
Saat Dokter melihat kondisi Mila, ia tidak lupa mengambil gambar untuk ia jadikan bukti atas apa yang terjadi kepada Mila.
Karena Dokter itu curiga Mila telah mengalami penganiayaan, saat itu juga ia melaporkan tentang kejadian yang menimpa Mila kepada pihak yang berwajib agar mereka menyelidiki kasus itu.
Sementara dirinya akan fokus mengurus kondisi Mila yang mengenaskan saat ini.
Sesampainya di rumah sakit Mila segera dibawa ke ruangan IGD untuk mendapatkan penanganan.
Dan dokter itu hanya mengetahui mama Nirmala orang yang terdekat dengan Mila. Maka, sebagai orang terdekat Mila dokter menghubungi Mama Nirmala untuk memberi tahu tentang kondisinya.
Mama Nirmala sedikit terkejut ketika mendengar berita tentang Mila, sebab baru saja kemarin malam ia bertemu dengan Mila dan kondisinya baik-baik saja.
Sebenarnya Mama Nirmala sudah tidak ingin ada urusan apapun dengan Mila, tapi demi rasa kemanusiaan mama Nirmala mengajak Akira untuk menjenguk Mila.
Di sore hari, lebih tepatnya selepas magrib mama Nirmala dan Akira tiba di rumah sakit untuk menjenguk Mila, sesuai rencana Mama Nirmala di antar oleh Gian.
Karena kebetulan hari itu Gian tidak berangkat bekerja ia seharian menghabiskan waktunya bersama Akira dan putranya.
Saat ini Mila sudah di pindahkan di ruangan rawat inap, tapi kondisinya masih mengenaskan, masih banyak luka di sekujur tubuhnya, hanya saja ia sudah lebih baik, ia sudah sadar dan sudah bisa bercerita.
Karena saat mama Nirmala dan Akira menyambangi Mila di ruangan rawat inapnya mereka melihat Mila sedang di introgasi oleh polisi untuk meminta keterangan tentang kasus yang Mila alami.
Mila menceritakan semua kejadiannya, bahwa Jimi lah yang telah membabi buta menyiksanya, karena ia telah menyerahkan putranya kepada keluarga Mahendra.
Tapi disini Mila membela keluarga Mahendra, setelah kejadian itu, ia tetap ingin anaknya di rawat oleh keluarga Mahendra, sebab menurut Mila bersama keluarga Mahendra anaknya akan aman, dan terawat.
Kebetulan Mama Nirmala dan Akira sedang berada di sana sebagai perwakilan dari keluarga Mahendra, maka polisi sekalian mengintrogasi mereka menanyakan kebenaran tentang pernyataan Mila.
Iya, mama Nirmala membenarkan bahwa Mila telah menyerahkan anaknya kepada mereka dan untuk mereka rawat.
Kini Jimi menjadi tersangka utama dalam kasus ini, polisi pun memburu Jimi saat ini.
__ADS_1
Mila berpesan kepada Mama Nirmala dan juga Akira agar merawat anaknya, karena ia lebih percaya kepada mereka dibanding kan percaya kepada keluarganya sendiri.
Setelah itu Mama Nirmala dan Akira kembali pulang karena jam besuk pun sudah berakhir.
…
Di tengah malam, Jimi datang mengendap-endap menemui Mila dengan menyam sebagai petugas rumah sakit, karena kini ia telah jadi buronan sehingga membuatnya sulit untuk beraktivitas.
Entah mengapa kebencian Jimi semakin bertambah kepada Mila karenanya kini ia terseret dalam kasus yang sangat berat, sehingga dirinya harus menjadi buronan.
Ketika itu Jimi berhasil masuk kedalam ruangan rawat inap Mila.
Mila yang sedang terlelap terbangun karena merasakan adanya pergerakan orang di sekitarnya.
Saat Mila membuka matanya ia sungguh terkejut meliha sosok Jimi sedang berada di sampingnya.
Jimi tersenyum kecut menyambut Mila yang baru saja terbang, "Selamat malam sayang …!" sapa Jimi.
Namun dengan gerakan cepat dan dengan gerakan refleks Jimi malah membekap mulut dan hidung Mila, agar Mila jangan sampai mengeluarkan suara dan tidak membuat orang lain curiga.
