Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 38


__ADS_3

"Ya sudahlah, yang penting cairan itu sudah tidak ada lagi, bos pasti sudah cukup senang mendengar berita itu, yang penting kerjasama antara Erlangga group dan perusahaan Giantha Mahendra telah gagal terjalin." ucap pimpinan penjahat dengan pedenya.


Tapi Akira malah menampilkan sebuah senyuman licik di bibirnya.



Saat itu ketika para penjahat merasa menang dan berhasil dalam misi nya, mereka menjadi lengah.


Dan itu di jadikan kesempatan oleh Akira untuk melumpuhkan pimpinan kelompok penjahat tersebut.


Akira langsung menyerangnya, dan melakukan gerakan mengunci pergerakan si penjahat lalu mengambil pistolnya.


Kemudian Akira menodongkan pistol itu tepat di kepalanya.


Akira menjadikan pemimpin mereka sebagai ancaman bagi para penjahat.


" Turunkan pistol kalian, kalau tidak nyawa pemimpin kalian akan melayang!" Ancam Akira agar para penjahat meletakkan pistol mereka di lantai.


Mereka pun mengikuti apa yang Akira perintahkan, sebab pemimpin mereka dalam kuasa Akira.


Mengapa mereka menuruti Akira? Karena mereka melihat pemimpin mereka kewalahan untuk mengimbangi pergerakan Akira, sehingga dia tidak dapat bergerak.


Jadi pikir para anak buah penjahat itu, Akira bukan wanita sembarangan.


Ya, memang Akira mantan polwan, yang sudah menguasai ilmu bela diri, dan sudah tau cara untuk menaklukkan lawan.


Maka sedari tadi Akira sengaja bersandiwara hanya untuk membuat mereka lengah agar memudahkan ia untuk balik menyerang.


Dan strategi yang dia atur berhasil, kini para penjahat telah dalam kuasa Akira.


Karena Akira juga sempat menghubungi Riza, dan mengirimkan Sherlock, untuk memudahkan Riza menemukannya.


Tanpa Akira menyertakan chat apapun, dengan hanya mengirimkan Sherlock, Riza sudah bisa membaca kalau Akira dalam masalah.


Riza segera meluncur ke titik lokasi yang Akira kirim kan bersama personil yang lainnya.


Disaat Akira sudah melumpuhkan para penjahat di saat itu lah Riza dan rekan nya tiba.


BRAK… pintu dibuka dengan kerasnya oleh Riza.


"Jangan bergerak, kalian sudah terkepung." Ucap Riza sambil menodongkan senjatanya.


Karena memang para penjahat sudah ditaklukkan terlebih dahulu oleh Akira, sehingga memudahkan para polisi untuk  menggiring mereka dan memborgol mereka terlihat lebih dahulu.

__ADS_1


"Sialan kamu…!" Pemimpin penjahat itu kesal kepada Akira, karena telah berhasil mengelabuinya.


Sementara para rekan-rekannya menggiring para penjahat keluar dari gedung itu dan membawa mereka ke kantor polisi untuk dimintai keterangan dan masukkan mereka ke dalam bui.


Sementara itu juga, Riza menghampiri Akira, menanyakan kabar Akira.


"Ra… kamu tidak apa-apa?" Tanya Riza kepada Akira khawatir.


Akira menggelengkan kepalanya "Aku baik-baik saja, terimakasih atas bantuannya, untung kamu datang tepat waktu." Akira menimpali ucapan Riza.


"Iya, untung juga kamu kirim Sherlock jadi aku sudah bisa menduganya kalau kamu dalam bahaya." Riza merasa senang bisa menolong Akira.


"Iya, terimakasih." Sahut Akira lagi.


Kemudian Gian dan profesor Anna menghampiri Akira yang sedang berbicara dengan Riza.


"Nona, apa maksud dari semua ini, cairan itu, sudah lenyap sekarang, Hiks… hiks…!" profesor Anna menangis dan seakan menyalahkan Akira atas musnahnya formula rahasia miliknya.


"Ya ampun! anda ini bukannya bersyukur bisa selamat dari maut, anda malah menangis menyesalinya." Riza yang menimpali.


Akira hanya tersenyum melihatnya.


"Puasa kamu…?" tanya giat tiba-tiba melihat senyuman di bibir Akira.


Ternyata Gian telah salah sangka kepada Akira, sebab Akira belum menjelaskan yang sebenarnya.


"Apa maksud mu?" Akira balik bertanya.


"Kamu tau setelah cairan itu musnah, perusahaan ini pun terancam musnah, para karyawan akan menjadi pengangguran.!" Terang Gian.


