
Usai olahraga panasnya di kamar mandi wajah gian dan akira nampak berseri-seri.
Keduanya kini tengah duduk di meja makan. mereka terlihat saling curi-curi pandang lalu sling tersenyum entah apa yang membuat mereka seperti itu. Membuat orang yang melihat mereka merasa bingung dengan kelakuan keduanya.
“Uhum… “ papa arga sampai berdehem melihat tingkah aneh akira dan gian.
Mama nirmala melirik kearah keduanya, karena mama Nirmala pun mersa aneh dengan tingkah putra dan menantunya.
“Kalian kenapa, apa ada yang lucu sehingga kalian bersikap aneh seperti itu?” tanya mama nirmala karena tida dapat menahan lagi rasa penasaran nya.
Gian dan Akira malah saling menatap. lalu tersenyum bersama dengan senyuman lebih ceria.
“Nah kan aneh." gumam mama Nirmala melihat Gian dan Akira makin cengengesan.
"Gak ada apa-apa kok mah, cuma tadi menantu mama ini imut banget, jadi kalau inget aku pengen ketawa." Gian mencari alasan.
Akira orang yang Gian maksud mengerutkan kening sambil mengerucutkan bibirnya, bertingkah seperti anak manja karena ia tidak terima Gian menjadikannya sebagai alasan yang membuat dia tersenyum-senyum tidak karuan.
"Bohong mah, anak mamah tuh memang aneh orangnya." Akira malah balik menuding Gian lah yang bersikap aneh.
"Kalian berdua memang aneh." seru papa Arga memutus perdebatan kecil di antara keduanya. Karena saling menuding yang jadi pemicu keanehan atas sikap mereka berdua.
Dan akhirnya Gian yang memangalah mengakui bahwa dirinya memang yang aneh.
"Iya, aku yang aneh, tapi kamu suka kan?" Gian malah menggoda Akira.
Akira malah tersipu malu, "Apaan sih…" Sahut Akira.
Mama Nirmala dan papa Arga hanya menggelengkan kepalanya melihat anak dan menantunya sepertinya nya sedang kasmaran.
Tapi hati mereka sangat senang melihatnya.
Mereka berdua sebagai orang tua turut berbahagia melihat Akira dan Gian bisa menemukan kebahagiaan mereka.
"Udah ayo sarapan dulu…!" Mama Nirmala menyuruh mereka untuk segera sarapan.
Karena Akira sudah sarapan ia hanya duduk menamani suaminya dan yang lain nya.
Namun mama nirmala menegurnya agar iya ikut sarapan.
__ADS_1
Meskipun akira sudah mengatakan bahwa ia sudah sarapan semua orang tetap memaksanya, terlebih gian yang menyodorkan sepiring buah-buahan yang telah ia kupaskan khusus untuk akira.
“Jangan menolak, makan ini.” perintah gian.
Akhirnya dengan terpaksa akira menerima sepiring buah-buahan yang di soadorkan suaminya untuk menghargi perhatian yang suaminya berikan kepadanya.
“Padahal kamu kan udah kasih aku sarapan tadi.” gerutu akira.
“Itu kan tadi, sekarang pasti kamu sudah laper lagi, lagian yang tadi itu buat kamu, kalau yang ini untuk bayi kita.” gian menyahuti gerutuan akira.
Mama Nirmala dan papa arga tersenyum melihat putra mereka yang biasa cuek kepada semua orang kini ia begitu perhatian kepada istri dan calon buah hatinya.
“Kamu memang harus banyak makan akira untuk memenuhi nutrisi yang dibutuhkan oleh cabag bayi.” mama nirmala pun ikut menyauti dan memberi nasehat.
Saat semu sedang berbincang dengan santai dan akrab penuh ke hangatan dan kecerian sebab di tambah ocehan dari sisil yang selalu mengundang gelak taua mereka.
Pada saat itu tiba-tiba ada orang yang datang menekan bel pintu, sehingga suara bel pintu itu mengalihkan perhatian mereka.
Namun salah satu ART segera berlari untuk membukakan pintu, lalu mempersilahkan orang yang datang untuk masuk.
Tamu langsung masuk dan langsung menaghampiri tuan rumah yang sedang berkumpul di ruang makan.
“Asalammualaikum semuanya…” sapa sang tamu semua segera menoleh kepada sember suara, mereka memang merasa sudah tidak asing lagi dengan suara itu, dan sudah bisa memastikan siapa sosok orang yang datang.
