
Saat memakaikan, pencil alis, lipstik, eyeshadow, blush on dan memang hanya alat makeup itu yang berhasil Akira pakaikan di wajah Gian, sebab waktunya keburu habis.
Gian sungguh menikmati itu semua...
............
Panitia mulai memberi Aba-aba lagi sebagai waktu yang ditentukan telah habis
"Satu,,, dua,,, tiga,,,, (priiit,,,, Pluit di tiup lagi) waktu sudah habis!" Seru panitia.
Dan para ibu langsung mengangkat kedua tangannya, sebagai isyarat kepatuhan mereka bawah tidak lagi melakukan kegiatan lomba.
Sisil bertepuk gembira karena merasa puas dengan hasil kerja kelompoknya.
Sebab bisa di bilang make up Gian yang terlihat lebih rapih di bandung dengan make-up para ayah yang lainnya.
Panitia mengingat kan kepada para peserta untuk jangan dulu merubah hasil makeup, atau pun menghapusnya karena dewan juri baru akan menilai kerapihan makeup dan berapa jumlah alat makeup yang berhasil di pakaikan.
"Harap jangan ada yang menghapus makeup yang sudah terpakai di wajah, kami akan menilai, siapa yang lebih cantik di sini…!" ucap salah satu dewan juri sambil bergurau.
Dan itu berhasil mengundang tawa dari semua orang, terutama para ayah yang sudah didandani dan memakai rambut wig, terlihat tersipu malu dan memang terlihat cantik terutama Gian.
Karena makeup Gian lebih rapi dari peserta lain.
Tidak hanya dewan juri yang memberi penilaian, semua orang pun ikut memberi penilaian dan pilihan pemenang mereka jatuh kepada Gian, tapi tetap saja keputusan ada di tangan para juri, dan mereka lah yang berhak menentukan siapa pemenangnya.
Susana terasa begitu ceria, sebab terdengar sorak - sorai, tawa bahagia dan orang-orang yang hadir di sana, karena mereka merasa lucu melihat para peserta yang sudah di dandani seperti itu rupanya.
Ya, bagaimana tidak lucu, karena lipstik, picil asli dan alat makeup yang menempel banyak yang tidak tepat pada tempat seharusnya, pincil alis ada yang tinggi sebelah, lipstik beleberan kemana-mana tak ayal seperti badut, masih mending badut bebih rapi.
Nah ini, lebih lucu lagi dari pada badut, sehingga orang-orang yang melihatnya tidak ampun menahan tawa mereka.
Begitu juga dengan para pesertanya, tertawa dengan hasil makeup mereka, para ayah tertawa melihat hasil makeup peserta lain, padahal wajah mereka sama-sama lucunya.
Akira dan Gian pun sampai tertawa bersama terpingkal-pingkal melihat itu semua.
Itu jadi suatu hubungan bagi mereka, rasa yang selama ini membatasi mereka, seakan runtuh ketika itu.
__ADS_1
Sisil orang yang paling bahagia melihat kekompakan Akira dan Gian saat itu, sebab baru kali ini Sisil melihat Gian dan Akira seakrab itu.
Setelah dewan juri sudah selesai dengan penilaiannya, kini waktunya mengumumkan siapa pemenangnya.
"Harap tenang ya semuanya…!" Dewan juri meminta perhatian semua orang.
Semu mematuhinya sehingga tidak lagi terdengar lagi sorak - sorai, tawa gembira dari semua orang.
Suasana menjadi tenang dan hening, para peserta merasakan perasaan harap-harap cemas.
Ya karena mereka juga mengharapkan hadiahnya utamanya yaitu tiket liburan keluarga negri.

Tapi tidak untuk Gian dan Akira, mereka tidak mengharapkan hadiah itu sama sekali, mereka ikut turut serta dalam perlombaan hanya karena demi Sisil.
Dewan juri melanjutkan ucapannya.
"Kami selaku dewan juri, telah melakukan penilaian sesuai ketentuan yang berlaku, setelah melihat dan mempertimbangkan kami telah mengambil keputusan dan telah menentukan siapa pemenang dari perlombaan ini."
