
Di dalam mobil, Akira tetap diam tidak berkomentar sedikit pun tentang kebenaran yang baru saja ia dengar dari mulut Mila.
Gian tidak segera melajukan mobilnya, ia juga diam, lalu ia menatap kearah wajah Akira, yang terlihat datar tanpa ekspresi.
Gian tidak tahu, Akira merasakan pesanan apa saat ini kepadanya, tapi Gian tau Akira pasti sangat kecewa kepadanya.
Tapi dalam benaknya Akira berpikir, ia memang merasakan rasa kecewa, dan merasa sakit hati karena cemburu.
"Ternyata sakit sekali rasanya mengetahui pasangan yang kita cintai telah menduakan kita, apapun alasannya." Pikir Akira
"Gian juga pasti merasakan apa yang aku rasakan saat ini, ketika ia tahu diriku telah menikah dengan Riza."
"Tapi dia, bisa menerimaku apa adanya, dia tetap mencintaiku, meskipun aku belum bisa melayaninya sebagai seorang istri di atas ranjang dia tetap sabar kepadaku." Akira terus membatin, mempertanyakan perasaan dan sikap Gian kepadanya.
"Tapi, kenapa aku tidak bisa sepertinya, hatiku sangat sakit luar biasa sakitnya, dan rasanya aku tidak mampu bersikap sepertinya." Akira ragu kepada dirinya sendiri karena rasa sakit yang ia rasakan, ketika ia tahu cintanya diduakan.
Gian menatap wajah istrinya, lalu ingin meyakinkannya.
"Sayang percayalah kepadaku, ucapan Mila tidak sepenuhnya benar, aku bisa jelaskan semuanya." Ucap Gian.
__ADS_1
Akira hanya tersenyum kaku merespon suaminya, karena ia sendiri bingung harus bersikap seperti apa.
"Aku tau kamu pasti kecewa padaku, tapi percayalah cintaku hanya untukmu." Gian berusaha meyakinkan istrinya. Jika masalah cinta Gian, Akira tidak meragukannya lagi.
Ia sudah percaya sepenuhnya jika Gian hanya mencintainya. Karena itu Akira bisa tersenyum tulus.
"Iya, aku percaya kepadamu." Kemudian ucap Akira sambil tersenyum, untuk menutupi kekacauan di hatinya.
Tapi Akira berusaha untuk berdamai dengan keadaan, Akira berusaha mengimbangi Gian, untuk terlihat biasa saja.
…
Malam hari menjelang, saat semua keluarga sedang berbincang bersama di ruang keluarga tiba-tiba Mila datang membawa putranya, membuat semua orang terkejut dengan kedatangannya.
"Ada apa kamu datang ke sini?" ketus Mama Nirmala karena ia tahu kedatangannya pasti akan membuat onar.
Seperti biasa Mila memang punya niat terselubung, tapi ia tetap berbasa-basi dengan santainya.
"Santai mah, jangan terburu-buru," sahut Mila.
__ADS_1
"Tidak usah basa-basi Mila, katakan saja, dan segera pergilah dari sini." Mama Nirmala sudah sangat muak melihatnya.
Tapi Mila masih tetap santai, menanggapinya.
Sesungguhnya mama Nirmala merasa cemas, ia takut Mila akan merusak hubungan Akira dan Gian yang baru saja kembali membina rumah tangga.
Dan memang begitulah tujuan Mila ia ingin merusak hubungan Gian dan Akira.
"Aku ingin menyerahkan putraku, kepada kalian, untuk kalian asuh dan kalian didik sesuai janji Mama Nirmala."
Mama Nirmala memang pernah menawarkan agar Mila menyerahkan anaknya agar Mila tidak terus menerus menjadikan anaknya sebagai alasan untuk mengusir kehidupan mereka.
Tapi saat itu Mila tidak mengiyakannya, karena Gian membeberkan kebenaran tentang anak itu yang memang bukan darah dagingnya, dari tes DNA.
Mila merasa malu dengan kebohongannya, tapi Mila memohon agar tidak memperkarakannya demi putrinya yang tidak memiliki siapapun selain darinya.
Tapi kini ia malah datang dan ingin memberikan putranya, dengan tujuan memanas manasi Akira.
Awalnya Akira memang terpancing oleh permainan Mila, tapi setelah melihat dan merasakan sikap Gian dan keluarganya yang begitu tulus kepadanya.
__ADS_1
Akira berusaha untuk tetap tenang melihat semua bukti yang mama Nirmala beberkan kepadanya tentang kebohongan Mila.
Tapi Mila tetap menyangkal semua bukti-bukti yang telah terbukti kebenarannya.