Cinta Antara 2 Pilihan

Cinta Antara 2 Pilihan
Bab - 58


__ADS_3

"Alhamdulillah aku baik Bu" kemudian jawab Akira.


"Ya syukurlah…" tapi entah mengapa mendengar jawaban Akira ibu Yuli merasa tidak yakin sebab ibu Yuli seakan bisa merasakan ada sesuatu yang Akira sembunyikan darinya.


Dan hal itu membuat Bu Yuli penasaran karena rasa itulah Bu Yuli terlihat gelisah.


…..


Ibu Yulia sampai memperhatikan putrinya dengan seksama, karena ia ingin memastikan kecurigaannya bahwa semua kekhawatirannya itu tidak benar, firasat buruk yang Bu Yuli rasakan tentang Akira yang membuat Bu Yuli seperti itu.


Itu lah mengapa kedua orang tua Akira sudah berada di sana saat mereka kembali, sebab Bu Yuli mendesak suaminya ingin segera bertemu dengan putri bungsunya, ketika mendengar kabar bahwa mereka hari itu akan kembali ke tanah air.


Ya, Bu Yuli mendapat banyak sekali kejanggalan setelah memperhatikan Akira, Akira terlihat berbeda dari pandangan Bu Yuli, walaupun Akira selalu menampilkan senyum bahagia, tapi Bu Yuli bisa merasakan keanehan dari putrinya tersebut.


Bu Yuli sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya, mungkin lebih tepatnya rasa khawatirnya kepada putranya.


Ia kembali bertanya untuk memastikan kondisi Akira, " Akira nak, kamu baik-baik saja kan?" Bu Yuli sampai mengulang pertanyaan yang sama karena ia yakin bahwa Shakira tidak baik-baik saja tidak sesuai dengan jawabannya.


Akira melihat ibunya dan tersenyum lesu.


"Iya Bu, banyak yang ingin aku ceritakan kepada kalian semua, tapi aku minta waktu untuk istirahat dulu, rasanya aku lelah sekali untuk saat ini." jawab Akira yang memang belum siap untuk menceritakan semua hal yang ia alami selama berlibur.


Ya, tentu saja mereka semua memahami kondisi Akira yang memang baru saja sampai di rumah.


"Tapi kamu baik-baik saja kan nak?" Tanya Ibunya lagi karena melihat wajah Akira yang pucat pasih.


Akira selalu terlihat tersenyum tapi terlihat jelas senyum itu senyum palsu karena senyum itu terlihat dipaksakan.


"Ya sudah kalian istirahat dulu sana." Perintah mama Nirmala.


Babysitter Sisil mengajak Sisil ke kamarnya untuk beristirahat, begitu juga Gian dan Akira mereka pamit kepada semuanya untuk beristirahat di kamar masing-masing.


Tapi baru saja Akira melangkah sekitar tiga langkah tiba-tiba tubuhnya terkulai lemas dan jatuh ke lantai, Akira tidak sadarkan diri.


Semua berteriak histeris melihat tubuh Akira tergeletak di lantai.


Karena Gian tidak sempat untuk meraih tubuh Akira.

__ADS_1


"Akira kamu kenapa nak…" seru semua orang tua dan langsung berhamburan menghampiri Akira.


Gian dengan sigap segera memangku tubuh Akira dan membawanya ke kamarnya.


Setelah tubuh Akira di baringkan di atas tempat tidur, mereka berusaha untuk menyadarkan Akira dari pingsannya.


Mama Nirmala mencoba menempelkan minyak kayu putih di hidung Akira, agar Akira bisa menghirupnya dan mama Nirmala berharap Akira akan segera sadar.


Tanpa konfirmasi lagi kepada yang lain papa Arga segera memanggil dokter pribadinya atau dokter keluarga untuk memeriksa kondisi Akira.


Semua masih berusaha menyadarkan Akira dengan segala upaya.


Membaluri seluruh tubuh Akira dengan minyak kayu putih, dan menggosok-gosok kan telapak tangan dan kaki Akira , segala cara mereka lakukan agar Akira bisa segera sadar.


Suasana tegang dan panik, terutama kedua orangtua Akira.


"Apa yang ibu bilang ayah, Akira sedang dalam masalah, ibu bisa merasakannya." Ibu Yulia mulai meracau saking paniknya  dan apa yang dikhawatirkan tentang putranya terjadi.