"Maafkan aku, tapi aku tidak sebodoh yang kamu sangka." Jawab Akira mengundang kecurangan di benak Gian .


Tapi Gian tidak ingin menebak-nebak lagi, "Terangkanlah !" Gian meminta Akira menjelaskan semuanya kebenarannya.


Akira mulai menjelaskannya, bawah botol kaca kecil berisi cairan yang terlempar keluar itu bukan cairan yang sesungguhnya.


Semua orang terbelalak mendengarnya, terutama profesor Anna.


Ia langsung berbinar menghampiri Akira, untuk meminta penjelasan lebih jelas dari Akira.


"Benarkah itu nona?" Tanya profesor Anna penuh harapan.


Akira segera menunjukan botol kaca yang ia ambil dari tas nya.

__ADS_1


Botol itu kaca kecil itu sama persis dengan botol yang profesor Anna berikan, dan dengan botol yang terlempar keluar jendela.


Melihat itu Gian sungguh tidak mengerti, "Apa maksud dari semua ini?" Gian pun meminta penjelasan yang lebih detail sama halnya seperti profesor Anna.


Akira menjelaskan sejelas-jelasnya, bahwa botol kecil itu memang ada dua.


Saat profesor Anna memberikan botol berisi cairan itu, dan Menjelaskan apa manfaatnya serta apa alasannya Akira diminta untuk mengamankan nya.


Akira teringat dengan botol kecil yang diberikan mama mertuanya, yaitu berupa serum wajah, Akira sempat menyamakan nya, dan sekilas memang terlihat sama.


Saat Akira melihat profesor Anna didesak dan di tindas untuk menyerahkan cairan itu, timbul ide dibenak Akira untuk mengelabui semua penjahat itu, tanpa membuat perusahaan bangkrut, dan tanpa merugikan profesor Anna.


Dengan menukar cairan itu dengan serum wajah miliknya, ketika telah melakukan uji coba keaslian cairan itu untuk membuat semua penjahat mempercayainya.


Tentunya tanpa di ketahui oleh semua orang.


"Apa itu benar?" tanya Profesor Anna sepertinya Kurang yakin dengan penjelasan Akira.


"Tentu itu benar prof." Akira meyakinkan.


"Jika kalian kurang yakin, silahkan lakukan uji coba seperti tadi, untuk menguji kembali keaslian cairan itu." Lanjut Akira.


Kemudian untuk meyakinkan semua orang, profesor Anna sendiri yang melakukan uji coba cairan tersebut,.


Profesor Anna, hanya sedikit memerlukan cairan itu untuk ujian cobanya hanya untuk benar-benar meyakinkan dirinya dan yang lainnya.


Sebenarnya profesor Anna sudah mengetahui cairan itu asli, dari aroma cairan itu masih sangat khas, dan juga tekstur nya juga yang kental dan berlendir, beda dengan cairan serum wajah.


Untuk menguji benar keasliannya, profesor menarik salah seorang di antara mereka yang ada di ruangan itu, yang memiliki noda bekas jerawat yang lumayan parah.


"Maaf, boleh saya melakukan uji coba cairan ini di wajahmu untuk menghilangkan noda bekas jerawat yang menampilkan banyak noda hitam di wajah mu?" ucap profesor Anna meminta izin.


Awalnya orang itu merasa ragu untuk memberikan izin.


Namun Gian meyakinkannya dengan memberikan jaminan, jika terjadi sesuatu kerusakan atau luka di wajahnya akibat cairan itu Gian siap bertanggung jawab untuk mengobatinya sampai sembuh kembali.


Dan akhirnya orang itu memberikan izin kepada profesor anna untuk mengoleskan cairan itu di wajahnya.


Tanpa ragu, dan penuh keyakinan, profesor Anna mulai mengoleskannya.


Dan karena cairan itu memang biang dari berbagai masalah kulit (sejuta manfaat), profesor Anna tidak mengoleskan ke seluruh permukaan wajah orang itu.


Namun profesor Anna hanya mengoleskan ke satu titik noda jerawat yang terlihat cukup parah dari noda bekas jerawat lainnya, dan hanya perlu hitungan detik, noda bekas jerawat itu memudar dan hilang begitu saja dengan begitu saja.

__ADS_1


Semua orang disana kembali menjadi saksi jika cairan itu memang cairan asli.


Profesor Anna memeluk Akira, dan mengucapkan terima kasih, atas apa yang telah Akira lakukan, menyelamatkan dan melindungi semuanya.


__ADS_2