
Akira tidak pernah membanggakan pernikahannya, jadi saat Tiara bica seperti itu memancing emosi Akira, ia tidak merasa tersinggung ataupun terpancing, karena akira sendiri tau Riza sangat mencintai nya, dan masih mengejar cintanya, Akira tidak merasa kepanasan saat Tiara mengatakan bahwa ia akan menggantikan posisi Akira di hati Riza
….
Saat itu Akira hanya sedang berdua saja dengan Sisil, karena Gian sedang mengambil mobil di parkiran, karena sebelumnya sopir pribadi Gian mendadak minta izin pulang karena istrinya akan melakukan.
Dan Gian mengizinkannya, lalu terpaksa Gian lah yang harus mengemudikan mobilnya sendiri.
Dan kebetulan saat itu, datang Riza menghampiri Tiara yang sedang berbincang dengan Akira.
Karena keluarga Riza dimintanya untuk menjemput Tiara disana oleh keluarganya.
Tapi ternyata Akira pun berada di sana, bahkan sedang berbincang dengan Tiara gadis yang sedang di jodohkan dengan nya oleh keluarganya.
"Akira...! Kamu disini?" Riza langsung menyapa Akira.
"Iya…!" jawab Akira tersenyum kaku, sesungguhnya Akira benci sekali situasi seperti itu, yang membuat dirinya serba salah.
"Akira... apa kabarmu?" tanya Riza lagi penuh kekhawatiran, karena Riza sudah tau Akira telah mengajukan pensiun dini.
"Alhamdulillah aku baik…!" jawab Akira Santai.
"Akira,,, kenapa harus pensiun dini… bukankah ini cita-cita mu, jangan bilang keadaanmu baik-baik saja, padahal kamu sangat tersiksa…!" Riza mendesak jawaban dari Akira.
Tapi Akira tetap berlaga tidak peduli dengan khawatir Riza, Akira ingin Riza menjauhi darinya, karena Akira merasa sudah sangat melukai perasaan Riza.
Dengan demikian Shakira ingin Riza, menikah dengan orang lain dan melupakannya, biar semua kesakitan, kegagalan kehancuran hanya dia yang merasakannya, Akira tidak ingin Riza ikut terlibat dan terluka lebih dalam lagi.
Melihat dan mendengar sikap Riza dan pertanyaan nya kepada Akira, Tiara begitu geram mendengarnya.
Karena Tiara merasa cemburu akan perhatian, Riza kepada Akira.
Bukan kah Riza kesana untuk menemuinya menjemputnya, tapi pada kenyataannya Riza malah bersikap cuek kepadanya. dan malah sangat mengkhawatirkan Akira.
"Za… itu bukan urusanmu…!" Tiara menepis semua pertanyaan Riza yang di tujukan kepada Akira, untuk mengalihkan perhatian Riza.
"Benar yang di katakan oleh Tiara, apa pun yang terjadi dalam hidupku saat ini bukan urusan mu." Akira malah berpihak kepada Tiara.
__ADS_1
Karena Akira tau, Tiara tidak suka Riza memberikan perhatiannya kepada Akira.
Tidak lama Gian datang dengan mobil mewahnya, Gian begitu kesal melihat Riza sedang bersama Akira juga Sisil.
"Sial*an ngapain sih tuh orang selalu ada di mana-mana." Gian merasa risih dengan kehadiran Riza disana.
Gian langsung turun dari mobilnya dan menghampiri Akira dan juga Sisil.
"Ayo sayang kita pulang sekarang!" ucap Gian tanpa mempedulikan kehadiran Riza dan Tiara disana.
Gian langsung menggendong Sisil dan menggenggam tangan Akira, lalu menuntun nya untuk segera pergi dari sana.
"Hey,,, kenapa anda tidak punya sopan santun sama sekali.!" Riza menahan langkah Gian dengan menegurnya.
"Maaf ada urusan apa ya anda dengan saya?" Gian berlaga tidak tau apa-apa dan memang tidak peduli, dengan kehadiran Riza dan apa urusannya.
"Anda bisa lihatkan saya sedang bicara dengan Akira, bisa tidak anda menghargai orang?" Riza kesal karena tidak dianggap oleh Gian.
