Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 61


__ADS_3

Seminggu berlalu…


Kehidupan Akira penuh cinta, kasih sayang dari orang-orang di sekitarnya.


Terutama Gian yang memperlakukannya seperti ratu di rumah itu.


Semenjak tau dirinya hamil Akira memang mengurangi aktivitasnya, sebab ia sering merasa lelah dan letih, karena itu Gian juga sangat memanjakannya.


Seperti pagi ini, ketika Akira terbangun dari tidurnya.


Akira melihat Gian duduk di sampingnya dengan penampilan yang  sudah rapinya.


Akira langsung hendak bangkit dari posisi tidurnya.


"Ya tuhan, aku kesiangan" gumam Akira, tpi Gian segera menahan pergerakan Akira agar tetap dalam posisi tidurnya.


"Tidak usah tergesa-gesa, tidurlah saja dulu, Santai aja." ucap Gian.


"Tapi aku harus bangun dan menemani mu untuk sarapan." Akira ingin melakukan kebiasaan yang sudah bisa ia lakukan.


"Hari ini biar aku yang melayanimu…" ternyata Gian sudah menyiapkan segelas susu hangat, dan roti tawar berisi selai coklat kacang kesukaan Akira.


Gian membantu membangun kan Akira untuk merubah posisi tidurnya ke posisi duduk.


Gian membuktikan semua ucapannya tempo hari bahwa ia sangat mencintai Akira, dengan sikap manisnya.


Ia memperlakukan akira dengan sangat baik, penuh perhatian dan kasih sayang.


Sehingga pagi ini terasa begitu indah bagi akira.


Sampai wajah akira terlihat berseri-seri karenanya, wajahnya merah merona, bibir nya selalu mengulum senyum akira namak sangat bahagia.


“Sayang makan yang banyak ya, untuk mu dan juga untuk bayi kita.” gian selalu berpesan untuk kesehatan akira dan juga bayi mereka.


Setelah selesai menyantap menu sarapan nya, akira berniat ingin membersihkan dirinya.


Saat Akira hendak bangkit menuju kamar mandi  gian menghentikannya.


“Tunggu kamu mau kemana?” tanya gian yang tak mengizinkan akira bangkit sendiri dari tempat tidurnya.


“Aku mau kekamar mandi untuk membersihkan diriku.” jawab akira.


“Stop jangan bergerak.” seru gian 


Sontak akira segera mengangkat tangannya, dan tidak bergerak sama sekali.


Akira merasa seperti seorang penjahat yang sedang tertangkap basah oleh pihak berwajib. 

__ADS_1


Dan tanpa aba-aba lagi gian segera membopong tubuh akira dan membawanya ke kamar mandi.


Gian juga berniat untuk memandikan akira, tapi akira beri keras menolak nya.


“Aku mohon jangan lakukan ini biarkan ku melakukan nya sendiri, aku masih sanggup untuk itu. karena aku bukan orang jompo, aku hanya seorang ibu hamil, yang harus banyak bergerak juga namun harus dibatasi.” panjang lebar akira memberi penjelaasan kepada suaminya. agar ia mengerti.


Karena akira bersi keraas menolak apa yang akan gian lakukan kepada nya.


Akhirnya gian mengalah, ”Oke jika begitu sebenarnya aku tau mengapa kamu menolak ku memandikan mu.” gian mencoba menebak isi hati akira.


“Apa…?” tanya akira penasaran karena gian sengaja memotong kalimat nya.


“Kamu taakut aku minta jatah kan?” pikirran gian menuju ke arah adegan panas.


Akira mengerutkan kening ketika mendengarnya, sebab akira tida memiliki pemikiran seperti itu, akira malah takut gian akan basah jika memandikan nya sebab gian sudah rapi dan siap untuk berngkat kekantor.


Tapi akira hanya bereaksi menggelengkan kepalanya, sebagai isyarat bahwa apa  yang di pikirkan oleh suaminya itu tidak benar.


Gian malah tidak percaya, “Alah ngaku aja deh gak perlu sungkan.” ucapan gian membuat akira semakin tidak mengerti dengan pemikiran suaminya.


“Apa sebenarnya yang kamu pikirkan?” tanya akira.


Gian malah terkekeh sendiri, “Ya itu anu… sebenarnya kamu pengen anu kan?” gian malah menggoda akira dengan mengatakan bahwa akira lah yang menginginkan hal tersebut.


Jelas akira menyangkal nya. ”Apaan… kamu kali yang pengen.” sergah akira balik menuding gian.


wajah gian terlihat memerah karena merasa malu kepada akira, karena Akira dapat menebak apa yang ia inginkan.


