
Shafira malah memeluk Gian dan berpura-pura menangis dalam pelukan Gian.
….
"Gian tolong maafkan aku, Aku masih sangat mencintai mu." ucap Shafira memohon sambil menangis sendu dan membenamkan wajahnya di pundak Gian.
Adegan itu terlihat sangat intim bagi dua orang berlawanan jenis tanpa ikatan sakral.
Mendengar kakaknya telah sadar akira yang duduk di depan langsung menoleh ke belakang dan menyaksikan adegan itu.
Kenapa hati Akira terasa sangat sakit melihatnya.
"Kak Fira sudah sadar?" Tanya Akira dengan nada sendu.
Gian baru menyadari bahwa disana ada Akira istrinya setelah mendengar pertanyaan Akira.
Gian langsung mengurai pelukan Shafira dan menjauhkan tubuhnya dari dirinya sehingga kini posisi Shafira duduk di samping Gian.
Gian merasa tidak enak hati kepada Akira, karena Gian melupakannya.
Tapi Shafira kembali bersandiwara mengaduh kesakitan, "Sssst… aaa… sakit sekali!" seru Shafira mengalihkan perhatian Gian agar tetap fokus kepadanya.
Ya, aksinya berhasil karena Gian kembali panik dan memberi perhatian kepada Shafira.
"Gian tolong aku, kepalaku sungguh sakit sekali." ucap Shafira sambil merintih kesakitan.
"Kamu tenang dulu, kita akan segera sampai di rumah sakit." Gian berusaha menenangkan Shafira.
"Jangan…! Jangan ke rumah sakit, bawa aku ke tempat tinggal ku saja."
"Loh kenapa?" Akira merasa heran.
"Aku tidak apa-apa, ini memang penyakit ku setelah minum obat aku akan baik-baik saja."
"Penyakit?" Akira mengulang kata itu dengan nada bertanya, karena Akira merasa heran sebab selama ini setau Akira, Shafira tidak pernah punya keluhan apa pun apalagi punya penyakit itu terdengar sangat janggal bagi Akira.
"Iya, nanti bisa ku jelaskan jika sudah sampai di tempat tinggal ku setelah aku minum obat dan rasa sakit ini berkurang." Jawab Shafira.
Akira dan Gian hanya saling memandang.
"Oke.." kemudian sahut Akira dan memilih diam.
Sedangkan Shafira terus saja bergelayut manja kepada Gian.
Meskipun Gian sudah berusaha menghindar dari Shafira.
__ADS_1
Akira sendiri duduk memaku, entah apa yang ia pikirkan tapi yang jelas perasaannya tidak baik-baik saja saat itu.
Selang beberapa waktu mereka sampai di apartemen tempat tinggal Shafira.
Merek bertiga turun dari mobil taksi, lalu Gian dan Akira mengapit Shafira untuk membantunya berjalan menuju unitnya (kamar apartemennya).
Tapi apa yang Shakira lakukan ia malah menopangkan kedua tangan di leher Gian bergelayut sebagai isyarat bahwa ia tidak sanggup untuk berjalan.
Gian dan Akira mengerti dengan maksud Shafira bahwa ia ingin Gian menggendongnya.
Gian menatap Akira seakan bingung harus berbuat apa.
Akira juga mengerti dengan tatap yang diberikan oleh Gian apa maksudnya.
Akira mengangguk perlahan, sebagai isyarat bahwa ia mengijinkan Gian untuk membopong tubuh kakaknya dan membawanya ke apartemennya.
Setelah mendapat izin dari Akira Gian langsung membopong tubuh Shafira.
Dan berjalan lebih cepat sehingga Akira tertinggal di belakangnya.
Akira dengan santai mengikuti dari belakang.
Mengapa Akira kini terlihat lebih santai tidak sepanik sebelumnya.
Karena sepertinya Akira sudah bisa menebak akan alur dari permainan yang sedang kakaknya mainkan.
Karena Akira sudah bisa melihat dari gerak gerik yang ditunjukkan oleh Shafira.
Dengan begitu, Akira merasa lebih santai dalam menghadapinya, meskipun hatinya terasa sakit.
Akira tidak akan memaksa Gian untuk tetap bersamanya, mungkin menjauh dari mereka itu akan lebih baik pikir akira.
Sesungguhnya Akira memang sudah merasa lelah hatinya, perasaannya selalu dipermainkan seperti itu.
