Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 46


__ADS_3

Tiada yang bisa menghentikan waktu, karena waktu akan tetap berjalan seperti apapun keadaannya.


Maka dari itu  manusia harus bisa memanfaatkan dengan baik, bangkitlah ketika terjatuh, berusaha tetap semangat ketika sedang terpuruk.


Karena kehidupan akan tetap berjalan, Jangan selalu mengingat masa lalu yang hanya membuatmu berada dalam keterpurukan.


….


Hampir seminggu rombongan Gian berada di negara Jepang yang terkenal dengan negeri sakura.


Sudah banyak tempat wisata yang mereka kunjungi.


Walaupun hanya sekedar melihat lihat saja, karena sudah banyak juga barang-barang yang mereka beli sebagai buah tangan untuk orang-orang terkasih di tanah air.


Hari ini, hari terakhir mereka berada di sana mereka sedang berkunjung di wahana bermain Tokyo Disneyland di jepang.


Disneyland menjadi salah satu wahana di jepang yang jangan sampai terlewatkan jika berlibur ke negeri tersebut.


Disana bisa menikmati berbagai wahana permainan dengan tema film-film yang diproduksi Walt Disney.


Karena wisata ini selalu ramai di kunjungi wisatawan dari berbagai negara.


Tokyo Disneyland terbagi tujuh area utama diantaranya yaitu world bazaar, Tomorrowland, toontown, Adventureland, westernland, critter country dan fantasyland. Masing-masing zona memiliki ciri khas tersendiri.


Sisil memilih toontown karena zone ini adalah zona paling cocok untuk anak-anak.


Sisil bisa bermain di dunia para kartun Disney.


Sisil bisa berkunjung ke rumah Mickey mouse, atau bermain di perahu Donald duck.


Sisil terlihat sangat antusias dan bahagia, para orang dewasa bergantian menemani Sisil bermain.


Terutama Erwin yang tidak ingin melewatkan momen tersebut, apalagi ini hari terakhir sebelum besok mereka kembali ke tanah air.


Saat itu, Akira merasa sangat lelah ia duduk di salah satu sudut di tempat itu untuk beristirahat sejenak sambil menunggu Sisil bermain bersama papinya di dampingi babysitternya.


Gian selalu menemani Akira, karena Gian tidak mau jauh - jauh dari Akira Gian juga selalu menggoda Akira.


Membuat suasana semakin menyenangkan bagi Akira, sebab Akira sudah mulai terbiasa dengan sikap manis Gian kepadanya.


"Sayang kamu tunggu disini sebentar, aku akan carikan minum dulu untuk mu." Instruksi Gian, kemudian Gian pergi meninggalkan Akira sendirian.


Saat Akira sedang duduk melihat keramaian di tempat itu, tiba-tiba saja pandangannya menangkap sosok seorang yang tidak asing baginya. Sosok perempuan yang selama ini ia cari.


Akira mengerutkan kening nya, Lalu menajamkan pandangannya, ia berusaha meyakinkan dirinya, bahwa wanita itu benar-benar orang yang ia kenal bahkan ia cari selama ini.


Setelah Akira benar-benar merasa yakin dengan pandangannya Akira bergumam, "Kak Shafira… itu benar kak Shafira."

__ADS_1


Lalu Akira bangkit dari tempat duduknya dan menghampirinya, dan menegurnya.


"Kak Shafira!" seru Akira.


Shafira langsung berbalik melihat orang yang menyebut namanya, dan suaranya tidak asing lagi di telinganya.


Saat Shafira berbalik dan ia melihat ternyata adiknya lah yang menyerukan namanya.


Ia begitu terkejut dan syok, Shafira tidak menyangka bisa bertemu dengan Shakira di sana.


"Akira…" gumam Shafira, dengan ekspresi wajah terkejut, matanya membulat dan dengan mulut ternganga.


"Ternyata kamu di sini kak." kemudian lanjut Akira.


Shafira menundukkan pandangannya ketika akira berkata lagi.


Shafira terlihat berusaha mengendalikan dirinya, berusaha bersikap setenang mungkin.


Lalu ia menjawab, "Ia aku di sini." Dengan ekspresi wajah yang sedikit lebih santai.


"Kamu juga di sini?" Shafira balik bertanya.


"Ia aku disini dengan calon suami mu, yang sekarang jadi suamiku." Terang Akira, bicara dengan nada penuh penekanan.


Membuat Shafira, gugup menyadari apa yang telah ia lakukan ( Kabur di hari pernikahannya bersama Gian).


"I-iya." sahut Shafira spontan dan sangat gugup.