“Erwin…” seru mama Nirmala ketika melihat benar saja pemilik suara itu adalah erwin putra sulungnya.
Gian langsung bangkit dari tempat duduk nya untuk menyambut kedatangan kakaknya dari luar negeri dan baru tiba di rumah.
Namun tiba-tiba bukanya erwin yang menghambur pelukan melainkan ada sosok perempuan yang lari dari belakang tubuh erwin yang langsung menyambar tubuh gian dengan sebuah pelukan.
“Gian aku sangat merindukanmu.” gumamnya sambil memeluk erat tubuh gina.
Raut wajah akira dan yang lainnya langsung berubah menjadi muram yang awalnya nampak raut kebahagiaan penuh kecerian.
“Lepaskan aku shafira.” gian berusha menguri pelukan shafira, karena gian merasa risih dengan apa yang di lakukan oleh shafira.
Ya, sosok perempuan itu memang shafira, kini dia telah kembali ke tanah air sesuai rencananya.
Sebenarnya erwin akan mengantarkan nya untuk pulang kerumah kedua orang tuanya, tapi shafira bersi keras ingin menemui gian dan akira terlebih dahulu, dan dengan terpaksa erwin menurutinya.
__ADS_1
Karen kalau tida shafira tetap akan nekat melakukan apa yang ia ingin kan, ia akan tetap menemui gian dengan di antar oleh erwin ataupun ia harus datang sendiri.
Shafira begitu erat memeluk tubuh gian sehingga gian cukup kesulitan untuk melepaskan diri darinya, akhirnya erwin menarik pergelangan tangan shafira membantu gian untuk menjauhkan shafira dari gian.
“Tolong jaga sikapmu.” erwin mengingatkan shafira.
kemudian shafira menghampiri mama Nirmala dan berbas-basi kepadanya.
Tapi respon mama Nirmala begitu dingin kepadanya, karena mama Nirmala sudah bisa menebak bahwa kedatangan shafira hanya akan membawa dampak negatif dalam hubungan gian dengan akira.
“Aku kira kamu sudah tiada dari muka bumi ini.” ketus mama Nirmala.
Shafira langsung berekspresi sendu, dan beraksi memainkan dramanya seperti yang biasa ia lakukan di depan gian dan akira untuk menarik simpati gian dan akira.
“Iya mah, mungkin apa yang mama inginkan akan segera terjadi karena sekarang aku sedang mengidap penyakit yang sangat menyiksa ku dan ini ganjaran atas dosaku, yang telah menyakiti hati kalian.” panjang lebar shafira berkata seakan penuh penyesalan mengakui kesalahan nya.
Tapi apa yang ia lakukan tiadk dari lubuk hatinya, ia hanya bersandiwara.
Namun semua itu tiadak berpengaruh pada mama Nirmala dan juga papa arga.
Papa arga membuang muka melihat sandiwara yang sahfira minkan.
Mama Nirmala sendiri berdecak kesal. “CK, alasan.”
Beda halnya dengan akira yang mempercayai semua perkataan kakaknya dan memang bersimpati kepadanya.
Semu menyudahi acara sarapan pagi nya, babysitter sisil seger membawa sisil berangkat ke sekolah.
Sedangkan para orang dewsa berkumpul diruang keluarga untuk berbincang dengan erwin yang telah lama pergi dan kini baru kembli.
Mereka memilih untuk mengabaikan kehadiran shafira di sana karena menganggap kehadiran shafira di sana tidak penting.
Padahal dulu mama Nirmala selalu senang dan antusias jika shafira berkunjung ke rumahnya, tapi itu sebelum shafira mengecewak merek.
Shafira mengedarkan pandangn nya melihat semua orang yang disana tiadk satu pun ada yang perduli kepadanya, bahkan akira sendiri menghiraukan nya.
“Kurang ajar mereka semua, berani mempermainkan ku.” batin shafira kesal, lalu ia mencari cara untuk mendapatkan perhatian dari mereka.
Ya, lalu shafira pamit untuk pergi ke toilet, tapi ketika ia bangun dari tempat duduk nya shafira berakting pura pura pusing kunang-kunang dan hendak pingsan.
__ADS_1
Ya seketika itu semua perhatian mereka tertuju kepada shafira, terutama akira.
Ia langsung panik ketika melihat itu, “ Kak fira…” pekik akira.