
Akira mengambil jalan tengah agar mereka jangan mengkhawatirkannya.
Akira mengutarakan agar ayah ibunya bergantian pulangnya agar salah satu di antara mereka tetap bisa menemaninya di sana.
"Jangan khawatir kak Fira tidak seganas yang mama khawatirkan.
…..
Gian dan Erwin menatap Akira secara bersamaan ketika Akira bicara seperti itu, karena keduanya sudah tau apa yang terjadi yang dilakukan Shafira lebih ganas daripada kebetulannya.
Shafira lebih berbahaya karena punya niat licik menghancurkan hubungan Akira dan juga Gian.
Shafira bisa melakukan apapun demi untuk bisa mendapatkan Gian kembali, termasuk menghabisi nyawa Akira dan juga bayinya.
Karena Shafira bukan Shafira yang Akira kenal, semenjak ia berhubungan dengan lucky Akira berubah, menjadi lebih emosional, tamak, dan licik.
Padahal dulu Shafira tidak seperti itu, wataknya memang keras tapi di lebih feminim dan terlihat lembut, kalem.
Ya, memang Akira dan Shafira beda kepribadian mereka bertolak belakang soal ini, hubungan mereka pun sebagai kakak adik tidak cukup dekat, hanya bicara seperlunya saja jika ada yang penting.
Tapi sebagai seorang saudara mereka tetap saling peduli, meskipun tidak begitu akrab karena selama ini pun diantara keduanya tidak pernah terjadi masalah.
Sehingga terlihat akur dengan kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya yang tidak pernah membeda-bedakan keduanya meskipun mereka berbeda kepribadian.
…
Saat ini Akira memang sudah memiliki kecurigaan kepada Shafira, jika Shafira sedang memanfaatkan kondisinya, untuk mendapatkan perhatian dari semua orang khususnya dari Gian.
Tapi akira tidak menyangka jika Shafira bisa sangat licik untuk melancarkan rencana.
…
Perdebatan masih terjadi, karena Erwin masih menawarkan diri untuk menemani Akira.
Dengan alasan untuk mencegah kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi, Erwin memang sangat mengkhawatirkan Akira.
"Akira, mau tidak mau aku yang akan menemanimu jika Gian tidak bisa menemanimu, maaf aku tidak ingin mengambil resiko besar karena Shafira sedang depresi, bisa saja dia melakukan tindakan di luar dugaan, apalagi kamu sedang hamil sekarang." Tegas Erwin.
Gian memasang wajah yang sangat tidak suka, kepada Erwin, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena apa yang dikatakan oleh Erwin memang ada benarnya.
Akira sendiri tidak dapat menolak apa yang diucapkan oleh Erwin, tapi Akira juga merasa tidak enak hati kepada Gian yang merasa keberatan.
"Sialan, apa maksudnya Erwin bersikap seperti itu, aku tau niatnya baik, tapi cara penyampaiannya itu seperti tidak menghargai ku sebagai suami Akira." Gian bicara dalam hatinya.
Melihat suasana tegang di antara kedua putranya mama Nirmala mengambil siasat agar tidak terjadi perseteruan antara keduanya.
"Ya sudah Mama ikut Erwin dan akira kalau begitu." Mama Nirmala mengalah.
Raut wajah semua orang terlihat berubah ketika mendengar ucapan mama nirmala, urat wajah yang tadinya kencang seketika mengendur mencerminkan perasaan mereka.
Gian dan Akira terlihat lega, karena ada mama nirmala di antara akira dan erwin nantinya.
Akira tidak akan merasa canggung, begitu juga gian merasa ada batasan untuk erwin mendekati akira atau mencari kesempatan atau modus kepada akira.
Erwin juga terlihat santai karena merasa Gian tidak perlu salah paham lagi kepadanya.
….
Setelah mencapai kesepakatan dan nama nirmala yang menjadi penengah dari masalah tersebut.
Kini, semua sudah siap untuk berangkat dengan tujuan mereka masing-masing, awalnya Gian ingin mengantar akira dengan mobil pribadinya sendiri.
Namun mama nirmala melarangnya, "Kamu, tidak usah mengantar akira biarkan akira ikut bersama kami sekalian saja." cegah mama nirmala.
