Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 107


__ADS_3

"Sisil aku mohon jangan kasih izin," Rima bicara  dalam hati, berharap Sisil tidak mengizinkannya pergi.


….


Karena Rima takut sekaligus bingung, dan juga malu. Bagaimana menghadapi Erwin nantinya.


Tapi apa yang Rima harapkan dari Sisil tidak terjadi, sebab Sisil memberi ijin kepada Papinya untuk membawa Rima.


Sisil melihat ke arah Rima, lalu memanggilnya, "Mbak …!" Seru Sisil


Rima segera menoleh ke Sisil, "Iya sayang …," sahut Rima 


" Mbak, boleh pergi kok sama Papi," terang sisil


"A-apa …?" jawab Rima spontan.


"Iya, gak papa pergi aja, aku biar sama Ibu guru dulu di sini." Sisil malah bicara dengan tegas mengizinkan Rima pergi.


"I-iya …." Sahut Rima terbata karena gugup.


"Oke, Papi pergi dulu ya." Sambung Erwin sambil mengelus kepala sisil. Sisil mengangguk patuh.


Kemudian Erwin pamit kepada ibu guru Sisil, dan menitipkan Sisil.


Ibu guru menyanggupi untuk menjaga Sisil.


"Mari, Mbak Rima." Ajak Erwin.


Tapi Rima menghampiri Sisil terlebih dahulu. Untuk berpamitan dengannya, lalu berbasa-basi kepada ibu guru.


Kemudian Sisil masuk kembali kedalam kelasnya untuk kembali belajar di ikut oleh ibu gurunya.


Ternyata Erwin masih berdiri menunggu Rima untuk berjalan bersama menuju mobilnya.


'Ampun deh, ngapain berdiri di sini bukannya jalan duluan.' Rima membatin.


Akhirnya Rima terpaksa berjalan bersama dengan Erwin berdampingan.


Rima sungguh gugup tapi ia tetap harus bisa melawan rasa gugupnya, ia tetap harus terlihat tenang.


Erwin membukakan pintu mobil untuk Rima masuk ke dalam mobil, membuat Rima makin gugup dan tidak enak hati.


"Terimakasih, Tuan." Ucap Rima dan langsung masuk ke dalam mobil.


Disusul oleh Erwin yang juga langsung masuk duduk di sebelah Rima.


Pak sopir langsung melajukan mobilnya ke sebuah cafe telah Erwin sebutkan alamatnya.


Hanya perlu sepuluh menit untuk sampai di cafe itu, karena Erwin sengaja mencari cafe yang terdekat, dan menurut google maps cafe tersebut yang paling dekat.


Pak sopir langsung ke area cafe tersebut, lalu menepikan mobilnya, Erwin dan Rima segera masuk kedalam cafe, lalu duduk di di meja yang paling private.


Erwin sengaja memilih tempat itu karena Erwin ingin berbicara serius dengan Rima.


Di sana lumayan ramai pengunjung, jadi Erwin tidak ingin ada orang lain yang dapat mendengar atau mengganggu pembicaraan mereka berdua.


"Silahkan duduk." Erwin mempersilahkan Rima untuk duduk.


"Iya, terimakasih." Ucap Rima dan segera duduk.


Salah satu pelayanan menghampiri mereka berdua, dan menyodorkan buku menu.


"Silahkan pesan dulu, Mbak Rima!" Erwin mempersilahkan Rima duluan ya memesan makanan.

__ADS_1


Awalnya Rima bingung harus memesan apa, karena ia juga merasa asing dengan semua menu yang tertera di buka menu itu.


Rima melihat satu nama yang tidak asing lagi bagi dirinya yaitu  Hot Chocolate dengan nama menu – Hot Dark Chocolate


Selain namanya yang tidak asing lagi bagi Rima, minum ini sangat cocok untuk dinikmati oleh Rima untuk saat ini.


Karena pada umumnya banyak manfaat yang terkandung dalam coklat, yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, Diantaranya.


1.Meningkatkan kekuatan berpikir dan mengingat otak.




Menurunkan tekanan darah, mencegah hipertensi.




Menyehatkan jantung.




Mengurangi berat badan.




Meningkatkan suasana hati.




Dan makanan yang Rima pesan adalah kentang goreng.


Setelah selesai memesan Rima menyerahkan buku menu kepada Erwin, agar Erwin juga bisa memilih menu sesuai dengan seleranya.


Sedangkan Erwin lebih memilih memesan lemon tea hangat, dengan kondisi tubuhnya yang kurang kurang fit, ia sangat membutuhkan minuman seperti ini.


Dan makanan yang Erwin pesan adalah sandwich, untuk mengisi perutnya yang masih kosong karena belum sempat sarapan.


Saat pelayanan pergi untuk menyiapkan makanan yang mereka pesan, diantara Erwin dan Rima hanya ada keheningan.


Seperti biasa, Rima merasa gugup jantungnya berdebar kencang tidak karuan, jadi ia memilih untuk tetap diam.


