Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 48


__ADS_3

Akira menangis pilu ketika mendengar pertanyaan kakaknya, ia kembali mengingat saat-saat menyakitkan dalam hidupnya, padahal dirinya sudah berusaha untuk berdamai dengan keadaan dan melupakan semuanya.


Gian merasa bersalah ketika melihat Akira menangis, ia menggenggam tangan Akira lalu membawa Akira kedalam pelukannya, lalu mengusap-usap punggung Akira untuk menenangkannya.


"Maafkan aku sayang…!" ucap Gian sembari memeluknya.


"Kenapa Akira ada apa denganmu?" tanya Shafira, terkejut melihat Gian memperlakukan Akira dengan begitu baik penuh cinta dan kasih sayang.


Sesungguhnya Shafira terkejut bukan karena melihat Akira menangis melainkan karena melihat perlakuan Gian kepada adiknya.


Hati Shafira begitu panas seakan ada api membara dalam dadanya.


Tapi ia tetap bersandiwara, berpura-pura bersimpati kepada Akira.


Shafira bangkit dari duduknya lalu menghampiri Akira yang sedang dalam pelukan suaminya, Shafira berniat menenangkan Akira dengan ikut mengelus punggung Akira.


"Kamu kenapa dek?" tanya Shafira seakan penuh kekhawatiran kepada adiknya.


Akira mengurai pelukan Gian, dan berusaha mengontrol dirinya dengan berusaha menahan tangisnya.


Gian segera meminta air mineral kepada pelayan, dan segera memberikannya kepada Akira agar perasaan nya lebih tenang.


"Sayang sebaiknya kita pulang karena waktu pun sudah malam." Gian malah mengajak Akira untuk pulang tanpa mempedulikan kehadiran Shafira di sana.


Shafira hanya bengong melihat keadaan, ia merasa tidak percaya dengan apa yang ia saksikan.


Kenapa semua terlihat sangat tulus, perhatian dan kasih sayang yang Gian berikan kepada Akira sungguh nyata.


Kenapa tidak seperti yang ia kira, 'Apa aku sungguh telah kalah… dalam permainan ini?' Shafira merasa tidak yakin dengan apa yang telah terjadi.


"Aku tidak apa-apa kok sayang." Kemudian Akira berucap agar Gian tidak khawatir kepadanya.


"Iya tapi kita tetap harus segera pulang, karena besok juga kita akan kembali ke tanah air jadi kita harus beristirahat." Gian mengingatkan Akira.


"Apa!" Pekik Shafira lebih terkejut ketika mendengar mereka akan segera kembali ke tanah air.


"Tolong jelaskan dulu kepada ku, kenapa kamu menangis Akira?" Shafira mendesak jawaban dari Akira dan juga Gian, karena ia ingin meyakinkan dirinya bahwa masih ada kesempatan baginya untuk mendekati Gian.


"Aku tidak apa-apa kak, aku cuma terbawa suasana maaf aku telah mengacaukan suasana." jawab Akira, tidak ingin membahas masalalunya.


Gian merasa lega mendengar jawaban dari Akira, sehingga ia tidak perlu mengungkapkan aib hubungan mereka di depan Shafira.


"Apapun yang terjadi dalam hubungan kami biarlah menjadi rahasia kami, yang penting saat ini kami sudah bahagia saling menerima dan saling terbuka." Tegas Gian.


Makin membuat Shafira syok menderanya.

__ADS_1


"Apa! apa aku tidak salah dengar? jadi kamu benar-benar ingin melupakan ku, kalian tidak ingin memaafkan ku."


"Perbaiki saja hidupmu, dengan karirmu yang telah kamu impikan, semua telah berjalan sesuai dengan yang kamu inginkan, dan tidak perlu mengusik ku dan juga Akira, kami sudah berkomitmen akan hidup bersama bahagia bersama." Tegas Gian.


Kemudian Gian merangkul pinggang ramping istrinya dan menggiringnya untuk pergi dari sana meninggalkan Shafira seorang diri.


"Gian…!" Panggilan Shafira sambil memegangi kepalanya.


"Gian… Awa… Gian… Akira… tolong aku!" Seru Shafira berkali-kali memanggil Gian dan Akira untuk menghentikannya sambil memegangi kepalanya.


Dan ketika itu juga terdengar suara BRAK… suara itu sangat keras.


Seketika itu Gian dan Akira langgeng berbalik menoleh ke belakang mereka.


Dan terlihat Shafira tergeletak di bawah meja.


Ternyata suara yang mereka dengar adalah suara terjatuhnya tubuh Shafira menimpa bangku di sana.