Akira yang hendak masuk kedalam mobil gian terhenti karena mama nirmala menghentikannya, lalu menatap wajah suaminya yang membukakan pintu mobil untuk akira, agar akira segera masuk kedalam mobilnya.
__ADS_1
Tapi karena mama nirmala menginginkan akira ikut bersamanya dan juga erwin, akhirnya gian mengalah, dan mengizinkan akira untuk ikut bersama mamanya dan juga kakaknya.
Akhirnya akira berpindah mobil, tapi sebelum itu akira mencium tangan suaminya terlebih dahulu lalu sang suami pulang mengecup kening sang istri.
"Hati-hati ya, jaga kesehatan dan keselamatanmu juga bayi kita." pesan gian sambil mengelus perut akira yang masih rata.
Akira mengangguk sambil tersenyum, lalu ia segera masuk kedalam mobil duduk bersebelahan dengan mertuanya di bangku penumpang, sedangkan erwin yang mengemudi mobilnya.
Gian masih menunggu kepergian mama, kakak dan juga istrinya, setelah mereka pergi dan hilang dari pandangannya barulah gian juga pergi untuk meeting.
Sedangkan papa Arga sudah berangkat sedari tadi lebih dulu dari semuanya.
…
Kini akira beserta mertua dan juga kakak iparnya sudah berada di rumah sakit.
Mereka berjalan menyusuri koridor rumah sakit, dan akhirnya sampai di depan ruang rawat Shafira.
Akira mengetuk pintu, tok … tok … tok …
"Assalamualaikum!" seru akira beserta yang lain memberi salam.
"Waalaikumsalam!" jawab orang-orang yang di dalam sana.
Kemudian akira segera masuk di ikut mertua dan kakak iparnya.
Ibu dan ayah langsung antusias menyambut kedatangan mereka.
"Akira besan!" seru ibu dan ayah.
Kemudian saling bersalaman dan cipika-cipiki.
Terlihat Shafira pun sudah terbangun namun masih terbaring di tempat tidur.
Akira menghampirinya, "Kak fira bagaimana kondisimu?" Akira ingin tau kabar kakaknya.
Ia malah menanyakan keberadaan gian, "Di mana gian, Mah?" Shafira mengacuhkan akira dan malah bertanya kepada mama nirmala yang posisinya sedikit jauh darinya.
Akira hanya menundukkan kepala, karena merasa di acuhkan, semua orang disana merasakan suasana yang tidak nyaman karena sikap shafira seperti itu.
"Gian ada meeting penting pagi ini, jadi saya dan erwin yang menemani akira kemari." jawab mama nirmala menjelaskan.
"Lalu kapan dia akan kesini?" tanya Shafira lagi, yang berharap sekali kedatangan gian di sana.
Kali ini erwin yang menjawab, "Entahlah … sepertinya akhir-akhir ini gian akan sangat sibuk karena sedang mengurus proyek barunya." tegas erwin agar Shafira tidak selalu berharap kedatangan gian di sana sebab itu akan sangat menyinggung perasaan Akira sebagai seorang istri gian.
Dan seperti rencana ibu dan ayah permisi pamit untuk pulang terlebih dahulu, untuk membersihkan diri dan berganti pakaian.
Sementara akira dan yang lainnya menunggu di sana.
Mama nirmala dan juga erwin tidak meninggalkan akira sebentar pun, mereka tetap duduk di sana menunggu sampai kedatangan besannya kembali ke rumah sakit.
Raut wajah shafira terlihat sangat bete, karena ia merasa kecewa Gian tidak datang menemuinya, padahal kemarin dia menemaninya, sampai ia terlelap tidur.
Shakira melirik ke arah akira dan timbul ide liciknya ingin memanas-manasi akira.
Shafira memang adiknya karena ingin berbicara dengannya, "Akira …."
"Iya …. " sahut akira, lalu mendekat.
"Ada apa, apa Kakak perlu sesuatu?" tanya akira memastikan.
"Tidak, aku hanya ingin bertanya." jawab Shafira.
Akira mengerutkan keningnya merasa curiga dengan pertanyaan yang akan shafira lontarkan kepadanya.
__ADS_1
"Iya, mau tanya apa?" lalu akira menimpali.