Erwin juga bingung bagaimana mana caranya untuk memulai pembicaraan, karena yang ingin ia bicarakan bersifat sangat sensitif.


Erwin takut Rima merasa tersinggung, dan memicu perselisihan di antara mereka, sedangkan mereka sedang berada di tempat umum.


Di tengah kesunyian mereka yang terasa kaku, tiba-tiba ada seseorang wanita cantik dengan penampilan modis dan sangat seksi.


Ia menyapa Erwin dengan ramahnya, "Hay … mas Erwin, kamu disini."


Erwin tersentak melihat wanita itu, "Sarah …!" gumam Erwin sangat terkejut.


"Iya, mas. Ini aku Sarah." Ia sangat antusias.


"Boleh bergabung," ucapnya.

__ADS_1


Erwin  melirik ke arah Rima, ia merasa bingung harus menjawab apa, sedangkan tujuannya membawa Rima ke tempat itu ingin bicara berdua dengan Rima.


Karena tidak mendapat jawaban dari Erwin, wanita itu langsung duduk di antara Erwin dan Rima.


Rima hanya menundukkan kepalanya, ia merasa risih dengan keberadaan Sarah di sana.


Tidak lama pelayanan datang membawakan pesanan mereka.


"Silahkan, Tuan - Nona." pelayanan mempersilahkan, setelah menyajikan pesanan itu di atas meja mereka.


"Terimakasih." Ucap Erwin dan Rima serentak.


"Maaf, apa ada lagi yang dibutuhkan?" Tanya pelayanan sebelum pergi.


Sarah langsung menyerobot, dengan memesan minuman dan makanan untuk dirinya.


Kemudian pelayanan pamit undur diri untuk menyiapkan pesanan Sarah.


Lalu Sarah mulai berbasa-basi kepada Erwin menanyakan kabarnya Erwin dan mengapa sekarang Erwin berada di tanah air, padahal sebelumnya yang Sarah tau Erwin berada di luar negeri, dan disanalah Sarah mengenal Erwin.


...Flashback on ...


Ternyata Erwin dan Sarah sempat menjalin hubungan ketika Sarah berkuliah di negeri jepang.


Setelah Sarah menyesakan kuliahnya Sarah kembali ke tanah air, dan memutuskan untuk menikah dengan duda beranak satu.


Dari situlah Erwin tidak pernah dekat lagi dengan yang namanya wanita.


Ia merasa sakit hati dan trauma, untuk berdekatan dengan wanita setelah apa yang dilakukan Sarah kepadanya, Erwin sudah banyak berkorban untuk Sarah.


Erwin memberikan fasilitas mewah kepada Sarah, Erwin juga ikut membiayai kuliahnya selama di sana, karena sebelumnya Sarah kuliah di sana karena mendapatkan beasiswa.


Tapi Sarah terkena kasus di universitasnya, sehingga beasiswanya di putuskankan atau dicabut.


Disitulah awal bertemunya Erwin dengan Sarah, Erwin melihat Sarah sedang menangis di pinggir jalan. ia kebingungan dengan nasibnya.


Ketika itu Erwin menegurnya karena kasihan, lalu mengajaknya berbicara, Sarah menceritakan semua yang terjadi kepada dirinya, sedang mendapatkan kemalang saat itu.


Erwin merasa iba dan kasihan kepadanya, Erwin menyewakan apartemen untuk tempat tinggalnya, dan membiayai kuliahnya sampai selesai di sana.


Karena seringnya mereka bertemu, dan seiring waktu, merek akhirnya menjalin hubungan.


Sampai pada suatu hari, Sarah harus pulang ketanah air. Dan mereka menjalin hubungan LDR selama satu tahun.


Tapi selama itu, Sarah sempat beberapa kali berkunjung menemui Erwin di jepang atas permintaan Erwin dan dengan di fasilitas olah Erwin.


Setelah satu tahun berlalu Erwin berencana akan pulang ke tanah air dan akan menikahi Sarah.


Tapi belum juga Erwin melakukan rencananya, tiba-tiba Sarah menghubunginya dan memberi tahu bahwa dirinya akan menikah dengan pria yang lebih segalanya dari Erwin.


Sungguh hancur hati Erwin ketika itu, setelah apa yang Erwin lakukan untuk Sarah tiba-tiba Sarah memperlakukannya seperti itu.


Dan dari situlah Erwin bersikap sangat dingin terhadap wanita.


Setelah sekian lama tidak bertemu dengan Sarah, tiba-tiba mereka bertemu di sana.


Dan tanpa rasa malu serta tanpa rasa bersalah Sarah menyapa Erwin, dan ikut bergabung duduk di meja Erwin.


...flashback off...


"Mas lama sekali ya kita tidak bertemu, bagaimana kabarmu?" Sarah berbasa-basi.


"Aku baik," jawab Erwin singkat.

__ADS_1


"Ya, syukurlah jika begitu." Sahut Sarah.


Rima merasa tidak dianggap di sana, karena Sarah yang banyak bicara dan menguasai keadaan.


__ADS_2