Melihat itu, Gian langsung berlari menghampiri Shafira yang sudah tergeletak.


"Shafira…!" Seru Gian sambil berlari karena terkejut melihatnya.


"Kak Fira ..!" Begitu juga dengan Akira ia pun begitu panik melihat kondisi kakaknya.


"Kak Gian ayo segera bawa kak Fira ke rumah sakit!" Ajak Akira.


Tanpa berkata lagi Gian segera membawa Shafira dan Akira lah yang menghentikan taksi nya.


Setelah taksi terhenti di hadapan mereka, Gian langsung masuk ke dalam taksi dibagian bangku penumpang dengan terus memeluk tubuh Shafira.


Kemudian Akira ikut masuk tapi duduk di samping pengemudi.


Akira tertegun, ternyata Gian masih sangat mempedulikan Shafira. Saat itu Gian malah tidak menganggap keberadaan Akira di sana. 


Akira merasa sangat kecewa, perasaannya terasa sangat sakit, Akira sendiri berusaha melupakan cintanya, menjauh dari Riza karena menghargai perasaan Gian.


Tapi apa yang Gian lakukan saat itu, dia malah tidak menganggap Akira ada.


Tapi untuk menenangkan perasaannya Akira berpikir positif, Gian begitu karena rasa panik melihat kondisi Shafira yang pingsan, agar pikirannya tidak berpikir macam-macam dan perasaannya bisa lebih tenang.


Shafira sendiri, tersenyum licik tanpa Gian dan Akira ketahui, ia merasa puas akhirnya siasatnya berhasil.


'Hhmmm… apa aku bilang, Gian masih sangat mencintai ku, buktinya dia begitu pedul dan mengkhawatirkanku.' batin Shafira sambil tersenyum licik.


Ya, ternyata Shafira hanya bersandiwara pingsan untuk mendapatkan perhatian dari Gian.

__ADS_1


'Aku tidak akan membiarkan siapapun mendapatkanmu Gian, karena aku sangat mencintai mu, aku menyesal telah mengkhianatimu dan meninggalkan mu.'


'Bodohnya aku telah menyia-nyiakan mu, dan malah menjalin hubungan dengan Luck pria yang jelas-jelas sudah beristri, aku hanya di jadikan simpan, dan agar hubungan ku dengan nya tidak di ketahui istrinya, aku sengaja dia larikan ke negeri Jepang, jauh darimu Gian dan juga keluargaku.'


"Aku sungguh tersiksa dengan keadaan ku, aku menyesali kebodohanku…' Suara hati Shafira.


Shafira begitu merindukan Gian, ia membalas pelukan Gian dan menyesali semuanya. Ia bertekad merebut kembali Gian dari Akira bagaimanapun caranya, jika perlu ia akan menganggap Akira sebagai musuhnya.


Apalagi setelah melihat sikap Gian kepadanya, membuat Shafira yakin Gian akan kembali menjadi miliknya dengan segala tipu dayanya.


Karena Shafira sudah mengenal Gian sejak lama, mereka menjalin hubungan sejak masih di kuliah jadi Shafira sudah paham betul sifat-sifat Gian dan kelemahan Gian.


Jadi untuk merebut Gian kembali, mendapatkan maaf dari Gian bukanlah hal yang sulit baginya.


Hanya saja ada Akira di antara mereka, Akira yang akan menjadi penghambat terbesar bagi Shakira untuk mendapatkan Gian.


'Permainan baru akan dimulai mulai Akira , kita lihat saja nanti siapa yang akan menjadi pemenangnya.' selama dalam perjalanan menuju rumah sakit, Shafira bermonolog sendiri dalam hatinya.


Diri dikuasai sipat tamak sehingga tidak mengenal lagi kata saudara.


Ia malah sangat membenci Akira saat ini, dan malah menganggap Akira sebagai musuhnya.


Dan ingin menyingkirkan Akira, padahal akira sudah banyak berkorban untuknya.


Masih di dalam mobil menuju rumah sakit.


Shafira berpura-pura tersadar dari pingsannya.


Dia berlaga linglung seakan tidak tau apa-apa.


"Dimana aku?" gumam Shafira.


"Fira kamu sudah sadar? Ah syukurlah" sahut Gian merasa lega.


"Gian… ini dirimu, apa aku bermimpi?" Shafira masih berakting.


"Iya ini aku." Tegas Gian.


Shafira malah memeluk Gian dan berpura-pura menangis dalam pelukan Gian.


.......


......


othor : kok othor pas nulis nyesek banget sih, jadi BAPER othor 🥹🥹🥹

__ADS_1


__ADS_2