Dengan senyuman licik shafira berbicara, "Kamu, tau tidak? kemarin gian menemaniku sampai larut malam, sampai aku tertidur." Shafira mulai beraksi.
Akira sudah dapat mengerti apa maksud kakaknya.
Akira sudah siap dengan itu, dia berniat ingin mengimbangi permainannya.
'Ternyata apa yang dikatakan oleh Lisa itu benar, bahwa kakak ku ini berniat tidak baik.' akhirnya akira yakin dengan kecurangannya.
"Iya aku tau, kak Gian sudah menceritakannya kok." jawab akira sejujurnya.
"Apa dia juga cerita tentang apa yang terjadi antara kami kemarin?" Shafira sengaja ingin mengatakan hal memalukan antara dirinya dan gian kemarin.
Karena shafira pikir gian tidak akan berani mengatakan hal itu kepada akira, dan ia pikir inilah kesempatan baik baginya untuk mengatakan hal itu di hadapan semua orang.
"Iya, aku sudah tau itu, kak gian juga menceritakannya dan meminta maaf karena dia khilaf katanya, dia berjanji tidak akan mengulanginya lagi." terang akira, bicara dengan santainya.
Shafira tidak menyangka akira akan setenang itu ketika mendengar suaminya mencumbu mantan kekasihnya.
"Kamu tidak marah Akira?" tanya shafira memastikan sikap akira.
Akira tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Aku percaya kok sama suamiku, dia tidak akan melakukan hal itu, kalau tidak ada yang menggodanya duluan." ucap akira menyinggung shafira.
"Ooh jadi kamu pikir aku yang menggoda dia duluan." shafira mulai tersulut emosi.
Berkata dengan nada tinggi, membuat mama nirmala yang sedang asik ngobrol dengan erwin sambil memainkan handphonenya langsung fokus menatap ke arah akira dan shafira.
Dan memberi kode kepada erwin agar menghampiri mereka, dan jauhkan akira dari samping shafira.
Erwin segera bangkit dari tempat duduknya lalu menengahi akira dan juga shafira berdiri di antara keduanya.
"Ada apa shafira?" tanya erwin yang memang tidak begitu menyimak pembicaraan ke duanya.
"Dia telah menuduhku merayu suaminya." Shafira mulai berakting seakan dia orang yang terzalimi.
"Iya, itu menurut suamiku seperti itu, aku mana tau kejadiannya seperti apa." tegas akira menyangkal tuduhan shafira.
Mama nirmala jadi penasaran apa sebenarnya yang mereka bicarakan, sehingga ia pun bangkit dan menghampiri mereka.
"Ada apa ini, kenapa Shafira menangis?" mama nirmala penasaran.
"Hiks … hiks … akira menuduhku merayu suaminya mah." shafira semakin menjadi mencari simpati.
Akira sampai gelagapan menghadapi sikap kakaknya,
"Loh, kok kak fira bersikap seperti ini?" Akira sungguh tidak menyangkanya.
Mama nirmala makin bingung dibuatnya.
"Memang atas dasar apa Akira kamu menuduh orang penyakitan lemah tidak berdaya seperti shafira berbuat seperti itu?" Mama nirmala malah menekan kondisi shafar, seakan penuh ejekan.
Dan memang Shafira merasa mama nirmala sedang mengejeknya.
'Kurang ajar nenek tua ini malah ngata-ngatain aku lemah penyakit, awas aja nanti aku bakal buktiin kalau akulah sebenarnya yang paling kuat disini' batin shafira ngedumel sendiri.
Akira tidak diam begitu saja ia pun tidak mau terlihat lemah dan tertindas, Akira mengatakan yang sebenarnya.
"Bukan aku yang menuduhnya mah, kak gian yang mengatakan bahwa kak fira yang memintanya untuk menemaninya kemarin sampai larut malam." Akira sengaja tidak mengatakan tentang adegan intim antara gian dan shafira kepada mama nirmala.
Untuk menjaga perasaannya agar tidak kaget mendengar apa yang sebenarnya terjadi antara gian dan shafira.
....
__ADS_1
Siapakah yang akan mama nirmala bela, apakah Akira atau malah ia akan membela shafira dan termakan hasutan shafira?