Tapi karena perlakuan Jimi yang seperti itu, Mila semakin takut dan semakin memberontak, tentu saja Jimi pun semakin kuat membekap mulut dan hidung Mila, karena itu Mila kesulitan untuk bernafas dan akhirnya ia ke habisan nafas lalu menghembuskan nafas terakhirnya di malam itu di tangan Jimi kekasihnya sendiri.
Padahal sesungguhnya Jimi tidak ada niatan untuk membunuh Mila ia sebenarnya hanya ingin berbicara kepada Mila, meminta maaf atas perbuatannya lalu ia ingin membujuk Mila agar mencabut laporannya.
Tapi karena reaksi dari Mila itu sendiri membuatnya panik dan akhirnya ia membekapnya dengan tujuan membungkam mulut Mila.
Tapi pada kenyataannya ia salah strategi, dan malah membuat nyawa Mila melayang di tangannya.
Awalnya Jimi tidak menyadari jika nyawa Mila sudah tidak, karena saat memberontak Mila sempat kejang, tapi Jimi pikir hanya gerakan pemberontakan dari Mila, padahal saat itu Mila sedang sekarat kehabisan nafas lalu tubuhnya melemas saat nyawanya sudah melayang.
Saat tubuh Mila melemas barulah Jimi merasa ada yang tidak beres dengan Mila, tapi tetap saja Jimi tidak menyangka Mila mati di tangannya.
__ADS_1
Jimi pikir Mila hanya sedang bersandiwara pura-pura pingsan agar dia melepaskan bekapannya. Namun, saat perlahan ia melepaskan bekapannya, Mila sama sekali tidak bergerak.
Dan itu membuat Jimi curiga, bahwa Mila tidak sedang bersandiwara. Jimi mengoyak tubuh Mila yang sudah terkulai, sambil menyebutkan namanya.
"Mila, ayo bangun Mila, jangan bersandiwara." ucap Jimi merasa semua hanya lah main-main saja.
Namun Mila tidak meresponnya, Jimi merasa cemas dan curiga ia mengecek pernapasannya, denyut nadi dan detak jantungnya tapi Jimi sama sekali tidak dapat merasakan hal itu semua.
Barulah Jimi menyadari bahwa Mila telah tewas di tangannya, Jimi sangat syok dengan kejadian itu, ia malah berteriak memanggil tim medis meminta mereka untuk menghidupkan Mila kembali.
Tapi itu semua hal yang sangat mustahil, hanya keajaiban dari sang maha kuasa yang dapat menghidupkan Mila kembali.
Polisi yang sedang berjaga di sekitar ruangan Mila segera mengamankan Jimi lalu menyeretnya ke kantor polisi kemudian mengurungnya di dalam jeruji besi.
…
Akira dan Mama Nirmala merasa tidak percaya ketika mendapat kabar Mila telah meninggal, padahal waktu mereka menjenguknya Mila terlihat tegar, tidak lemah, atau kondisinya tidak mengkhawatirkan.
Mama Nirmala memberi kabar duka itu kepada keluarga Mila, karena walau bagaimanapun mereka yang lebih berhak atas Mila, dan keluarganya yang akan mengurus pemakaman Mila.
Pagi hari, jasad Mila sudah berada di rumah duka ya itu di rumah ayahnya, keluarga Mahendra datang untuk melayat sebagai ungkapan turut belasungkawa atas ke pergian Mila.
Mereka juga membawa turut serta anak Mila bersama mereka agar anak itu bisa melihat jasad ibunya untuk terakhir kalinya.
Anak itu memang belum mengerti tentang apapun, tapi saat Akira sengaja mendekatkan anak itu kepada jasad Mila dan menciumkannya ke pipi Mila, anak itu menangis ia seakan merasakan kesedihan ditinggalkan selamanya oleh wanita yang telah melahirkannya dan yang telah berjuang keras untuknya.
Di sana polisi membeberkan bukti CCTV yang sengaja polisi pasang di ruangan Mila saat itu untuk memata-matai Jimi. Namun, saat petugas yang berjaga lengah Jimi melancarkan aksinya, sehingga terjadilah insiden yang menewaskan Mila.
Dan akhirnya keluarga Mila dan keluarga Mahendra tau bahwa kematian Mila memang telah di bunuh oleh Jimi, ayah dari bayinya.
Dan kini Jimi diancam hukuman seumur hidup atas kasus penganiayaan dan pembunuhan.
__ADS_1