Ya, firasat seorang ibu tentang anak nya tidak akan salah, apa yang dirasakan oleh seorang anak tak jarang seorang ibu pun bisa merasakannya, meskipun terpisah ruang dan waktu.


Tapi tidak ada satupun yang menjawab ocehan Bu Yuli semu masih sibuk dengan upaya masing-masing untuk menyadarkan Akira.


Meras mendapat tatapan tajam dan sang Mama Gian pun terdiam dan balik menatap Mamanya dengan raut wajah penuh tanya.


"Apa yang terjadi kepada Akira, kenapa dia bisa jatuh pingsan seperti ini?" Mama Nirmala menuding Gian lah penyebab semua yang terjadi kepada Akira.


Sedangkan Gian sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada istrinya.


Setau Gian selama dalam perjalanan Akira baik-baik saja dia tidak menunjukkan reaksi yang mencurigakan.


"Aku tidak tau mah, setau ku dia baik-baik saja, dia juga tidak mengeluh apapun selama dalam perjalanan." sangkal Gian yang memang tidak merasakan keanehan apapun dari istrinya.


"Seharusnya kamu peka dong Gian kalau istrinya kamu tuh sakit." Papa Arga ikut menyalahkan Gian.


"Ya sudahlah terserah kalian." Bantah Gian kesal karena disalahkan atas kondisi Akira .


Tapi Gian menyuruh semua mundur untuk menjauh dari Akira.

__ADS_1


Setelah semua menjauh Gian malah akan membopong tubuh Akira entah apa yang akan Gian lakukan kepada Akira yang belum sadarkan diri.


"Hey mau dibawa kemana itu Akira." Tanya mama Nirmala yang merasa heran atas kelakuan putranya.


"Mau aku bawa ke rumah sakit." Jawab Gian.


Tapi papa Arga menghentikan aksi Gian dan memberitahunya bahwa dirinya sudah menghubungi dokter keluarga untuk segera datang ke rumah mereka agar memeriksakan kondisi Akira.


"Tapi kapan dia datang? lihat istriku pah! dia belum sadarkan diri sampai sekarang, apa harus nunggu sampai besok?" Karena panik emosi Gian tidak terkendali.


"Iya, tapi tenang dulu Gian." Semua berusaha untuk menenangkan Gian.


Tapi Gian tidak menggubris mereka karena ia tetap mengangkat tubuh istri membopongnya dan akan membawanya ke rumah sakit.


Tapi baru saja Gian sampai di depan pintu, ternyata dokter baru saja sampai di sana.


"Selamat sore tuan Gian." Sapa dokter Eva, ketika berpapasan dengan Gian.


"Sore." Ketus Gian


"Ini pasti nona Akira, mau dibawa kemana tuan Gian?" Dokter bertanya dengan Santai dan dengan nada sedikit berguyon untuk menggoda Gian yang terlihat panik.


"Mau dibawa ke rumah sakit." jawab Gian masih ketus.


"Bisa saya periksa dulu sebentar tuan." Dokter mencoba bernegosiasi dengan Gian.


Semu keluarga menatap wajah Gian memberi isyarat kepada Gian untuk membawa Akira kembali ke kamarnya dan menidurkan nya kembali ke tempat tidurnya.


Karena tidak mau ribut dan itu demi Akira, agar segera mendapatkan penanganan dari dokter.


Akhirnya Gian kembali membawa Akira ke kamarnya dan mengikuti perintah kedua tangannya dan juga kedua mertuanya.


Setelah itu dokter segera mengecek kondisi Akira, dan dokter merasa curiga akan sesuatu.


"Maaf tuan Gian boleh saya bertanya?" tanya dokter sebelum mengajukan pertanyaan.


"Ya silahkan." jawab Gian singkat.

__ADS_1


"Kalau boleh saya tau, kapan terakhir kalian berhubungan sebagai suami istri?" Pertanyaan dokter membuat Gian mati kutu, sebab kedua orang tuanya dan kedua mertuanya mendengar pertanyaan dokter.


Semua tertunduk mendengar pertanyaan dokter karena merasa malu, apalagi Gian sendiri begitu malu, sampai gugup karena salah tingkah. Gian merasa itu rahasia pribadi tidak perlu di umbar di depan orang lain, apa lagi di depan orang tua mereka masing-masing.


__ADS_2