." saran Akira.


Tiara gadis cantik tapi sangat agresif, ia sangat menyukai Riza, ayah Riza dan ayah Tiara teman akrab sehingga mereka selalu menjodoh-jodohkan Riza dengan Tiara.


Tapi sayang nya Riza menolak perjodohan itu, karena Riza sudah punya kekasih yaitu Akira.

__ADS_1


Dan ketika Tiara tau Akira telah menikah dengan orang lain, Tiara makin gencar mendekati Riza. 


Apa lagi dengan cara mendekati keluarga Riza, sehingga keluarga Riza mendesak nya untuk segera menikahi Tiara.


"Akira,,, tapi aku tidak mencintai Tiara, aku hanya di mencari mu, dan akan tetap menunggumu." Riza tetap kukuh.


"Maaf Za aku tidak bisa… dan aku juga harus segera pergi karena taksi online ku sudah datang." Akira pamit lalu segera pergi masuk kedalam mobil taksi online pesannya.


Riza tidak menyerah begitu saja, ia malah mengikuti mobil taksi online yang di tumpangi oleh Akira dari belakang mobilnya.


Awalnya Akira tidak menyadarinya, kalau Riza mengikuti mobil yang ia tumpangi.


Namun sang sopir lah yang memberi tau Akira kalau di belakang ada motor polisi yang membuntuti mereka.


Akira langsung menoleh ke belakang mobil dan melihatnya, benar saja dugaan nya ternyata Riza benar-benar mengikutinya.


"Ya ampun Riza … apa lagi yang kamu harapkan dari ku?" gumam Akira dalam hati.


"Maaf Bu apa ibu sedang ada masalah dengan bapak polisi di belakang?" tanya sopir taksi online.


"Oo… tidak ada kok pak…!" jawab Akira sambil tersenyum kaku.


"Maaf Bu! apa kita berhenti dulu, saya merasa tidak enak hati, kita seperti jadi buronan yang sedang dikejar-kejar polisi Bu." Pak sopir  merasa risih dengan tindakan Riza.


Ya lalu polisi segera menepikan mobilnya.


Di ikut oleh Riza yang juga menepikan motornya.


Akira keluar dari dalam mobil dan menghampiri Riza.


"Ada apa yang… kok berhenti, apa ada masalah?" tanya Riza.


"Ya,,,!" Jawab singkat Akira.


"Apa masalahnya biar aku bereskan?" Tantang Riza.


"Masalahnya ada di kamu!" Ketus Akira.


"Aku?" Riza menunjukkan pada dirinya sendiri dengan ekspresi bingung.


"Iya kamu tolong biarkan aku pulang jangan mengikuti ku!" pinta Akira.


"Loh,,,! Apa masalahnya?" Riza makin bingung.


"Pak sopir tidak mau mengantarkan ku pulang, karena merasa jadi buronan di ikuti oleh kamu." Terang Akira.

__ADS_1


"Hah… kok bisa sih seperti itu?" Riza tidak menyangka pemikiran pak sopir bisa sejauh itu, padahal ia hanya ingin mengawal Akira untuk memastikan ia pulang dengan selamat.


Tapi tindakannya memang membuat orang salah paham dan membuat tidak nyaman.


"Pikir sendiri sama kamu…!" Ketus Akira sambil berlalu meninggalkan Riza, yang masih mencerna ucapan Akira.


"Eeh bener juga sih… apa yang dibilang Akira… pak supir berasa buronan jadinya, karena aku ikutin." Riza bicara sendiri, setelah ia bisa mencerna ucapan Akira.


Akira sudah masuk kembali ke dalam mobil, lalu meminta pak supir untuk melajukan kembali mobilnya.


"Jalan pak!" 


Pak supir pun segera melajukan mobilnya sesuai instruksi dari Akira,


Tapi sebelum itu Riza, berteriak "Akira hati-hati" karena ia tidak lagi mengikuti Akira, sebab hal itu membuat Akira dan supir taksi online tidak nyaman dengan tindakannya.


….


Kini Akira sudah sampai di kediaman papa Arga, ia masuk kedalam rumah, disana ternyata sudah ada Gian di ruangan tamu sedang duduk tanpa ekspresi.


Akira hendak melintas di depannya, tanpa menyapanya.


Karena jika menyapanya pun percuma Gian tidak akan meresponnya.


Sebab itu, Akira memilih untuk tidak menegurnya, padahal di benak Akira banyak sekali pertanyaan.


"Tumben jam segini di sudah ada di rumah, biasanya Tengah malam dia baru pulang." batin Akira.


Ya, biasanya Gian pulang setelah akira tidur dan bangun sebelum Akira terbangun, sebisa mungkin Gian menghindari kontak langsung dengan Akira, meskipun tidur dalam satu kamar tapi mereka tidak pernah bersentuhan, bahkan mereka selalu berusaha membuang pandangan mereka masing-masing, padahal Gian pernah menunaikan kewajibannya sebagai seorang suami sebelumnya.


Karena itu Gian menghindari Akira sebab tidak ingin kejadian itu terulang lagi, sesungguhnya Gian pun menyesali perbuatannya.


Dan ketika Akira melintasi Gian, tiba-tiba Gian menghentikannya, "Tunggu..!" Seru Gian.


Akira lang menghentikan langkahnya lalu berbalik melihat ke arah Gian.


"Siap, saya…?" tunjukkan Akira pada dirinya sendiri, karena ia merasa ragu Gian mencegahnya untuk berlalu.


"Iya,,, Kamu siapa lagi!" ketus Gian menegaskan.


"Oo ya…! Ada apa?" tanya Akira bingung.


"Aku ingin bicara dengan mu, aku ingin membuat perhitungan denganmu!" terang Gian.


"Apa maksudnya?" Akira makin bingung mendengar ucapan Gian yang ingin membuat perhitungan dengannya.

__ADS_1


__ADS_2