"Iya, memang itu yang harus kamu lakukan kak." Akira menuntut penjelasan.


Tapi tiba-tiba terdengar kata, "Tidak usah."


Seketika itu Akira dan Shafira berbalik melihat ke arah sumber suara.


"Gian…" gumam Shafira.


Karena orang yang berucap memang Gian lah orangnya.


Ternyata Gian telah melihat kebersamaan Akira bersama Shafira, lalu ia mendekat ke arah mereka berdua dengan mendengar apa yang mereka ucapkan.


Sebab itulah Gian ikut menimpali ucapan mereka berdua.


"Kamu tidak perlu repot-repot memberikan penjelasan apapun, karena semua telah terjadi, dan sekarang aku sudah bahagia bersama Akira karena aku sudah menyadari perasaan ku kepada mu bukanlah perasaan cinta, melainkan aku hanya terobsesi kepadamu." terang Gian.


"Setelah hidup bersama Akira, aku baru menyadari perasaan cinta yang sesungguhnya, ternyata Akira lah cintaku bahkan aku sangat mencintainya." Lanjut Gian menegaskan.


Entah mengapa hati Shafira begitu sakit mendengar pengakuan dari Gian mengenai perasaannya.

__ADS_1


Shafira merasa tidak rela jika Gian tidak lagi mencintainya dan malah mencintai Akira adiknya sendiri.


"Semudah itu kamu melupakan ku, dan berpaling dari ku." ucap Shafira sendu.


"Atas dasar apa kamu berucap seperti itu!" Emosi Gian mulai memuncak.


Akira mengengam tangan Gian, untuk meredam emosinya seperti yang selalu Akira lakukan untuk meredam emosi Gian.


"Sayang… sebaiknya kita cari tempat untuk berbicara, agar lebih tenang dan leluasa." Saran Akira.


Gian menatap Akira, dan sedikit mengangguk sebagai isyarat menyetujui saran darinya.


Kemudian Akira pun mengajak kakak nya untuk mencari tempat yang lebih tenang.


Mereka pergi dari sana untuk mencari tempat yang lebih tenang jauh dari keramaian.


Tapi sebelum itu Gian menghubungi Erwin yang sedang asik bermain bersama putrinya, memberitahunya bahwa ia dan Akira sudah pergi dari tempat dimana Erwin dan sisil berada saat ini.


Agar Erwin atau Sisil tidak mencari-cari keberadaan mereka berdua.


"Oke." jawab Erwin mengerti, dan kemudian menjelaskan kepada sisil bahwa Akira dan Gian sedang ada urusan.


Awalnya Sisil merengek karena di tinggalkan oleh Om, dan Tantenya yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri.


"Sisil sayang, jangan khawatir nanti kita bertemu dengan om dan tante di rumah." terang Erwin.


Tapi Sisil tetap merasa takut dirinya ditinggalkan oleh Gian dan Akira.


"Sisil jangan takut masih ada mbak Ratna di sini, mbak Ratna akan menemani Sisil sampai om dan Ante kembali." Ratna pun ikut membujuk Sisil.


Setelah mendengar penjelasan dari papinya dan dibujuk oleh papi dan juga babysitternya akhirnya Sisil bisa mengerti dan lebih tenang.


Karena hari sudah menjelang malam, Erwin memutuskan mengajak Sisil untuk pulang, setelah makan malam bersama.


"Papi, apa kita tidak menunggu om dan tanteu dulu di sini?" Sisil enggan pulang tanpa Akira dan Gian.


"Tidak sayang, kita tunggu om dan tanteu di rumah saja ya." Ajak Erwin.


Terlihat raut wajah sendu di wajah Sisil karena kecewa di tinggalkan oleh Gian dan Akira.


Erwin sungguh tidak tega melihatnya, dan akhirnya Erwin menghubungi Gian agar Gian berbicara kepada Sisil dan memberi pengertian kepadanya.


'Padahal aku papinya, tetap Sisil terus saja mencari Gian yang hanya sebagai om nya.' Erwin membatin, merasa cemburu sosial dan menyesal waktu kebersamaannya dengan Sisil terbuang sia-sia selama bertahun-tahun.


.....


*othor : Waduh... si pengacau kembali ni (Shafira) semoga Abang Gian hatinya tidak tergoyahkan olehnya 🤲🤲🤲

__ADS_1


Abang Gian : Semua Tergantung pada mu Thor.


othor : hayo para readers maunya gimana nih... kasih othor saran dong, kita bikin Abang Gian ini seperti apa ya, kalau semaunya othor sih! ya...🤔 bakal othor bikin Abang Gian tergila-gila sama othor wk wk...😅*


__ADS_2