Akira merangkul leher gian dan mengalungkan kedu tangan nya di leher suaminya mendekat kan wajah nya di wajah suami nya.


Lalu akira mengecup sekilas bibir suaminya. gian hanya diam dia tidak menyangka akira bisa melakukan hal itu memulai nya duluan.


Tentu saja gian tidak menyianyiakak kesempatan itu.


Gian segera membalasnya,m e l u m a ttt habis bibir manis istrinya yang terasa kenyal dan membuat nya candu.


kini bibir mereka saling bertautan semakin lama semakin dalam, gian mulai liar dengan nafas yang bergemuruh memainkan lidah nya bermain beradu saling membalas.


Akira mulai kehabisan nafas ia sampai ngos-ngosan karena sesak, Gian menyadarinya lalu Gian berpindah mengecup bagian leher Akira dan meninggalkan beberapa jejak tanda merah di sana, dan saat Gian melakukan hal itu Akira sampai merem - melek karena begitu menikmati permainan Gian.


Akira tidak dapat menolak apa yang diinginkan suaminya dan apa yang dilakukan oleh suaminya atas dirinya.


Tapi Akira bisa mengimbangi setelah permainan suaminya, sehingga Gian menjadi semakin bersemangat.


Sementara bibir Gian bermain  di bagian leher akira, sementara itu tangan Gian  bermain di bagian dada Akira memegangi gunung kembar Akira yang terasa hangat dan kenyal.


Gian meremasnya perlahan membuat akira merintih kegelian.

__ADS_1


"Sssst aah…" suara ******* yang berhasil keluar dari bibir Akira membuat Gian makin menggila.


Dan bukan sekali atau dua kali Akira mengeluarkan suara desah itu, tapi berulang kali


Gairah b i r a h iii Gian terus memacunya untuk menuntunya lebih dari itu.


Sehingga ia mulai memainkan bibirnya lidahnya di gunung kembar yang awalnya ia remas.


Kini bibir nya m l u m a ttt habis bagian itu, membuat Akira makin merintih, dan mendesah.


"Ssstt…. Aw…!" 


Sedangkan tangan Gian mulai bermain di bagian bawah Akira.


Gian *******-***** bokong Akira lalu berpindah meraba bagian lebah basah milik Akira.


Akira sungguh tak bisa menahan lenguhannya yang awalnya berusaha ia tahan kini pecah bergema di ruang itu.


Menambah suasana semakin bergairah dan memanas.


Gian sudah berhasil melucuti semua pakaian yang menempel di tubuh mereka.


Kini Gian siap menancapkan tombak tumpul milik nya di lembah basah Akira dengan leluasa, karena Akira sudah pasrah tak berdaya.


Perlahan tapi pasti tombak tumpul di tancapkan di lebah basah, meskipun tumpul tapi cukup membuat Akira menjerit dan merintih kenikmatan.


Meskipun ini bukan yang pertama tapi cukup terasa sakit bagi Akira. Sehingga ia sedikit mengaduh dan mengeluarkan air mata karenanya.


"Apa masih sakit sayang?" tanya gimana setelah seluruh bagian tombak tumpulnya masuk sempurna di lembah basah Akira.


Akira hanya mengangguk.


"Tahan ya sayang… ini hanya sebentar kok sakitnya." 


Akira kembali menganggukkan kepalanya.


"Aku mulai ya sayang!" Gian memberi aba-aba saat akan menggoyangkan pinggulnya.


Akira tidak mampu menjawab setiap ucapan Gian dengan kata-kata, ia hanya bisa pasrah dan menganggukkan kepalanya.


Perlahan Gian mulai melakukan gerakan menggoyangkan pinggulnya dengan gerakan turun naik.


Tubuh Akira terasa menegang ia menahan rasa perih di bagian bawah sana. Hingga perlahan rasa itu hilang dengan sendirinya.


Tubuh Akira terasa rileks dan ia mulai menikmati pergerakan Gian.


Gian bisa merasakan hal itu dan ingin mempercepat gerakannya, tapi  sebelum itu ia meminta izin terlebih dahulu "Aku percepatan ya sayang…" 

__ADS_1


Akira hanya bisa mengangguk sedari tadi, tidak menunggu waktu lama lagi setelah mendapat respon iya dari Akira, Gian langsung mempercepat gerakannya.


Mereka berdua benar-benar menikmati permainannya, melenguh, merintih dan mendesah secara bersamaan, saling menimpali sehingga mencapai puncak kenikmatan masing-masing secara bersamaan…...


__ADS_2