"Dan berdasarkan pendapat dari para pendukung ikut memberikan penilaian, dan memang penian mereka sesuai dengan hasil keputusan kami, maka dengan itu.pemenang nya sudah di tentukan, dan pemenangnya adalah…"
"Tiga… dua…. Saaatuu… dan pemenangnya adalah SISIL…. "
Gian, Akira dan juga Sisil tidak menyangka jika merekalah pemenangnya.
"Apa!" pekik ketiganya.
Kemudian mereka diminta melangkah lebih maju, disusul juara dua, dan tiga yang telah diumumkan Panitia atau dewan juri.
Kini saatnya penyerahan hadiah, ya berupa sertifikat penghargaan dan tiket liburan keluar negeri untuk pemenang utama.
Saat itu semua bersorak ikut bahagia, tapi baik Gian mau pun Akira mereka hanya tersenyum tanpa arti.
Setelah itu, acara pun bisa melanjutkan saling sapa antara guru dan wali murid, dan wali murid dengan wali murid lainnya, acara makan-makan karena pihak sekolah pun telah menyediakan, ada juga yang karoke bahkan ada yang duet antara murid dan juga wali murid.
Ada juga yang langsung pulang meninggalkan tempat acara karena kesibukan yang tidak dapat ditunda.
__ADS_1
Tenya tanpa Akira ketahui, Tiara gadis yang di jodohkan dengan Riza dan bisa di sebut teman satu profesi nya juga berada di sana.
Tiara juga ikut hadir untuk mendampingi keponakannya, karena ibu dari anak tersebut kakak Tiara dan sedang sakit sehingga tidak dapat hadir dalam acara.
Kebetulan ayah dari anak itu juga tidak bisa menemani sampai acara selesai karena ada keperluan yang mendesak, sehingga ia pergi sebelum acara selesai.
Saat itu ketika akan pulang, Tiara sengaja menyapa Akira, yang memang tidak menyangka bahwa Tiara berada di sana.
"Hay Akira,,,!" Sapa Tiara.
Akira langsung melihat siapa orang yang menyapanya.
"Tiara…!" seru Akira sedikit terkejut.
"Ya ..!" sahut Tiara.
"Kamu di sini juga?" Lanjut Akira.
"Ya,,,!" jawabnya lagi sambil menganggukan kepala.
"Selamat ya atas kemenangan kalian tadi dan juga atas pernikahan kalian." Lanjut Tiara, membuat Akira gugup dengan ucapan selamatnya.
Sebab pernikahan itu memang tidak di rencanakan.
"Oo iya Akira,,, aku kaget loh pas denger kamu sudah nikah, perasaan setau kamu dan Riza saling mencintai dan sudah berencana akan menikah, kok tiba-tiba kamu nikah nya sama orang lain? Aku gak nyangka ya kamu ternyata orang yang egois juga, bisa menghianati cinta Riza yang begitu tulus padamu…"
Akira tidak menjawab ia hanya diam, karena takut emosi nya terpancing di depan umum, sebab Akira tau Tiara memang sengaja melakukan hal itu.
Tapi semakin Akira diam Tiara semakin berusaha memancing emosi Akira.
"Tapi kamu tenang saja Akira, walaupun kamu sudah memberikan luka terdalam di hati Riza, aku akan dengan mudah menyembunyikannya…!" Lanjut Tiara memanas-manasi Akira.
"Oo gitu,,, bangga bener jadi bahan serep, aku sih ogah… kalau bukan karena terpaksa." Akira membalas ucapan Tiara, tapi masih terlihat tetap tenang.
"Eeh kamu gak tau diri ya, kamu sendiri jadi pengantin pengganti apa namanya kalau bukan serep." Ketus Tiara tidak terima dengan ucapan Akira.
"Ya,,, aku tau itu, makanya aku sih ogah jadi serep kalo bukan karena terpaksa, karena itu pernikahan ku tidak dipublikasikan." tegas Akira, bicara penuh sindiran dan memang kenyataannya seperti itu.
__ADS_1
Akira tidak pernah membanggakan pernikahannya, jadi saat Tiara bica seperti itu memancing emosi Akira, ia tidak merasa tersinggung atau pun terpancing, karena aku sendiri tau Riza sangat mencintai nya, dan masih mengejar cintanya, Akira tidak merasa kepanasan saat Tiara mengatakan bahwa ia akan menggantikan posisi Akira di hati Riza.