Setelah memasuki lift dan keluar dari sana, tidak lama mereka berjalan dan sampai di depan pintu apartemen Shafira.
Shafira meminta tolong agar Akira membukakan pintu, dengan menunjukkan kuncinya yang berupa kartu ada di dalam tasnya.
Sedangkan dirinya tetap anteng berada dalam pangkuan Gian dengan mengalungkan kedua tangannya di leher Gian.
Sesuai instruksi dari Shafira Akira pun membukakan pintunya, Gian langsung membawa Shafira masuk dan membaringkan tubuhnya di atas sofa di ruang tamu.
Shafira berakting sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakitnya, lalu mencari obatnya karena ia akan segera meminumnya.
Ia membuka setiap laci nakas di ruangan itu, dan akhirnya ia menemukan toples kecil tempat obat yang berisikan suplemen kesehatan yang dia aku sebagai obat dari penyakit yang sedang ia derita.
__ADS_1
Akira segera mengambilkan nya air minum, untuk dorongan saat Shafira minum obatnya.
Dengan segera Shafira menelan obat itu dan meneguk air minum yang Akira berikan kepadanya.
Setelah itu ia pura-pura melemas, seakan tidak berdaya, dengan tetap merebahkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya, ia sungguh mencari simpati dari Gian.
Agar Gian merasa tidak tega kepadanya, lalu mengikuti semua keinginan nya.
Meskipun Gian terlihat tegas dan kejam, tapi sebenarnya hatinya sangat lembut kepada orang yang ia kasihi.
Contohnya kepada Sisil, Gian selalu mengikuti apa yang Sisil inginkan begitu juga kepada Shafira, sejak menjalin hubungan dengannya, Gian tidak pernah menolak apa yang Shafira inginkan darinya, apa lagi memintanya dengan lembut.
Itulah kelemahan Gian yang Shafira tau, maka dari itu ia berpura-pura lemah tidak berdaya untuk dijadikan alat agar mendapatkan Gian kembali.
Ya, memang Gian merasa tidak tega melihatnya Gian merasa kasihan kepadanya.
Tapi bukan berarti ia ingin kembali kepadanya, Gian bereaksi seperti itu hanya karena ingin menolong nya, hanya saja respon balik dari Shafira yang berlebihan.
Sehingga terlihat seperti Gian masih sangat mencintainya padahal perasaan Gian tidak begitu.
Setelah beberapa waktu Akira dan Gian membiarkan Shafira.
Dan kini safira sudah terlihat lebih tenang, mungkin rasa sakit yang ia rasakan sudah berkurang fikir Gian dan Akira.
Padahal sesungguhnya Shafira tidak merasakan apa pun ia baik-baik saja.
Akira mulai bertanya kepada kakaknya, "Bagaimana kondisi mu saat ini kak, apa sudah lebih baik?"
"Ya, sudah agak mendingan, sakitnya sudah berkurang." Jawab Shafira.
"Syukurlah, jika begitu." Sahut Akira merasa lega.
"Sebenarnya penyakit apa yang sedang kakak derita kak?" Tanya Akira
"Aku menderita gangguan Psikosomatis." Jawab Shafira, lalu menjelaskan tentang apa itu gangguan psikosomatis.
Gangguan psikosomatis merupakan kondisi yang umumnya terjadi karena stres. Penyakit ini melibatkan pikiran dan tubuh, dan berujung pada munculnya penyakit fisik. Gangguan psikosomatis menyebabkan pikiran mempengaruhi tubuh, dan pada akhirnya menyebabkan penyakit muncul atau penyakit bertambah parah.
"Karena aku terlalu banyak pikiran tertekan dengan keadaan ku saat ini hingga aku stres berlebihan." lanjut Shafira.
Dampak stres tidak hanya mengganggu kejiwaan, tapi juga berdampak pada kesehatan fisik secara menyeluruh. Insomnia, sakit kepala, gangguan kepribadian, gangguan kecemasan, depresi. Penyakit kardiovaskular, hipertensi, gangguan irama jantung.
"Dan karena itu, saat ini aku tidak bisa jauh dari obat-obatan, itu lah kondisi ku yang sebenarnya saat ini." Shafira masih bersandiwara berharap simpati dari Gian dan Akira.
.....
__ADS_1
Otho : tenang neng Akira othor ada di pihak mu...! Sabar dulu ya! biar kakak mu (Shafira) berakting dulu dia kan baru muncul lagi, jadi lagi cari perhatian dia sama para readers.... 🤭🤭🤭