"Akira istri saya, jadi terserah saya mau ngapain, lagi pula tidak ada lagi perlu di bicarakan dengan anda, semua sudah jelas, saya malah pusing melihat pengganggu seperti anda ini." tegas Gian.
"Jika anda lelaki gentle, tidak usah mengejar cinta istri orang, buktikan anda hebat dan bisa move on, dengan menikah besama wanita lain." Ucap Gian lagi seakan menantang Riza.
Perdebatan makin panas, jika dibiarkan kemungkinan akan terjadinya pertengkaran, Akira mengambil jalan tengah untuk menyudahi perdebatan antara Riza dan Gian.
Akira segera mengajak Gian untuk segera pulang, dengan mengatakan Sisil sudah kelelahan dan butuh untuk istirahat.
Dan ini berhasil mengalihkan perhatian Gian dan mengiyakan ucapan Akira, lalu segera menarik tangan Akira untuk segera pergi dari sana.
Sisil Duduk di kursi penumpang yaitu di belakang, dan ketika itu Akira pun ikut duduk bersama Akira.
Tapi saat Gian hendak melajukan mobil nya Gian baru menyadari, dirinya duduk di kursi pengemudi, dan duduk di depan seorang diri, ia berpikir dirinya seperti seorang sopir.
"Kenapa om? Ayo jalan!" Seru Sisil karena Gian belum melajukan mobilnya sedangkan dirinya dan semua sudah siap untuk pulang
"Tunggu…! Apa-apa ini, kenapa saya harus duduk di depan seperti seorang sopir." ucap Gian menyadari posisinya.
Gian langsung menoleh kebelakang, dan menatap Akira dengan beratap penuh isyarat.
__ADS_1
Sehingga Akira mengerti dengan apa maksud Gian, yang meminta Akira untuk pindah duduk ke depan.
"Sisil sayang,,, katanya om duduk di depan sendiri kaya supir pribadi kita, om gak mau itu, makanya salah satu di antara kita harus pindah ke depan, Sisil mau duduk di depan bersama om?" Akira menegaskan.
Tentu saja Sisil mengerti dengan maksud ucapan Akira, lalu Sisil menggelengkan kepalanya.
"Sisil di sini saja anteu, anteu saja yang pindah duduk di depan. " pinta Sisil.
"Ck… Halah…!" Akira berdecak kesal, karena ia yang harus berpindah duduk di depan, padahal ia sudah sangat nyaman dengan posisinya saat itu.
Dan dengan malasnya Akira membuka pintu keluar dari mobil untuk duduk pindah ke depan.
Sedangkan Riza masih memperhatikan mereka.
"Aku tau kamu sangat tersiksa dengan pernikahan mu yang tanpa cinta itu, andai kamu mau jujur dan berpihak kepada cinta kita, tidak seperti ini, kita bisa perjuangkan cinta kita sama-sama, mungkin aku bisa membantumu Akira." Batin Riza yang menetap mobil Gian dari kejauhan.
Tiara tau Riza masih memperhatikan Akira dan memikirkan tentang Akira.
Tiara langsung menegur Riza untuk segera membawanya pulang, Tiara menyentuh tangan Riza untuk mengalihkan perhatian Riza.
"Za,,, ayu kita segera pulang!" ajak Tiara.
Riza sampai Tersentak dengan sentuhan Tiara yang mengejutkan nya.
"A- ayo… iya ayo!" Riza sampai gugup.
Lalu Riza pun segera melajukan mobilnya, setelah Gian dan Akira yang lebih dulu pergi dari sana.
…
Sedangkan di perjalanan antara Gian dan Akira hanya ada keheningan kehangatan yang baru saja terjadi antara Gian dan Akira kembali dingin dan kaku.
Sisil begitu bingung melihat perubahan sikap om dan tanteu nya.
Kemudian Sisil mulai mencari cara, membuka percakapan di antara mereka.
Sisil membahas tentang perjalanan mereka nanti saat berlibur keluar negeri, sebagai hadiah perlombaan yang mereka menangkan.
__ADS_1
"Om… Anteu…! Sebenarnya kenegri mana liburan kita nanti?" Tanya Sisil.
Gian dan Akira secara spontan saling menatap ketika mendengar pertanyaan Sisil karena mereka melupakan hal itu.